
Sementara itu di Mension. Aldo dan Gisel sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh manis.
Aldo mulai belajar menjadi suami siaga buat Gisel, Apa saja yang akan di perbuat Gisel harus sepengetahuan Aldo terlebih dulu.
Suaminya perhatian seperti itu, Gisel sangat senang tapi kalau itu dalam tahap wajar. Kita semua tahu, bukan Aldo namanya kalau tidak jail pada Istrinya.
Seperti halnya siang ini, mereka berdua sedang asyik nonton film action sambil menikmati secangkir teh hangat.
"Uuuh ...Enak" enak ucap Aldo setelah menyeruput teh hangat dalam gelas berukuran jumbo yang terbuat dari keramik.
"Kanda....itu punya Aku, punya kamu yang itu!" ucap Gisel sembari menunjuk gelas yang tergeletak diatas meja.
"Sayang! segala sesuatu yang akan kamu minum dan makan harus KandaMu yang terlebih dulu mencicipinya. Kanda tidak mau Dinda dan bayi kita ini sakit karna Dinda salah makan atau salah minum sesuatu yang tidak Steril." ucap Aldo sambil memegangi perut Gisel yang masih terlihat rata.
"Tapi Sayang... Semua makanan dan minuman yang ada dalam Mension ini semuanya Steril dan dalam pengawasan Bi Surti.Tak mungkinkan Bi Surti lalai dalam melakukan tugasnya bukan,?" balas Gisel.
"Bi Surti itu manusia biasa,Tuwir pula.
Jadi, bisa saja kan Ia salah.Garam Dia lihatnya gula, gula dilihatnya mentega," balas Aldo sekenanya yang membuat Gisel dirotasikan kedua bola matanya kiri dan kanan.
"Kanda memang pandai sekali menjawab.Tolong Kemarikan itu padaKu, Ibu anakMu sangat kehausan setelah mendengar ocehanMu yang tidak masuk akal," ucap Gisel meminta gelas kepada Aldo.
__ADS_1
"Ha....ha ..ha bilang saja kalau Dinda yang kehausan, malah bawah nama anak segala," ucap Aldo cengegesan sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat kepada Gisel.
"Trimah kasih," ucap Gisel.
" Cama - cama cantik," balas Aldo sambil mencibit kedua pipi tembum milik Istrinya.
Gisel meminum tehnya sedikit demi sedikit hingga isi dalam gelas tersebut ledes dibuatnya.
Kini mata Aldo yang jelalatan melihat tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya.
"Dinda haus apa doyan si! masa teh sebanyak itu Dinda habisi sekaligus," ucap Aldo menatap kearah gisel.
"KandaKu sayang, Aku ini sudah tidak sendirian lagi seperi dulu, ada buah hati kita di dalam sini yang juga membutuhkan Air yang banyak untuk perkembanganya. Apa Kanda mau kalau nantinya Ia busung gersang di dalam sana ah," balas Gisel sambil memegangi perutnya
"Dinda pikir Dede bayi tanah apa! dibilangi gersang? lebih parah dong dari busung lapar. Tidak- Tidak! Aku tak mau AnakKu terkena busung busungan. Masa ada si anak orang kaya, tampan, terkenal dan tersehor kena busung lapar apalagi busung Gersang seperti kataMu tadi. Amit-amit jangan sampai ya nak, Kamu kena busung gersang seperi kata IbuMu," ucap Aldo sembari menciumi perut Gisel berkali kali.
Gisel tersenyum melihat tingkah aneh dan kekanak kanakan dari suamknya itu. Kalau menyangkut anak, Aldo pasti keluar dari zonanya sebagai seorang CEO.
"Iya sayang tak mungkilah Anak kita terkena busung gersang atau pun busung lapar soalnya Ayahnya selalu memberi yang terbaik buat Ibunya," ucap Gisel sambil membelai rambut Aldo yang sedang menciumi perutnya.
Aldo mengangkat kepalanya sembari tersenyum melihat Gisel. Rasanya hatinya berbunga bunga saat Istrinya itu menyanjungi dirinya.
__ADS_1
"Kamu memang istri yang pandai mumuji suami! Kalau begitu bagaimana kalau kita main ubur ubur," ucap Aldo sembari tersenyum mesum kearah Gisel.
"Ayo....." ucap Gisel singakat
"Benarkah ucapanMu itu sayang." balas Aldo dengan senyum sumrigai.
"Betul! Ayo kita ikat dia dengan karet lalu kita sentil sentilin kepalanya bagaimana? Asyik bukan," ucap Gisel yang sudah siap dengan karet pengikat rambutnya.
Sontak Aldo memegangi pangkal celananya dan berpaling membelakangi Gisel.
"Kamu kejam sekali sayang, masa ubur ubur Kanda diikat karet si! kan kasihan,"balas Aldo yang memegangi ubur ubur di balik celananya.
"Makanya jangan aneh-aneh. Masa mau lakuin enak enak tengah hari bolong," balas Gisel.
Aldo langsung berbalik setelah mendengar ucapan dari Gisel.
"Jadi kalau nanti malam bisa dong!," ucap Aldo sedikit menyondongkan wajahnya kearah Gisel.
Gisel tersenyum dan mencubit pipi Aldo dengan perasaan gemas.
đŸ‘‰terus bagi vote, like, coment and rate bintang lima.... Author akan terus up kecuali hari minggu atau sibuk. Jadi, jangan kuatir ya cerita ini Author usahaain sampai tamat.
__ADS_1