
Aldo terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Sesekali ia memandang dengan raut wajah kuatir kearah kaca spion dalam mobil untuk melihat keadaan istrinya yang terus saja meringis kesakitan di belakang kursi penumpang di temani oleh Melly dan Bi Nining.
"Sakit....." ucap Gisel dengan bercucuran keringat di wajahnya.
Melly dan Bi Nining terus memberinya semangat agar Gisel bisa sedikit menahan rasa sakitnya itu.
"Sell, Kamu harus kuat. Aku yakin kamu bisa melewati ini semua. Sebentar lagi kamu akan jadi seorang wanita sempurna setelah melahirkan bayi kalian" ucap Melly sambil melap keringat Gisel dengan tissu.
"Benar kata Nona Melly Non. Non Gisel harus kuat, tidak ada hal yang paling bahagia pada seorang wanita selain melihat buah hati mereka lahir kedunia." ucap Bi Nining sambil memijiti punggung Gisel.
Aldo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Semua yang dikatakan Melly dan Bi Nining sudah mewakili perasaanya.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba di sebuah rumah sakit mewah milik perusahaan A&J.
Melihat mobil Aldo memasuki area rumah sakit para pegawai rumah sakit menghentikan aktifitas mereka sejenak.
Mereka mengambil barisan untuk menyambut kedatangan sang pemilik rumah sakit itu.
Bukanya sanjungan yang mereka dapatkan atas penyambutan itu. Aldo malah membetakki mereka yang saat itu keluar dari dalam mobilnya.
"Untuk apa kalian berdiri seperti boneka pajangan disitu!. Cepat bawa brangkar dorong kemari. Cepat!" Bentak Aldo dengan suara nyaring kepada para pegawai rumah sakit.
Mereka segera berhamburan mencari brangkar dan membawanya ke dekat mobil mewah milik Aldo.
Aldo membuka pintu mobil dan mengangkat tibuh Gisel keluar dari dalam sana kemudian meletakkannya diatas brangkar.
Aldo segera mendorong brankar tersebut dan di bantuh oleh para Suster dan Dokter yang satu-persatu mulai berdatangan setelah mendengar kegaduhan di luar rumah sakit.
Mereka melewati beberapa ruangan hingga tiba pada suatu ruangan yang terbilang paling luas dan juga paling mewah diantara ruangan lain yang ada di rumah sakit itu.
Aldo sudah mempersiapkan ruangan tersebut jauh- jauh hari khusus buat Gisel melahirkan buah hati mereka.
Aldo ingin memberi kenyaman pada istrinya. Ia tidak mau Gisel berbaur dengan pasien lain sehingga kembuat istri dan anaknya merasa tidak nyaman berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Kalian beloh keluar! biar kami memeriksa pasien terlebih dulu." ucap seorang Dokter muda yang hampir seumuran dengan Aldo.
Melly dan Bi Nining mengangguk. Tapi berbeda halnya dengan Aldo. Ia mengerjitkan dahinya mendengan ucapan Dokter itu.
"Apa katamu! Kamu menyuruhku keluar!. Apa kamu tidak lihat atau kamu pura- pura buta. istriku kesakitan seperti itu tapi kamu menyuruhku meninggalkanya. Kamu yang harus keluar dan cepat panggilkan Dokter yang berjenis kelamin perempuan datang kemari. Aku tidak mau Dokter mesum sepertimu menyentuh seincipun dari tubuh istriku. paham!." bentak Aldo pada Dokter itu.
Nyali Dokter itupun segera menciut mendengar kemarahan Aldo. Dengan menundukan kepalanya Dokter itu keluar dari dalam ruangan itu.
"Sayang sakit......" ucap Gisel memanggil Aldo yang saat itu tidak terlalu jauh darinya.
Aldo segera melangka kearah Gisel dan berdiri di samping brankar.
"Sayang tenangkan dirimu semua akan baik- baik saja. Kamu harus kuat karena sebentar lagi dede bayi akan lahir dan kita berdua akan mejadi orang tua seutuhnya." ucap Aldo memberi semangat pada Gisel kemudian mencium keningnya beberapa kali.
Tidak lama kemudia seorang Dokter perempuan muncul dari arah pintu di temani dua perawat yang mengekorinya dari belakang.
