ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
146. RENCANA TERSELUBUNG GISEL.


__ADS_3

Gisel terus menatapi kedua anak beranak itu yang sedang terduduk diatas lantai. Kemarahan yang selama ini ia pendam terhadap Tina, ia ledakkan juga saat itu.


"Ini belum seberapa dengan apa yang kamu lakukan dulu padaku. Dulu, Aku hanya diam saat kalian menindasku karna Aku takut mau kemana nantinya bila kalian mengusirku dari rumah peninggalan nenekku itu.Tapi sekarang Aku sudah bebas dari manusia berwujud serigala seperti kalian. Jadi, jangan coba-coba lagi mengusikku karna Aku tidak bakalan tinggal diam seperti waktu itu." ucap Gisel sambil melipat kedua tanganya didepan dada dan perut buncitnyalah sebagai tumpuanya.


Masih seperti sebelumnya Tina tetap saja sinis melihat Gisel. Sebelum berdiri tina terlebih dulu menyekah hidungnya dengan telapak tanganya.


Dengan Dibantu oleh Dewi perempuan parubaya itu mulai berdiri tegak seperti semula.


"Kamu memang anak kurang ajar pada orang Tua. Lagian kenapa kamu marah jika aku menyebutmu perempuan murahan. To buktinya ada, lihatlah perutmu membengkak sebelum kamu menikah. Dan entah benih laki-laki gila mana yang dengan senang hati menanam benihnya dalam rahimmu!. Apa ada ucapanku yang salah mengenai kehamilanmu itu!." ucap Tina masih terus memojokkan Gisel dengan kehamilanya.


"Hay, perempun saraf kejepit. Sekali lagi kamu berkata kalau anak yang ada di dalam kandungan istriku itu adalah anak haram akan kupatahkan lehermu sampai tujuh kali hingga malaikat pencabut nyawa pun jijik membawamu ke neraka." ucap Aldo begitu geram sembari menunjuk kearah wajah Tina.


Mendengar kata Istri, kembali Tina dan dewi terbelalak matanya setelah Aldo berucap.


"Apa .....Istri!!" ucap Tina dan Dewi bersamaan.


"Betul ! wanita yang kalian buang dan selalu saja kalian sakiti ini adalah istriKu. Selama ini Aku diam melihat ulah kalian yang terus saja menyakitinya karena Aku ingin Gisel sendirilah yang akan membalas sakit hatinya kepada keluarga kalian itu. Tapi sekarang karna kamu telah menyinggung bayiku, maka aku tidak akan tinggal diam lagi. Kamu tahu bukan kan! apa yang akan terjadi bila seseorang sudah berurusan denganku." ucap Aldo memegang punggung Gisel dan berdiri di sampingnya.


Tina begitu syok kepalanya tiba-tiba pusing dan pandanganya mulai berkunang kunang. Andai tubuhnya tidak cepat di tangkap oleh Dewi, mungkin perempuan itu akan kembali terjatuh diatas lantai seperti tadi selepas Gisel memukuli wajahnya.


"Mam...tenangkan dirimu." ucap Dewi sambil menahan tubuh Ibunya.


"Dewi, apa yang barusan Mama dengar sama persis dengan apa yang Kamu dengar!." Tanya Tina kepada Dewi untuk meyakinkan kembali dirinya dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut Aldo.


Dewi mengangguk kecil tanda membenarkan kalau apa yang di dengar olehnya sama persis seperti apa yang di dengarkan oleh ibunya.


"Dewi, kita sudah tidak ada harapan lagi. Peluang untuk menyakiti perempuan sial itu sudah mengalami jalan buntu. Selagi Tuan Aldo bersamanya jangan harap kita bisa menyakitinya seperti dulu lagi." ucap Tina merasa syok sehingga membuat kepalanya jadi puyeng.

__ADS_1


"Iya Bu, Dewi juga merasa seperti itu. Terus apa yang harus kita katakan nanti kepada Papa Kalau kita sudah gagal menjalankan rencananya." ucap Dewi sedikit berbisik di telinga Tina.


"Baiknya yang itu kita pikirkan nanti saja!. Yang harus kita pikirkan sekarang ini, Bagai mana cara kita bisa keluar dengan selamat dari dalam Mension ini. Mengingat Kita sudah berurusan dengan Tuan Aldo." balas Tina juga sedikit memperkecil suaranya.


Lama suasana dalam ruangan itu hening hingga Elin sedikit berdehem.


"Hem.........


"Karna kalian berdua sudah mendegar kebenarannya Kalau Gisel itu istri Aldo maka untuk apa lagi kalian tinggal situ. Atau jangan -jangan kamu ingin menjual putrimu itu kepada Jhony setelah kalian berdua gagal mendapatkan Aldo." ucap Elin sambil menatap kearah Jhony yang sedang berdiri di sampingnya.


Jhony mengeryitkankan dahinya mendengar ucapan Elin.


