ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
144. ISTRI ALDO LEBIH CANTIK TIGA KALI LIPAT.


__ADS_3

Kembali untuk kedua kalinya Elin dan Jhony saling menatap dengan ucapan Tina.


"Maksud Nyonya Tina ingin menjodohkan Dewi dangan Aldo gitu!." ucap Elin menatap tanjam kearah Dewi dan Tina secara bergantian.


Tina tersenyum kearah Dewi, dengan senang hati Dewi membalas tersenyum Ibunya.


"Betul sekali ucapan Anda Nyonya Elin, Anda benar-benar perempuan pandai yang bisa membaca situasi secara cepat dan tepat." ucap Tina dengan nada ingin menjilat.


Elin sontak membulatkan matanya.


"Sunggu perempuan tak tahu malu. Demi mendapatkan ambisinya, ia relah menyerahan anak gadisnya untuk mencapai tujuanya itu." ucap Elin dengan sangat pelan membuat Jhony tersenyum sendiri.


Karna tidak dapat respon dari Elin kembali Tina mengankat bicara.


"Apa Anda setuju Nyonya bila kita berbesan!. Hitung- hitung untuk memperkuat kekuatan dan kekuasaan perusahaan kita nantinya. Dengan menikahkan mereka berdua, sudah di pastikan perusahan A&J milik Tuan Aldo dan perusahaan milik suamiku Hambali grup akan menguasai pasaran Asia bahkan dunia. Bagaimana Nyonya! Apa anda setuju dengan usulan berlianku ini?." ucap Tina begitu yakin kalau nyonya Elin pasti menyetujui usulanya itu.


"Jhony sebenarnya orang ini bicara apa sih!. Kok, sejak dari tadi satu pun perkataan darinya tidak ada yang masuk ke dalam akal dan pikiranku." tanya Elin pada Jhony yang saat itu berdiri di sampingnya.


"Apa lagi Saya Nyonya. Otak sepintar dan sejenius Anda saja tidak bisa 'connection' dengan ucapan perempuan gila ini, apalagi otak seperti Saya ini." ucap Jhony tersenyum mengejek kearah Tina.

__ADS_1


Mendengar ucapan dan senyum mengejek dari Jhony, membuat Tina begitu geram. Perempuan parubaya itu seolah-olah ingin menelan mentah-mentah sekujur tubuh Jhony saat itu.


"Berani sekali Kamu anak haram mengataiku perempuan gila dan merendahkan harga di depan Nyonya Elin. Sungguh Kamu tidak sadar diri sebagai orang pungutan di Mension ini." ucap Tina mendekat dan ingin mendaratkan tamparanya di wajah Jhony.


Tapi belum juga telapak tangan itu menyuntuh kulit wajah sekertaris itu, Elin terlebih duluan menangkapnya dan mencengramnya dengan sangat kuat, sehingga membuat Tina meringis kesakitan.


"Aduh........" ringis Tina sembari memegang tangan Elin menggunakan tangan kirinya.


Para pelayan yang ada di area itu terbelalak matanya. Baru kali ini mereka melihat wajah cantik Elin berubah menjadi merah membarah. Perempuan yang biasanya kemayu kini bak Singa yang siap memangsa buruanya.


"Sekali lagi Kamu katakan kalau Jhony ini anak haram akan kupatahkan seluruh tulang yang ada di dalam tubuhmu. Aku yang merawatnya sampai sebesar ini. Dan kamu seenak hatimu menghinanya. Kamu benar-benar perempuan tidak beradab. Pergi dari sini atau Kamu ingin membuktikan ucapanku yang barusan!" Bentak Elin pada Tina sambil menghempaskan tangan kanan Tina dengan sangat kuat.


"Maafkan Aku Nyonya, tadi itu Aku kecoplosan.Sekali lagi tolong maafin Aku." ucap Tina mengatupkan kedua tanganya di depan dada.


Dewi yang ikut melihat rona memerah pada wajah Elin saat itu, juga sangat ketakutan. Gadis itu mendekat kearah Ibunya dan berbisik di daun telinganya.


"Mam baiknya kita pulang! dalam situasi seperti ini tidak mungkin kita bisa mendapatkan hati Nyonya Elin atau pun Tuan Aldo." bisik Dewi di telingan Tina.


"Tenanglah, Ibu akan melakukanya lebih supaya mereka menerimahmu di Mension ini" balas Tina juga berbisik kepada Dewi.

__ADS_1


Kembali Tina mendekati Elin.Jiwa pantang menyerah Tina untuk meluluhkan hati Elin sungguh bisa di acungin jempol. Beberapa kali dapat penolakan dari Elin tetapi perempuan parubaya itu terus mencoba lagi dan lagi.


"Nyonya Elin, yang tadi itu tolong kita lupakan. Aku benar-benar khilaf mengucapkan itu pada sekertaris Jhony. Andai Aku tahu semarah itu Anda bila mendengar ucapan itu maka, Aku tidak mungking mengucapkanya di depan Anda nyonya. Kami kesini dengan niat tulus jadi, tolong terimalah Dewi sebagai mantu nyonya. Lagian Gisel pasti merasa bosan bila tidak memiliki teman curhat seumuranya di Mension ini bukan?"ucap Tina sembari memegangi tangan Elin yang masih memperlihatkan kemarahan padanya.


"Cukup Tina, Aku sudah bosan mendengarkan ucapan manismu. Masalah Gisel disini tidak usah kamu kuatirkan. Lagian mana mungkin putraku Aldo mau dengan putrimu.Toh istri Aldo lebih cantik tiga kali lipat di bandingkan dengan putrimu itu ." ucap Elin menghempaskan sentuhan tangan Tina dan menatap sinis secara bergantian pada kedua perempuan itu.


Sedangkan kedua orang yang di pandangnya begitu terkejut. Kedua mata perempuan itu hampir copot. Andai saja tidak terhalang oleh kulit mata mereka, sudah dipastikan keempat bola mata mereka itu sudah jatuh diatas lantai, sakin kagetnya Elin menyebut kata Istri.


"Nyonya jangan bercanda! Mana mungkin Tuan Aldo memiliki seorang istri. Andai pun beliau sudah menikah pasti media sudah sejak dulu meliputnya bukan!" balas Tina yang kurang percaya dengan ucapan Elin.


"Keluarga kami bukan seperti keluarga kalian yang selalu ingin di liput oleh media. Lagian kalau Aldo sudah menikah itu bukan urusan kalian juga bukan?" balas Elin.


"Kalau pun Tuan Aldo sudah menikah, tolong tunjukan siapa orang yang sudah merebut hati sang penguasa kota ini, biar kami bisa menyalimi tangan beliau." balas Tina yang masih tak percaya dengan ucapan Elin.


"Baiklah Aku akan memanggil menantu kesayanganku ke hadapan kalian berdua. Tapi, jangan salahkan Aku bila salah satu dari kalian terkena jantung atau tekanan darah tinggi" ucap Elin lagi dengan tersenyum mengejeki mereka secara terang- terangan.


Tina dan Dewi saling bertatapan. Ucapan Elin sangat mencurigakan, seolah-olah ada makna terselubung dari setiap kata yang dirangkai oleh perempuan parubaya itu kepada mereka berdua.


👉tetap beri like, coment, vote dan rate bintang limanya..trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2