
Aldo membawa Gisel menuju bilik kamarnya
Tidak begitu lama berjalan kini mereka sudah tiba di bilik kamar milik Aldo .
Aldo meletakkan Gisel diatas pembaringan. Aldo menatap lekat wajah milik Gisel kemudian menyingkirkan helaian rambut yang menutupi mawahnya .
Setelah puas memandangi wajah Gisel, Aldo bergegas menuju lemari kecil yang ada didalam biliknya itu, Ia membuka dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi obat obatan .
Aldo mengambil salah satu botol kecil yang berisi cairan berwarna mereh .
dibersihkanya luka yang ada di dahi Gisel , setalah merasa cukup bersih, dengan hati hati sekali Aldo mengoles luka itu dengan cairan merah menggunakan kapas .
Setelah merasa cukup Aldo mengembalikan kotak obat tersebut di tempatnya semula .dan kembali duduk di kursi ditepian ranjang itu
" Siapa sebenarnya gadis kecil ini !" ucap Aldo sambil terus menatap kearah Gisel .
Lama Aldo menatapi wajah Gisel, mungkin lantara capek sehingga matanya mulai redup dan tertidur dalam posisi duduk dengan kepalanya di letakkan di atas kasur tempat tidur.
Waktu demi waktu berlalu detik berganti menit, menit berganti jam begitulah seterusnya
hingga sang surya mulai menampakkan dirinya di ufuk timur .
Kicauan burung pagi begitu merdu menyambut sang mentari. cahaya matahari menembus masuk melewati pentilasi dan jendela kaca trasparan sehingga terbias menerpa wajah Gisel .
Gisel mulai menggerakkan kepalanya akibat silauan dari sinar mata hari pagi itu.
"Um ternyata sudah pagi " Gumam Gisel sambil mengucak lembut kedua kelopak matanya .
Tapi tiba tiba Gisel merasa sesak sebuah benda berat menghimpit kedua benda rahasia miliknya .
Gisel menggankat sedikit kepalanya dari posisi tidur dan tiba tiba matanya terbelalak melihat sebuah kepala sedang bentengger indah diatas dada miliknya.
" Dasar mesum ...." ucap Gisel sambil memukuli badan Aldo
Aldo yang sedang asyik tertidur merasa terganggu dengan teriakan gisel disertai beberapa pukulan mendarat diatas punggungnya .
" Berisik......." ucap Aldo memegangi tangan Gisel yang tidak henti hentinya memukuli dirinya .
Aldo mengkerutkan dahinya tak tau apa maksud perkataan dari Gisel itu.
" Maksud kau Apa! mengataiku mesum hah? ucap Aldo sedikit membantah kearah Gisel.
"Tuan meletakkan kepala Tuan diatas Da...da..saya ! ucap Gisel terbata bata .
"Begitu saja kau sampai seheboh ini! mengganggu tidur pagiKu dan memukuli sekujur tubuhKu " balas Aldo yang merasa terusik oleh ulah Gisel.
"Tuan bilang segitu hah! ...Tuan sudah menodai harga diri saya sebagai wanita" ucap Gisel tak mau kalah
"Kalau begitu kita gantia! Kamu yang tidur di dadaKu sekarang supaya harga diri kita sama sama ternodai bagai mana ? " ucap Aldo sambil mendekatkan wajahnya kewajah Gisel .
__ADS_1
Gisel yang mendapat perlakuan seperti itu segera menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.
wajah Gisel memerah antara takut dan malu atas perlakuan Aldo padanya.
"Menggemaskan sekali " ucap Aldo dalam hati .
"kalau kau tidak menjawab berarti Kamu setuju! ucap Aldo sambil tersenyum
Sontak membuat Gisel menggeleng gelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan usulan Aldo itu.
"Hay Anak kecil! ..biarpun Aku melakukan lebih dari itu to sah sah saja! Kita sudah resmi menikah sah menurut Agama dan hukum Kamu mengerti itu ? ucap Aldo
Gisel hanya terdiam apa yang di katakan Aldo benar adanya tho Aldo adalah suaminya sekarang
"Kenapa Kamu diam Apa kau ingin melakukan itu denganku sekarang " ucap Aldo tersenyum menatap Gisel .
Mendengar ucapan Aldo Gisel sontak berdiri dan memukul Aldo dengan Bantal
"Dasar musum ....." ucap Gisel sambil berlari keluar dari kamar itu .
👉budaya like , vote , and coment terimah kasih .
.
Pagi itu Gisel memasuki bilik kecil yang ditempatinya setelah menikah dengan Aldo.