"Di kasih Gratis pun Aku tidak bakalan mau apa lagi membeli perempuan yang sudah putus urat malunya seperti Dia itu. Harga diri seorang perempuan itu bisa mahal kalau ia pandai menjaga ke hormatanya. Nach ini, ia malah relah menawarkan dirinya pada lelaki asing. Eee..dan lucunya lagi ia malah mengatai Nyonya Gisel wanita murahan tanpa ia bercermin terlebih dulu." balas Jhony sedikit memberi senyuman mengejek. Sehingga membuat Aldo, Gisel,Elin serta pelayan yang sedari tadi berdiri disana terbahak-bahak dibuatnya.


Mendengar orang-orang menertawakannya Dewi dan Tina hanya diam sambil menindukkan kepalanya.


:Dewi, Ayo kita pulang." ucap Tina menundukkan kepalanya dan menarik pergelangan tangan Dewi untuk meninggalkan tempat itu menuju pinti keluar.


Harga dirinya begitu hancur mendengar ucapan Jhony. Rencana mendepatkan kehormatan malah hinaan yang harus ia tanggung demi keserakahan papa, mama dan juga dirinya sendiri.


Belum juga Tina dan Dewi sampai pada pintu keluar Gisel sedikit berteriak dan manggil nama mereka.


"Tina, Dewi tunggu...." ucap Gisel berjalan mendekat kearah mereka. Aldo mencoba mengikutinya tapi lagi-lagi Gisel mencegahnya.


Aldo pasrah dan mengawasi istrinya dari kejahuan.


Sementara itu Tina dan Dewi yang saat itu berjalan seperti orang yang sedang putus harapan segera menghentikan langkahnya dan berbalik badan.

__ADS_1


Wajah mereka angkat dan mendapati Gisel sudah berjalan mendekatinya.


"Ada apa lagi Anda memanggil kami Nyonya Gisel. Apa kamu belum puas memperlakukan kami seperti ini. Di hina dan di rendahkan orang." ucap Tina dengan sedikit memperlihatkan wajah murungnya.


"Ha ..ha ..ha sudahlah Tina, tidak usah lagi bersandiwara kepadaku karna rasaku sudah mati untuk kalian.Aku ada penawaran bagus jika kalian berdua mau!" ucap Gisel sedikit tersenyum melihat kekonyolan Tina sepertinya ingin menjilatnya lagi.


Tina dan Dewi saling menatap dan kembali memalingkan wajahnya kearah Gisel.


"Coba katakan! jika itu untuk kemewah kami berdua akan melakukanya." ucap Tina yang tadinya murung kini bersemangat kembali.


"Dasar ular" ucap Gisel dalam hati tapi ia juga merasa senang karna sebentar lagi jebakanya akan berhasil.


"Baiklah...Kalian berdua sudah tahu bukan! Aku sudah menjadi istri Aldo dan sebentar lagi Aku akan mengambil harta ibuku seperti janjiku dulu. Ketika itu terjadi maka kalian bersiap-siaplah menjadi gembel. Jadi jika kalian berdua tidak mau sampai itu terjadi maka semua surar-surat perusahaan, rumah dan harta dari Hambali kalian balik nama menjadi harta milik kalian bagaimana! Apa kalian setuju?. ucap Gisel.


Kembali untuk kedua kalinya Tina dan Dewi saling menatap. Lama keduanya berpikir hingga tampak senyuman manis di bibir kedua wanita rubah itu.


"Apa kamu serius menyerahkan harta itu pada kami bila Aku melakukanya." ucap Tina dengan antusias.


"Lakukanlah jikalau kalian bisa...." balas Gisel singkat.


"Jikalau kalian bisa maksudmu apa sebenarnya?. Tanya Tina pada Gisel.


"Ya kalau kalian bisa menguasainya. Cepat pergilah sebelum mereka itu menyiram kalian dengan air comberan" ucap Gisel menunjuk kearah tiga pelayan yang sedang sibuk mengepel lantai.


"Baiklah Aku akan mengambil harta Hambali dan segera membalik nama menjadi milikku seutuhnya. Setelah itu Aku akan melelangnya di bursa pelelangan sehingga Tua bangka itu tidak lagi macam-macam denganku dan juga Dewi.Ayo Dewi kita pulang." ucap Tina menarik tangan Dewi untuk pergi dari tempat itu.


Setelah kepergian Tina dan Dewi Gisel tersenyum tipis jebakannya akhirnya berhasil.

__ADS_1


"Aku akan membuat kalian saling menyerang satu dengan yang lain hingga kalian benar- benar terpuruk seperti apa yang kalian lakukan padaku dulu. Setelah itu akan kuambil kembali semua hak Ibuku yang telah kalian ambil." ucap Gisel memandangi kepergian Tina dan dewi.


👉tetap beri like, coment , vote dan rate bintang lima...trimah kasih.


__ADS_2