ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
135. IKAN BUNTAL.


__ADS_3

Bukan namanya Tina kalau tidak bisa merubah kulit. Perempuan parubaya itu segera menetralkan kembali pikiranya.


Ia mencoba memutar kembali otaknya, bagai mana caranya agar orang-orang yang hadir disana tidak berpikiran buruk padanya.


"Nyonya Elin, Anda itu salah paham dengan ucapan Aku. Bagai mana mungkin Aku menyakiti anak polos seperti Gisel. Ya kan Sell!." ucap Tina sedapat mungkin berkata lembut pada Gisel.


Rika yang berada di sampingnya saat itu tersenyum tipis. Ia begitu tahu maksud dan tujuan Tina melakukan itu. Ya lagi-lagi mencari jalan aman atau menjilat Elin.


Tina dan Rika adalah sahabat dan juga tetangga rumah waktu mereka masih kecil. Walau umur Rika sedikit lebih tua dari Tina tapi persahabatan mereka terjalin baik sampai sekarang.


Kedua karakter perempuan ini sama yaitu sombong, matre dan tidak mau mengalah. Mungkin itulah sebabnya persahabatan mereka awet sampai hari ini karna ada kecocokan pembawaan sifat yang sama.


Gisel dan Melly yang mendengar perubahan besar dari ucapan Tina, yang tadinya kasar, kini berubah menjadi sangat lembut bak sutra Saling memandang dan tak lupa mereka merotasikan kedua biji matanya.


"Kenapa ular kekek ini bisa berubah jadi malaikat!. Atau jangan jangan otaknya sudah geser akibat jambakan superku tadi!" ucap Melly sedikit berbisik kearah Gisel.


"Dia itu manusia 17 karakter. Jadi jangan heran kalau dia bisa melakukan hal itu. Kalau orang yang baru mengenalnya pasti akan ikut terhanyut oleh kata-kata manisnya yang mengandung banyak bisa di dalamnya." balas Gisel juga memelankan suaranya ke arah daun telinga Melly.


"Tunggu-tunggu!. Kenapa Kamu begitu mengenal sifat dan pembawaan ular kekek itu!. Ada hubungan apa sebenarnya Kamu dengan keluarga Tuan Hambali. Seingat Aku, setiap kalian bertemu pasti ada saja konflik diantara kalian. Mulai dari Mall waktu itu, saat audisi pemilihan model dan juga hari ini. Pasti ada sesuatu yang terjadi diantara kalian bukan?." ucap Melly hampir hampir tidak terdengar di telinga gisel.


Gisel menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan kasar.

__ADS_1


"Nanti Aku ceritaain, kita bereskan saja dulu mereka. Lagian Aku tidak ingin mertuaku sampai tahu semua ini dan ikut memikirkan masalahku . Aku takut ia stres dan kembali seperi dulu sejak pertama Aku mengenalnya." balas Gisel sambil memandang keatah Tina dan Rika.


Melihat Elin yang sama sekali tidak merespon ucapan dari Tina. Rika segera mengambil inisiatif sendiri dan mencoba mengeluarkan jurus yang hampir sama dengan yang di keluarkan oleh Tina tadi.


"Maaf sebelum Nyonya Elin! bukanya Aku membela Tina dengan ucapanya tadi. Tapi apa yang di katakan Tina barusan benar adanya. Mana mungkin si, Tina mau menyakiti Gisel yang tak lain adalah anak tirinya yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri." ucap Rika sembari mengelus lembut bahu Tina yang sedang tertunduk lesuh saat itu seperti orang yang sangat menyesali perbuatanya.


Sekali lagi orang-orang yang ada di ruangan itu kembali tercengan dan juga kaget mendengar ucapan Rika.