Gisel menutup rapat pintu biliknya itu dan menguncinya sangat rapat . Gisel takut kalau kalau Tuan mesum itu mengejarnya hingga kebiliknya.
" Ahirnya ! ucap Gisel setelah menghempaskat tubuhnya diatas pembaringan .
Tidak beberapa lama kemudian dia bangkit dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket katena keringat .
Gisel sudah kelur dari bilik itu dengan rambut yang sedikit agak basah, Gisel membuka kembali pintu lemari pakaian dan mencari bekas pakaian pengguhi kamar sebelum dirinya.
Setelah menemukan apa yang diinginkan Gisel kembali ke tempat tidur dan mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang mini tersebut .
Ingatanya kembali kepada Elin, wanita parubaya yang ada dibilik besar itu .
Siapa sebenarnya wanita itu dan troma apa yang membuatnya sehingga sedemikian rupa mengunci diri? pertanyaan itu yang selalu timbul di hati Gisel .
Gisel bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu dengan sangat pelan Ia membuka pintu tersebut , matanya menoleh ke kiri dan ke kanan mencari sesuatu .
"Alhamdulillah Tuan mesum telah pergi" ucap Gisel sambil mengelus elus dadanya .
Gisel keluar kamar dengan mengendap endap seperti pencuri . tanpa ia sadari sepasang bola mata yang sedari tadi memperhatikannya dari kejauhan.
"Apa yang di lakukan gadis kecil ber dada rata itu " ucap Aldo samil terus memperhatikan gerak gerik Gisel .
Gisel terus melangkah mendekati kamar milik Elin dengan sangat pelan Ia membuka pintu kamar tersebut .
__ADS_1
Pandanganya berkeliaran mencari sosok wanita parubaya itu tapi tidak juga Ia temukan.
Gisel memasuki bilik itu dengan sangat hati hati.
"Dimana Nyonya Elin " ucapnya yang masih mencari kesana kemari .
Gisel melangkah mendekati bilik kamar mandi berharap kalau belia ada di dalam sana !
Gisel mengetung daun pintu kamar tersebut tapi tetap saja tidak ada jawaban dari beliau.
"Apa Nyonya Elin di dalam?" ucap Gisel sambil menarik gagang pintu kamar mandi .
"Astaga Nyonya " ucap Gisel berlari kecil setelah mendapati Elin berbaring tak sadarkan diri di lantai kamar mandi .
Karena tidak ada jawaban Gisel mencoba mengangkat tubuh Elin dan membopongnya keluar kamar itu .
Dengan perjuangan yang cukup dramatis Gisel akhirnya bisa membawa Elin ke tempat pembaringan .
Gisel meletakkan tubuh Elin diatas pembaringan dengan posisi terlentang di janggalnya kepala wanita itu dengan bantal.
Dari luar kamar Aldo terus memperhatikan Gisel dengan seksama .
"Apa gadis kecil itu tidak takut dengan Apa yang ibu lakukan kemarin padanya sehingga hampir saja merengguk nyawanya "ucap Aldo yang mengintip di balik pintu.
Sementara itu Gisel membuka lemari dan mengambil sebuah kain kecil setelah itu masuk kebilik kamar mandi .
Tidak lama kemudian Gisel keluar dengan kain basah yang sudah Ia peras terlebih dahulu .
Gisel menyapu rambut yang menutupi wajah Elin kemudian melap wajah wanita tersebut .
Gisel menatapi Elin dengan raut wajah sedih sesekali Ia mencium pundak tangan wanita tua itu .
Tidsk lama kemudian timbul gerakan gerakan kecil pada tubuh Elin .
"Uum......." gumam Elin
"Nyonya jangan banyak bergerak dulu kondisi Nyonya belum stabil betul! tunggu disini sebentar biar Gisel menyiampan sarapan buat Nyonya " ucap Gisel yang sangat kuatir tentang keadaan Elin .
Karna begitu lemah Elin tidak bisa berbuat apa lagi Ia hanya terdiam dan butiran Air mata keluar dari sudut matanya .
Melihat itu sontak Gisel menghapus dengan telapak tanganya .
"Nyonya jangan sedih Gisel akan terus menemani Nyonya apapun yang terjadi nanti" ucap Gisel memberi rasa nyaman dihati Elin .
Elin menatapi Gisel dengan sorot mata datar dan masih terus saja diam .
"Kalau begitu Nyonya tunggu disini jangan bergerak Gisel akan segera kembali." tanpa menunggu balasan balik Gisel terus melangkah keluar kamar .
Mendengar ada langkah mendekat kearah pintu Aldo segera berlari untuk bersembunyi .
__ADS_1
👉vote , like and comnt masih di tunggu ya kawan kawan .....trimah kasih .