
Sementara itu di kediaman Aldo, Gisel yang baru saja keluar dari bilik Nyonya Elin segera melangkah menuju kamarnya belum juga jauh dari tempat itu seseorang dari belakang memanggil namanya.
"Maaf Nyonya boleh tunggu sebentar?"ucap Bi Surti yang sedikit ngos ngosan mengejar langkah Gisel.
Gisel membalikkan badan dan menemukan Bi Surti yang sedang menarik nafas panjang untuk memenuhi persediaan oksigen dalam paru parunya.
"Tenang Bi.. tarik nafas dalam dalam dari hidung dan keluarkan dari mulut" ucap Gisel yang sangat kuatir kepada Bi Surti saat itu.
Bi surti mengikuti arahan dari Gisel, tidak lama kemudian pernafasannya mulai normal seperti sediakala.
"Na coba Bibi ceritaain pelan pelan kenapa Bibi memanggilku tadi?" ucap Gisel kepada Surti.
Surti menarik nafas dalam dalam dan menghempasnya begitu pelan .
"Anu Nyonya.....! Tuan Aldo menyuruh Anda mengantarkan makan Siangnya ke kantor soalnya Tuan sudah sangat kelaparan!" ucap Surti
Gisel tiba tiba mengangkat kedua aliasnya sejajar .
"Apa Bi? Menyuruh mengantarkan makan siang ke kantor ah! Gisel tidak mau ! kenapa pria mesum itu tidak makan di kantin saja atau menyuruh secretarisnya si Joni untuk membelikan makanan kesukaanya! Enak saja nyuru nyuru seenak jidat saja" ucap Gisel sedikit protes .
Mendengar Gisel menyebut Tuan Aldo pria mesum Bi Surti tersenyum geli, berani sekali Nyonya muda menyebut Tuan Aldo seperti itu.
"Tapi Nyonya muda! kalau Nyonya tidak mau Tuan Aldo bisa kelaparan, dan jika tiba tiba terkena busung lapar bagai mana! Apa Nyonya mau bertanggung jawab " ucap Bi surti sedikit ngarang.
__ADS_1
"Ah ..busung lapar! badan sebesar gorillah begitu tidak mungkin terkena busung lapar Bi biarpun Dia tidak makan tujuh hari tujuh malam! Ah sudahlah! Gisel mau Istirahat dulu Gisel cape bangat bantuin Nyonya Elin tadi menata barang barang di dalam biliknya" ucap Gisel melangkah pergi .
Belum juga Ia mengayun kakinya terlalu jauh Bi surti memanggilnya lagi.
" Nyonya Tuan Aldo bilang kalau Nyonya tidak mengantarkannya makanan dan tiba tiba terjadi sesuatu kepada Tuan karna Nyonya tidak mengindahkan perintahnya maka keluarga Tuan akan menuntut Nyonya sebagai ganti rugi 1 M" ucap Surti sedikit teriak kearah Gisel yang sedikit menjauh darinya.
Gisel menghentikan langkahnya matNya melotot rahanya terjatuh mendengar ucapan dari Bi surti barusan.
Gisel membalikkan badan menghadap kearah Bi Surti.
"Apa Bi 1M ..!Bisa bisanya Om Om itu mengancamku sedemikian rupa! pasti Akal akalan Dia saja tu Bi " ucap Gisel
"Terserah Nyonya kalau Nyonya tidak mau! pokoknya Bibi sudah menyampaikan semua amanah Tuan kepada Nyonya ..Mengenai ganti rugi 1 M itu Bibi cuman bisa bantu sedikit kalau benar benar Nyonya dalam masalah nantinya" ucap Bi Surti sedikit menampakkan wajah sedihnya.
Gisel menghentak hentakkan kakinya kelantai sambil megucak ucak rambutnya .
Bi Surti hanya tersenyum melihat tingkah Gisel yang manyun mayun sendiri sambil menghentak hentakkan kakinya ke lantai.
"Ini Nyonya ..hati hati jangan sampai kesasar ke tempat lain! " ucap Bi Surti sambil memberikan rantang yang sedari tadi ada di tanganya.
"Iya .....Gisel berangkat" ucap Gisel sedikit jengkel.
Gisel terburu buru melangkah ke luar dari menseon sebelumnya Ia memesan ojek langganannya selama ini.
__ADS_1
Tidak butuh lama kini Ojek yang ditumpangi Gisel sudah berbelok memasuki Gedung perusahaan milik Aldo .
Aldo dari tadi berdiri dari dinding kaca lantai atas memperhatikan Gisel turun dari ojek yang ditumpanginya, wajahnya memerah melihat pemandangan di bawah sana
Dengan cekatan Aldo merogoh handpone miliknya dari dalam saku secelanya.
" Hallo Joni! dimana kau sekarang ? " ucap Aldo sedikit membentak .
" Saya di ruang resepsionis Tuan! Apa ada bisa Saya bantu" ucap Joni sedikit gugup karna mendapat panggilan dari majikannya.
"Coba kau selidiki siapa pria yang membonceng Nyonya muda kemari! ucap Aldo sedikit emosi.
Joni mengeryitkan dahinyanya Ia benar banar tidak mengerti apa yang barusan Aldo katakan padanya.
"Membonceng Nyonya muda? Saya benar benar belum paham Tuan bisa Tuan bicara dengat detail supaya saya mengerti?" ucap Aldo sedikit menggaruk kepalanya.
"Nyonya muda ada diluar sekarang! tadi Ia dibonceng seorang pria sangat rapat sepertinya Ia menyandarkan kepalanya di bahu pria itu, pria itu memakai baju khusus bertuliskan Go online,masker, kaca mata dan helm sehingga saya tidak bisa melihat wajah pria itu ! Na tugas kamu selidiki pria itu jangan jangan ia ada hubunganya dengan Nyonya muda! kau mengerti ? ucap Aldo yang terus memperhatikan pergerakan Gisel dari atas gedung.
Joni menepuk nepuk jidatnya sungguh ia tidak percaya apa yang diucapkan Tuannya barusan.
"Maaf sebelumnya Tuan! Kalau seorang pengendara memakai atribut seperti itu dan bertuliskan Go online berarti itu salah satu alat trasportasi jasa yang bisa di pesan melalui suatu aplikasi online dan masalah berdempetan seperti Tuan bilang tadi memang sedikit ada benarnya kalau Nyona berjauhan dengan si pengemudi bisa bisa Nyonya jatuh tersungkur saat pengemudi merem mendadak dan untuk menyandarkan kepala di bahu kurasa Tuan salah lihat kemungkinan besar Nyonya saat itu sedang tidak mendengarkan ucapan dari si pengemudi tadi jadi Nyonya sedikit mendekatkan kepalanya ke bahu si pengemudi" ucap Joni menjelaskan panjang kali lebar.
"Berani sekali kau mengajarku seperti itu Ah! kau mau selidiki atau gaji dan pasilitas mewahmu akan aku cabut hari ini juga!" ucap Aldo membentak di sertai dengan ancaman.
__ADS_1
"Baik Tuan ...baik saya akan melaksanakanya segera sesuai dengan perintah Tuan Aldo" ucap Joni sedikit gelabatan dengan Ancaman dari Aldo .
👉maaf lambat up ya masih kurang fit ..tapi tetap Vote, like ,coment dan follow ya makasih.