
Aldo menutup layar laptopnya fan membereskan semua kertas dan peralatan kantornya yang ada diatas meja .
Setelah benar benar ranpun Ia melangkah kearah tempat tidur di mana Gisel sedang tertidur nyenyak.
Aldo menaiki tempat tidur sebelum berbaring Ia mengusap usap pucuk kepala milik Gisel.
"Tidurlah Gadis kecilKu " ucap Aldo sambil terus menatap ke wajah Gisel yang tertidur sangat nyenyak sekali.
Aldo membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur bersampingan dengan Gisel.
Karna sudah merasa sangat ngantuk Aldo memejamkan matanya dan tidak butuh waktu lama kini Ia sudah berada di alam mimpi.
Waktu terus berjalan jam datang silih berganti hingga malam di gantikan oleh pagi.
Burung burung pagi berkicau sangat riang di dahan pohon disamping kamar milik Aldo.
Cahaya matahari menembus dinding kaca di sertai hembusan angin yang masuk melalui pentilasi udara membuat Gisel terjaga dari tidur lelapnya.
__ADS_1
Tetapi tiba tiba matanya meletot ketika Ia benar benar tersadar melihat dirinya sedang berada pada pelukan seseorang.
Gisel mencoba melepaskan tubuhnya tapi percuma saja Kekuatan Aldo lebih kuat darinya.
"Jangan bergerak ..biarkan begini untuk sementara waktu" ucap Aldo sambil meletakkan kepala Gisel di dadanya dam menarik tangan Gisel untuk memeluknya.
Gisel megeeyitkan dahinya tapi tidak melawan sama sekali, Aroma farfum milik Aldo membuatnya benar benar tenang dalam pelukan pria itu.
Aldo mengusap pucuk kepala Gisel dan sesekali Ia menciumnya, membuat jantung Gisel berdetang sangat kencang dan hampir kedengaran di telinganya.
Tidak lain beda dengan Aldo jantungnya pun begitu kencang berdetak hingga Ia segera melepaskan pelukanya kepada Gisel karna takut ketahuan.
Gisel hanya mengangguk pelan Ia sungguh tidak percaya kalau Aldo memperlakukanya secara lembut seperti itu.
"Apa pria mesum ini salah makan obat! kenapa perlakuannya pagi ini sangat lembut kepadaku"ucap Gisel dalam hati sambil memandangi Aldo menuruni tempat tidur dan berjalan menuju kearah pintu.
Tidak lama kepergian Aldo handpone jadul milik Gisel bergetar. Gisel merogoh kantongnya dan mengeluarkan handpone mini yang masih memiliki tambol A-Z papan keyboardnya.
__ADS_1
Matanya melotot ketika tau siapa yang sedang memanggilnya melalui telpon .
"Ah Melly ....untuk apa anak itu menelponKu sepagi ini? ucap Gisel sambil menekan tombol hijau.
"Hallo Mell ..ada perlu apa Kamu menelponku sepagi ini"ucap Gisel kepada Melly.
"Kanget tau....." ucap Melly sedikit rada rada ngambek .
"Lebay dhe ....cepat bilang ada apa jangan bikin aku penasaran de Mell?" ujar Gisel lagi.
"Oke ...begitu aja ngambekan...Gi kau mau kerja tidak? Tadi aku baca di tabloid ada satu pekerjaan yang menurut Aku sangat cocok buat kamu!" ucap Melly dari dalam telpon dengan sangat antusias.
"Pekerjaan apa emangnya! jangan bilang kalau kau mau mengerjaiku lagi seperti kejadian waktu itu, hingga menyeretku sampai sekarang ini" ujar Gisel mengingat sedikit kelakuan konyol meli saat mempertemukan dirinya dengan Aldo.
"He ..he ..he maaf ....tapi bukan kok! pokoknya yang ini kurasa sangat pantas buatmu! nanti Aku ceritain, mengenai alamatnya Aku sms aja, pokoknya kamu harus datang titik " ucap Melly kayak ibu penjual sayur yang mendagangkan jualannya supaya sepat laku sambil menutup panggilannya secara sepihak.
"Anak itu benar benar ya...." Gerutuh Gisel kepada Melly yang langsung mematikan panggilannya tanpa mau mendengarkanya terlebih dulu.
__ADS_1
👉like , vote, comen ,favorite masih author tunggu ya makasih.