ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
122. MULUT BURUNG BEO.


__ADS_3

Setelah pertengkaran kecil dengan Ibunya, Dirga keluar dengan mengendarai mobilnya. Pria tampan itu tidak tahu tujuannya kemana. Yang ada dalam pikiranya saat itu hanya ingin menenangkan diri dan jauh dari Ibunya yang keras kepala dengan keinginanya menjodohkannya dengan perempuan yang tidak Ia cintai sama sekali.


"Sial kenapa ini harus terjadi padaKu!" ucap Dirga sambil memukul stir mobilnya.


Dirga terus melajukan mobilnya menjauh dari rumahnya. Mungkin itulah satu satunya cara supaya pikiran kalutnya bisa Ia hilangkan.


Tak lama kemudian tiba tiba handponenya berbunyi. Dirga menepikan mobilnya di pinggir trotoar dan merogoh saku celananya untuk mengeluarkan hanponya dari dalam sana.


"Nanang! ada apa lagi anak ini menelponKu!" ucap Dirga mengeryitkan dahinya sembari menatap ke layar handponenya.


Dirga menarik nafas dalam dalam dan kemudianndekatkan benda pipih itu ke daun telinganya.


"Humm! Ada apa Kamu menelponeKu!" ucap Dirga sedikit ketus pada sahabatnya.


"Kau ini ditelponin marah di cuekin ngambek" balas Nanang dari dalam handpone.


"Cepat katakan! Aku pusing. Kalau cuman ingin mengejekKu saja, Aku matikan sekarang,!" ucap Dirga yang terus ketus pada sahabatnya itu.


"Esst ..tunggu dulu ..tunggu dulu! Dir Aku lagi dirumah sakit. Tadi pagi Aku salah makan sesuatu sehingga perutKu sakit dan langsung di larikan kerumah sakit. Aku mohon kali ini saja, Kamu datang kemari temanin Aku ya, soalnya Ayah dan IbuKu lagi ke luar negeri untuk mengurus bisnis mereka" ucap Nanang sedikit memohon pada Dirga.

__ADS_1


"Kenapa tidak sekaliat mayat saja si ngerepotin amat. Baiklah Aku akan segera kesana. Kamu mau Aku beliin Apa sekalian" balas Dirga.


"Gitu dong Kamu memang teman Aku yang paling baik! Tolong beliin nasi goreng, sate, bakso dan buah buah segar" ucap Nanang menyebutkan pesananya.


"Kok banyak amat, Kami sakit perut apa busung lapar si. Baiklah Aku segera kesana soal Alamat rumah sakitnya kamu kirim lewat aplikasi Whatsaap saja" ucap Dirga sembari menutup sambungan telepone mereka.


Dirga meletakkan begitu saja handponenya di depan stir mobilnya dan kembali menjalankan kendaraannya itu menuju warung untuk membeli pesanan Nanang tadi.


Tak lama kemudian, Dirga sudah tiba di depan rumah sakit dimana Nanang sedang mendapatkan perawatan.


Dirga membelokkan mobilnya menuju arah parkiran yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.


Tapi belum juga Ia memarkir mobilnya dengan baik tiba tiba.


Mobilnya menabrak sesuatu yang ada di depanya.


"Astaga..." ucap Dirga sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya.


Belum juga rasa paniknya menghilang lagi lagi Dirga di kagetkan dengan ketukan dari arah jendela mobil.

__ADS_1


Tock..tock..tock..


Dirga segera mematikan mesin mobilnya, kemudian mendorong pintu mobil dan segera keluar dari dalam sana. Belum juga kesedarannya penuh dengan kejadian kejadian barusan, seorang gadis sudah mengomelinya secara beruntun di dekat daun telinganya.


"Kamu tidak punya mata! Kenapa menabrak motorku dari belakang. Apa kamu tidak bisa baca. parkiran ini kusus motor bukan mobil. parkiran mobil ada di sebelah sana bukan disini. pokonya Kamu harus ganti rugi titik" ucap Seorang gadis yang terus mengomel tanpa memberi jedah sedikitpun di setiap kata yang keduar dari mulutnya.


Dirga hanya melototkan matanya, Selama ini Dirga hanya tahu kalau perempuan paling bawel seantora jagat raya adalah ibunya. Ternyata Dia salah, masih ada lagi yang bawelnya tidak ketulungan melebihi bawel ibunya yaitu perempuan yang berdiri di hadapanya saat ini.


"Sudah ngerocosnya! Aku heran ya jaman sekarang, kenapa banyak bangat gadis yang mulutnya melebih Emak emak! berpote pote mirip burung Beo" ucap Dirga sambil melipat tanganya di depan dadanya.


Gadis itu sontak terbelalak mendengar ucapan Dirga yang seakan akan menyayat nyayat hatinya menyamakanya dengan berung Beo.


"Apa kataMu burung Beo, Emak emak " ucap Gadis itu sambil memukul lengan Dirga dengan kedua tanganya.


Bukanya meringis kesakitan, Dirga malah tertawa terbahak bahak dibuatnya.


"Ha ha ..ha geli" ucap Dirga cengegesan sambil memegangi perutnya.


"Dasar Gila..." ucap Gadis itu sambil menghentak hentakkan kakinya diatas lantai.

__ADS_1


catatan: harusnya ini satu bab dengan bab yang ada diatas tapi Author pisahin menjadikanya dua bab maaf ya( soalnya Author sudah tidak dapat pemasukan sampai sampai tanggal 30 bulan ini) ...nanti tanggal satu bulan depan kembali normal seperti biasanya . jadi terus dukung ya, Author usahaain up terus kecuali hari minggu. untuk pertanyaan kalau novel ini di hentikan jawabanya "tidak"..Author akan terus menulis sampai novel ini tamat walau tanpa pemasukan. Jadi jangan kuatir ya teman teman...


👉tetap beri like, coment, vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.


__ADS_2