ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
80. IKUT KE KANTOR.


__ADS_3

Pagi berganti siang, Siang berganti malam kini pagi kembali lagi begitulah seterusnya hingga kita tidak menyadari kini kita jauh meninggalkan masa lalu.


Demikian juga pagi itu Aldo sudah siap berangkat ke perusahaanya. Pria itu sudah rapi dan menunggu Gisel di meja makan bersama Elin.


"Sayang kenapa lama sekali si!" teriak Aldo yang sudah tidak sabar ingin menikmati sarapan yang di buat Ibunya pagi itu.


"Iya tunggu sebentar" ucap Gisel dalam kamar yang dulunya milik Aldo kini sudah mereka tempati bersama.


Gisel keluar dari dalam kamar dengan menenteng tas kantoran mirip secretaris sungguhan.


Hari ini Aldo memaksa Gisel untuk ikut denganya. Entah apa lagi tujuan pria itu mengajak istri kecilnya itu ke perusahaan besar miliknya.


Aldo dan Elin terbelalak ketika melihat sosok Gisel yang keluar dengan kemeja lengan panjang dan rok berwarna hitam setinggi lutut.


Gadis itu begitu cantik walau badannya berukuran mini kata Aldo.


"Waw Kau cantik sekali Nak" ucap Elin takjub melihat Gisel.


Beda lagi dengan Aldo Ia malah marah marah tidak tau apa sebabnya.


"Kau mau ke kantor untuk bekerja atau mau ke sana hanya untuk menggoda para karyawan pria disana! Cepat ganti rok mu dan hapus bedak serta listip yang ada di wajahMu itu" ucap Aldo dengan nada membentak kepada Gisel.


"Tapi ! Ada apa dengan rok dan hiasan diwajahku ini! kurasa semuanya biasa biasa saja" ucap Gisel memandang wajahnya di cermin yang ada dalam ruang makan.

__ADS_1


"Pokoknya! Kalau kau tidak mau ganti, kau tidak usah ikut ! Kau dalam kamar saja dan jangan keluar keluar dari dalam kau paham" ucap Aldo memalingkan wajahnya ketempat lain.


"Baiklah ..baiklah Tuan Aldo yang terhormat! hamba akan mengganti pakaian hamba ini biar Tuan puas" ucap Gisel sebel dan kembali kedalam kamar dengan menghentak hentakkan kakinya.


Elin hanya tersenyum Ia tau kalau putranya itu sedang posesif kepada istrinya.


Tak lama kemudian kembali Gisel keluar dari dalam kamar dengan pakaian lengan panjang berwarnah biru tua dan rok yang hampir menyapu lantai.


"Apa pun yang kau Gunakan Nak! tetaplah cantik karna dasarnya Kamu memang cantik"ucap Elin sambil tersenyum kepada Gisel.


"Trimah kasih Bu atas pujianya! Bagai mana Tuan Aldo! Kau puaskan kalau saya mirip ondel ondel" ucap Gisel sambil duduk di dekat Ibu Elin.


"Kau memang onde ondel tapi onde ondel paling cantik sedunia" ucap Aldo sambil menuang nasi kedalam piringnya.


"Sudah sudah! Ayo makan keburu siang, nanti kalian berdua terlambat" ucap Elin melerai pertengkaran mereka.


Mereka bertiga menikmati sarapan pagi mereka tanpa ada suara pun keluar dari mulut mereka, hanya gesekan garpu dan sendok yang terdengar sesekali di meja makan.


Tak lama kemudian Gisel dan Aldo sudah berada dalam mobil setelah sebelumnya berpamitan dengan Elin.


Aldo mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali Ia mencuri pandang kearah Gisel yang betah membuang pandanganya ke luar melalui kaca jendela.


"Iya maaf ! ucap Aldo" tanpa mengarahkan pandanganya ke pada Gisel sakin fokusnya mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Gisel segera memalingkan wajahnya dan memandang kearah Aldo.


"Maaf untuk apa? ucap Gisel pura pura bodoh.


"Soalan yang tadi!" Jawab Aldo


"Yang tadi yang mana? balaa Gisel.


"Yang tadi Aku membentakMu" ucap Aldo lagi.


"Oooo..." ucap Gisel singkat.


"Oh saja Gitu" ucap Aldo mengeryitkan dahinya.


"Terus Aku harus lompat lompat Gitu" balas Gisel rada rada mengejek.


"Tidak juga sayang! Begini saja sebagai perminta maaf kanda kepada Dinda, habis dari kantor bagai mana kalau kita ke Mall ! Dinda boleh pilih apa saja yang Dinda sukai disana, biar kanda yang belanja bagaimana? setujuh" ucap Aldo yang masih fokus menyetir kendaraanya.


"Kalau itu Dinda setujuh bangat!" ucap Gisel sambil tersenyum lebar.


keduanya tersenyum lepas sambil menikmati perjalanan mereka menuju perusahaan besar milik Aldo.


👉tetap beri like, coment vote dan rate bintang lima trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2