"Kalian berdua memang paling pandai berbicara. Kalian pikir Kami ini tuli ya! dan tidak bisa membedakan perkataan yang tulus dan pura-pura. Hay Rika, Kamu dan Tina itu sebelas, dua belas. Sama sama kacau. Andai Aku tidak melihat suamimu Raka dan Gilang putramu, sejak dulu Aku sudah menyuruh Ardan suamiku untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan kalian di Quatar. Aku sungguh heran ya! kenapa laki-laki sebaik Raka bisa memiliki istri ikan buntal sepertimu. Enak dagingnya tapi bila salah mengolahnya ia akan mengeluarkan racun yang mematikan." ucap Tania sang empunya rumah.


"Ha ...ha ....ha......" kira- kira begitulah tawa Ibu -Ibu memenuhi ruangan Itu setelah Tania menyamakan Rika dengan ikan buntal


Lagi- lagi, bukanya pembelaan dari orang-orang yang Tina dan Rika dapatkan, justru malah malu yang selalunya datang menghampiri keduanya.


"Apa katamu putri!. Astafirullah, Tina-Tina, apa Kamu sudah lupa ingatan atau otakmu sudah geser sebelah. Kamu masih menganggap Gisel ini putrimu setelah hampir setahun kamu dan suamimu membuangnya.Apa Kamu dan suamimu mencari atau setidaknya kuatir tentang keadaanya saat kalian mengusirnya dari rumah!. Sakitkah ! makankah ia diluaran sana. Tidak bukan!.


Entahlah jenis manusia apa sebenarnya Kamu dan Hambali itu" ucap Elin sambil merangkul bahu Gisel dan sedikit mengelusnya.


Suasana dalam ruang besar itu tiba- tiba hening. Diantara para Ibu-Ibu yang hadir disana ada yang menutup mulut mereka dengan telapak tangan, ada pula yang tak sanggup menahan air mata.


Melly menatap lekat pada Gisel dan segera memeluk sahabatnya itu. Air matanya bercucuran. Ia benar-benar sudah menyesal dengan perbuatanya yang sudah membuat hidup Gisel bertambah runyam. Ternyata kehidupan yang mereka lalui berdua tidak jauh beda.

__ADS_1


"ANAK TERBUANG" tapi dalam versi yang berbeda.


Tina dan Rika tidak bisa bica apa-apa lagi setelah Elin membuka semuanya. Mereka hanya tertunduk lesuh seperti patung yang memiliki nyawa.


"Usir mereka berdua dari sini. Kami tidak mau memiliki teman seperti mereka berdua. Untuk apa kita selalu menggalang dan mengumpul dana untuk ke manusiaan, Kalau diantara kita ada yang tidak bersifat manusia melainkan bersifat iblis". ucap Seorang perempuan yang berada di kerumunan Ibu-Ibu pejabat dan pengusaha.


"Ya betul sekali! kami tidak ingin lagi ada kaitanya dengan mereka atau pun dengan keluarga mereka." balas perempuan disebelahnya.


"iya ...usir ....usir." ucap para Ibu-Ibu itu bersamaan.


Rika dan Tina terus menunduk tanpa bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kalian mau keluar sendiri atau anjing pelacak ku yang akan dengan senang hati menyeret kalian berdua." ucap Tania membentaki Tina dan Rika serta mengancamnya.


Mendengar kata anjing pelacak Tina dan Rika segera berlari menuju pintu keluar. Kaki mereka berdua seperti tidak menginjak lantai sakin takutnya mendengar Tania menyebut anjing pelacak.


catatan : pasti ada yang bertanya dimana Elin dapat info tentang keluarga Gisel to, ya nanti kita bahas karna Author lagi sibuk ngurus sesuatu jadi sabar ya.


"DUA HARI LAGI PENGUMUMAN PEMENANG VOTE. JADI TERUS BAGI VOTE, JANGAN YANG SAMPE ANDA KEDULUAN MENDAPAT PULSA DARI AUTHOR YA. LUMAYAN BUAT GANTI PULSA INTERNET MAK.


PEMENANG PERTAMA : 75.000

__ADS_1


PEMENANG KE DUA : 50.000


PEMENANG KE TIGA : 50 .000


__ADS_2