"Tuan Aldo bisa menyingkir sebentar. Saya mau memeriksa pasien." ucap Dokter perempuan itu sedikit canggung pada Aldo.
"Nyonya air keduban Anda sudah pecah. Sebentar lagi bayi Anda akan lahir. Jadi, Nyonya akan
sedikit merasa sakit, tapi jangan kuatir kami akan selalu memberi pelayanan sebaik mungkin agar Anda bisa rileks menjalaninya." ucap Sang Dokter pada Gisel.
Gisel hanya bisa mengangguk pelan mendengar ucapan Dokter.
"Dokter bolehkah Suamiku berada di dekatku selama Aku menjalani proses persalinan ini." ucap Gisel sesat kemudian.
"Sangat dianjurkan Nyonya. Supaya Para Ayah juga merasakan sakitnya seorang Istri melahirkan anak-anak mereka." balas Dokter itu sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian proses persalinan pun dimulai.
Aldo yang melihat penderitaan istrinya saat itu seolah-olah tak sanggup mendengar rintihan Gisel. Andai bisa menggantikanya mungkin sedari tadi Aldo sudah melakukannya.
Sementara itu, di luar ruangan.
__ADS_1
Tampak dari jauh seorang wanita parubaya berlari kecil mendekat kearah Melly dan Bi Nining.
Ya benar! Nyonya Elin datang setelah di beri tahu oleh Melly melalui sambungan telpon.
"Melly, Bi Nining bagaimana keadaan Gisel. Apa keadaannya baik-baik saja." ucap Elin ikut duduk di kursih panjang dengan raut wajah yang begitu cemas.
"Aku rasa Gisel baik-baik saja Bu! lagian Tuan Aldo ada di dalam menemani dan memberinya semangat." balas Melly yang sebenarnya juga sangat kuatir tapi sedapat mungkin dapat ia tahan.
"Betul kata Nona Melly Nyonya! Nono Gisel pasti kuat melewati ini semua. Hal yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah berdoa supaya Allah memberi kemudahan pada Nona Gisel dalam melahirkan bayinya."ucap Bi Nining dan diangguki oleh Melly dan Elin.
Lama mereka terdiam disana hingga suara tangisan bayi terdengar dari dalam ruangan.
"Mell, Bi ! Cucu Aku sudah lahir" ucap Elin dengan mata berkaca-kaca sambil menggoyang-goyangkan bahu Melly dan Bi Nining secara bergantian.
"Alhamdullilah." ucap Melly dan Bi Nining bersamaan.
Tidak lama kemudian pintu ruangan itu pun terbuka. Tampak Aldo keluar dari dalam sana dengan deraian air mata.
Pria yang biasa memiliki gaya dan sifat arogant itu terlihat sangat rapuh. Wajahnya kusam melangkah mendekati Ibunya.
"Ibu maafin Aldo." ucap Aldo bersimpuh di hadapan Elin yang saat itu sedang duduk di atas kursi.
Melly dan Bi Nining saling memandang heran melihat Aldo duduk diatas lantai sambil bersimpu memegangi kaki Elin.
"Nak, Kamu kenapa." ucap Elin membelai lembut rambut putranya.
"Aldo merasa sangat berdosa kepada Ibu. Andai dari awal Aldo tahu, kalau sesakit itu rasanya ibu saat melahirkan Aldo kedunia ini.
Maka, Aldo tidak akan pernah mau menyakiti sedikit pun hati ibu." ucap Aldo terisak. Air manatanya menetes keatas lantai.
"Itu sudah menjadi kodrat seorang perempuan Nak, Walau terasa sakit dan harus mempertaruhkan nyawa tapi, tetap juga kami lakukan demi melihat anak-anak kami lahir kedunia. Jadi, pesan ibu hanya satu. Jangan kamu coba menyakiti hati seorang perempuan apa lagi seorang Ibu. Karena para perempuan hebat itulah yang membuat kalian berada di dunia sampai sekarang ini." balas Elin sambil terus mengusap lembut rambut putranya.
👉Ayo ikuti saya ....supaya bisa melihat novel baru di bulan Desember ..jangan sampai ketinggalan ...makasih.
__ADS_1