ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
69. KANDAMU.


__ADS_3

Sementara itu di mension Aldo yang sudah memindahkan sebagian barang barangnya ke kamar Gisel sudah bersiap siap ingin berangkat kerja.


Seluruh pakaianya sudah Gisel strika dan menggantungnya dalam lemari.


"Rata....." ucap Aldo yang sudah rapi tapi belum memasang dasinyanya.


Gisel yang duduk di tempat pembaringan saat itu sambil memainkan handponenya segera mendogak memandang kearah Aldo.


"Rata rata ...Gisel kali Tuan ! ucap Gisel sambil memanyunkan bibirnya.


"Cepat kemari dan Pakekan ini untuk suamiMu" ucap Aldo memanggil Gisel sambil menyodorkan dasi kearah Gisel.


Seketika Gisel merotasikan kedua bola matanya memandang kearah tangan Aldo.


"Masa Tuan tidak tau pasang dasi sendiri" ucap Gisel melangkah menghampiri Aldo.


"Kau itu istriKu jadi kau yang harus melakukanya setiap hari! Kau paham itu" ucap Aldo sambil menyentil lembut jidat Gisel.


"Iya ...ucap Gisel sambil mengambil dasi dari tangan Aldo .


Gisel membentang bentangkan dasi terebut sebelum memasang ke leher Aldo.


"Menunduklah ..." ucap Gisel kepada Aldo.

__ADS_1


Aldo tersenyum tipis dan menurut seperti anak kecil.


Kini wajah mereka sejajar kedua bola mata mereka saling berpadu satu sama lain.


"Ayo cepat pasang! Aku tidak menyuruhMu untuk menatapKu" ucap Aldo yang terus memandangi kedua bola mata milik Gisel.


"I..ya...." ucap Gisel merasa grogi sambil mengaikan kain itu keleher Aldo


Gisel memasang dasi tersebut dengan lincah sesekali Ia menarik dasi Itu agak kenjang supaya Ia mudah memasangnya. Aldo tidak membuang kesempatan tersebut dan sengaja menundukkan kepalanya lebih dekat dengan Gisel sehingga wajah mereka berdua tinggal sepersekian senti saja sudah saling menempel.


Kembali mata mereka saling bertemu hingga Aldo menempelkan bibirnya ke bibir milik Gisel.


Gisel sudah tidak menolak seperti sebelum sebelumnya. Ia mulai menikmati setiap permainan dari Aldo, Hampir sepuluh menit mereka melakukanya hingga Aldo sendiri melepaskanya karna melihat Gisel sudah hampir kehabisan nafas.


Gisel tidak menjawab Ia hanya sedikit memalingkan wajahnya ketempat lain.


Aldo mengangkat tubuh Gisel naik diatas meja dan mendudukkanya diatas sana.


"Hari ini kau ikut Kanda ke kantor" ucap Aldo membelai rambut Gisel.


Mendengar ucapan Aldo menyebut kata kanda rasanya Gisel begitu geli, ingin sekali rasanya Ia memukul mukulkan kepala pria itu sampai pingsan agar Ia melupakan semua ucapanya barusan.


"Kapan kapan saja Tuan! Gisel ada urusan sedikit dengan Melly" ucap Gisel menolak ajakan Aldo untu ikut ke kantor.

__ADS_1


"Urusan apa lagi dengan si Melon itu? ucap Aldo menatap kearah Gisel.


"Urusan perempuan!" ucap Gisel singkat.


"Baiklah tapi Kau harus pulang Tepat waktu! Kau tau bukan kandaMu ini tidak suka menunggu" ucap Aldo .


"Iya Kau ini mulai bawal seperti Ibu ibu yang tidak dapat uang bulanan dari suaminya" balas Gisel.


Aldo hanya tersenyum manis dan berbalik mengambil tas kantornya.


Tapi belum juga Ia melangkah ke arah pintu, Ia berbalik dan mengkerutkan dahinya memandang kearah Gisel.


"Kenapa kau masih disitu" ujar Aldo memandang Gisel yang masih terduduk diatas meja.


"Gendong......" ucap Gisel sambil membentangkan kedua tanganya kearah Aldo.


Bagaikan mendapat angin segar Aldo langsung membuang tas miliknya ke atas tempat tidur dan bergegas menyambut uluran tangan Gisel.


" Manja sekali ...." ucap Aldo sambil memutar mutar dirinya yang sedang menggendongi Gisel.


Mereka berdua tertawa menyambut pagi yang begitu indah.


👉tetap bagi like, comen dan votenya ...nanti author lanjut bab berikutnya soalnya sibuk nich ..makasih.

__ADS_1


__ADS_2