ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
68. AKU AKAN MEMBUAT PERHITUNGAN DENGANYA.


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Hambali, Tina yang sedang berada di ruang tamu ditemani seorang wanita parubaya yang sedang mengurut tanganya yang sempat terkilir karna ulah Gisel waktu itu.


Tina sedang meringis kesakitan karna tangannya yang terkilir saat itu mulai membengkak.


Wanita parubaya yang di ketahui namanya adalah Mbo Minten itu sedang mengurut tangan Tina dengan sangat telaten menggunakan media minyak dan beberapa campuran akar akar kayu.


"Aduh ...Mbo sakit, Pelan pelan dong! Ucap Tina yang terus saja meringis karna merasa sakit di pergelangan tanganya.


"Iya Nyonya ...Ini juga sudah sangat pelan sekali! Nyonya lambat si mengurutnya, harusnya dari hari kemarin tangan Nyonya harus diurut" ucap Mbo sambil terus menemelkan minyak kearah pergelangan tangan Tina dan mengurutnya sangat pelan sekali.


Dari arah kamar nampak Dewi berjalan mendekati mereka berdua dan duduk pas di depan Ibunya yang terus saja meringis kesakitan.


"Mam, kelihatanya tangan Mam makin bengkak bagai Mana kalau di bawah kerumah sakit' ujar Dewi yang tak tahan melihar Ibunya meringis kesakitan saat itu.

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu ! Docter mana ada yang bisa ngurut dan lagian Ibu takut sama jarum suntik" balas Tina.


"Kalau begitu, Mam jangan meringis terus dong bising tau Mam" balas Dewi sambil membuka kunci layar handpone miliknya.


"Way anak kurang ajar! Coba kau di posisi Mam saat ini pasti Kau juga bakalan tidak tahan merasakan sakitnya" ucap Tina melempar Dewi dengan bantal sofa.


Dewi hanya memanyunkan bibirnya dan melanjutkan mengotak atik handpone miliknya.


Tidak lama kemudian dari arah pintu nampak Hambali sedang masuk kedalam di temani seorang asisten yang mengikutinya dari belakang sambil membawa koper yang berisi baju dan perlengkapannya saat berada di luar kota.


"Sayang tangan kamu kenapa" ucap Hambali sambil mendekat kearah Tina dengan raut wajah prihatin.


"Ee ..sayang kau sudah datang! ini tidak apa apa kok cuman terkilir sedikit doang" ucap Tina dengan nada tegar tapi dalam hati menagis karna sakit.

__ADS_1


"Mana mungkin itu tidak apa apa ! coba lihat tanganMu sampai bengkak seperti itu. Coba katakan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa bisa sampai seperti ini" ucap Hambali penasaran.


"Kemarin kami ketemu Gisel! Dia yang membuat semua ini padaku, tapi gak usah di perpanjang sayang Aku sudah memaafkanya"ucap.Tina dengan raut wajah sedih memandang kearah Hambali.


"Apa anak sial itu lagi! Sungguh berani Dia sekarang. Dia benar benar ingin menguji kesabaranKu " ucap.Hambali dengan wajah memerah.


"Selain itu pah! Gisel memgambil posisi Dewi sebagai pemenang dalam acara perlombaan pencarian model waktu itu! Entah guna guna apa yang Dia gunakan untuk menarik hati para dewan juri untuk memilihnya padahal nyata nyatanya poin Dewilah yang paling tinggi saat itu" ucap Dewi memotong pembicaraan kedua rang Tuanya.


"Ah Kau jangan bohong! Aku tau semua dewan juri disana mereka tidak akan berbuat curang! Lagian Papa juga tau siapa orang yang mengadakan pemilihan ini. Jadi, tak mungkin mereka berani untuk berbuat curang! kecuali perempuan br3ngsek itu menyerahkan tubuhnya kepada pengusaha kaya itu" ucap Hambali yang kurang percaya pada Dewi ucapan saat itu.


"Papa sudah tidak percaya lagi kepada Dewi! Papa lebih memilih Gisel dibanding Dewi, Papa memang sedari dulu menyayangi Gisel di banding Dewi! papa jahat" ucap Dewi sambil berdiri dari tempat duduknya dan berlari menuju kamarnya sambil pura pura gambek dan pura pura menagis.


"Bukan begitu sayang! Ah dasar semua gara gara anak sialan itu! Aku akan membuat perhitungan denganya" ucap Hambali mengusap keras wajahnya.

__ADS_1


đŸ‘‰Terus like, coment dan Vote ya kawan kawan makasih banyak...


__ADS_2