
Hambali berbalik badan matanya membelalak ketika melihat gadis seumuran Gisel memegangi pergelangan tanganya.
"Ah ..Tuan Hambali" ucap Melly sambil melepaskan tangannya dari pergelangan tangan milik Hambali.
Hambali termaksud orang di segani di kota ini karena kedermawaanya Ia sering muncul di acara acara televisi baik nasional atau pun swasta.
Hambali sering memberikan bantuan ke daerah daerah yang terkena gempa atau banjir. Jadi jarang sekali orang di kota itu tidak mengenal siapa Hambali.
"Maaf Nona! Kenapa Anda memegangi tangan Saya" ucap Hambali dengan sangat sopan.
"Maaf Saya sekali lagi Tuan Hambali bukanya saya lancang, tadi saya mengira Anda ingin memukul teman Saya, jadi Saya menghalangi Anda" ucap Melly sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Oh ..tidak apa apa Nona. Anda hanya salah paham saja, tadi yang Anda lihat itu tidak seperti yang Anda pikirkan. Mana mungkin Saya memukul atau menyakiti sesorang di tempat umum seperti ini. Mungkin Anda tahu sendiri bagai mana Saya, kami sering memberi bantuan orang orang dalam kesusahan bukan! ucap Hambali berkilah.
"Benar Tuan! kalian itu keluarga dermawan keluarga Tuan sering memberikan bantuan kepada orang orang yang membutuhkan, jadi mana mungkin Anda menyakiti orang lain! maka dari Itu Melly minta maaf sekali lagi" ucap Melly kembali menundukkan kepala.
Gisel mengkerutkan dahinya. Ia benar benar tidak percaya dengan apa yang dilihat dan d dengarnya saat ini.
Seorang Hambali meminta maaf dan bertutur sapa sangat sopan kepada seseorang.
"Kalau begitu Saya permisi dulu. Dan Kamu Gadis kecil jaga diriMu suatu saat kita akan berjumpa lagi" ucap Hambali menatap kearah Gisel.
Gisel tidak menggubris sama sekali ucapan Hambali, Ia hanya terdiam dan terpaku, Didalam pikiranya benar benar tidak yakin apa yang dia lihat dan dengar dari mulut seorang Hambali.
"Gisel ...." ucap Melly merlari kecil mendekati Gisel saat Hambali sudah pergi meninggalkan tempat itu.
Gisel tersenyum lepas dan membentangkan tanganya di udara.
"Melly ...." ucap Gisel menyambut pelukan dari Melly.
__ADS_1
Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain sambil melompat lompat kecil gaya anak ABG jaman now.
"Aku sangat merinduhkanMu ..." ucap.Melly sambil melepaskan pelukanya terhadap Gisel.
"Aku tidak...." balas Gisel cengengesan.
"Kau ini..." ucap Melly sedikit ngambek sambil memukul pundak Gisel.
"Sakit tahu ...! Iya iya Aku juga sangat merindukaMmu. Kamulah satu satunya saudaraku di dunia ini walau kita tidak memiliki jalinan darah! Ayo duduk dulu" Ucap Gisel sambil mengajak Melly duduk di kursi panjang yang ada di depan mereka saat itu.
Melly hanya mengangguk tanda setuju dan melangkah mendekati kursi besi yang berlapiskan aluminium.
"Gisel maafkan Aku ...." ucap Melly sambil memeluk kembali tubuh Gisel setelah mereka duduk berdua di sana.
Air mata Melly menetes di pipinya dan membasahi pundak milik Gisel.
"Sudah jangan menagis lagi, Aku baik baik saja kok" ucap Gisel melepaskan pelukanya dari Melly dan menghapus air mata milik Melly dengan ibu jarinya.
"Tapi Apa kau bahagia Gi dengan Tuan Aldo? Semua orang tau siapa Tuan Aldo itu, Dia itu pengusaha dingin arogant dan tidak mengenal belas kasihan. Aku sangat takut dia menyiksaMu selama ini" ucap Melly sambil memegngi kedua bahu milik Gisel.
"Dimana Kamu tau kalau Tuan Aldo itu dingin dan arogant, sedangkan yang Aku tahu waktu itu Kamu belum mengenalnya sama sekali" balas Gisel.
Melly menarik nafas panjang dan menghempaskanya sangat pelan.
"Betul ..! dulu Aku tidak mengenalnya sama sekali! Tetapi setelah Ia menculikMu, Aku berusaha mencari informasi tentang dirinya, dan betapa kagetnya Aku setelah tahu siapa sebenarnya Tuan Aldo itu! Kalau Kau mau tau semua tentang Tuan Aldo, coba Kau baca majalah bisnis ini, maka disitu dipaparkan mulai dari kehidupan pribadinya, cinta sampai bisnisnya semua tersaji disitu."ucap Melly sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah majalah dari dalam sana.
ALDO
__ADS_1
Gisel mengambil majalah yang ada di tangan Melly dan mulai membuka halaman demi halaman yang ada di majalah itu.
Benar kata melly semua isi majalah memuat tentang Aldo.
Tanganya berhenti ketika melihat poto Gina terpapar juga di sana"pacar sang penguasa bisnis telah kembali" begitulah kira kira judul halaman yang di buka Gisel saat itu.
Ada rasa lain dalam hatinya ketika membaca judul bab itu.
"Tidak ...tidak ..ini tidak mungkin mana mungkin Aku cemburu dengan Dia" ucap Gisel sangat pelan hampir hampir tidak kedengaran di telinga.
"Cemburu Apa ? ucap Melly secara tiba tiba .
Gisel memelototkan matanya wajahnya memerah tak kalah mendengar ucapan Melly.
" Ah Kamu ini ..! maksud saya itu pohon cemara" kilah Gisel sambil menunjuk gambar pohon cemara yang ada di dalam majalah itu.
"Oh ....Gi Aku lupa ! Apa hubunganMu dengan Tuan Hambali? tadi Aku melihat Dia memandangMu sangat berbeda sekali, sepertinya Ia menyembunyikan sesuatu dari sorot matanya" ucap Melly memandang kearah Gisel yang sibuk membuka halaman demi halaman majalah itu.
Gisel menghentikan gerakan tanganya dan mendogak kearah Melly.
"Kami tidak ada hubungan sama sekali, mungkin Kamu cuman salah melihat" ucap Gisel berbohong untuk menutupi identitasnya.
"Iya juga shi mana mungkin orang kaya dan dermawan seperti mereka itu ada hubunga dengan orang biasa seperti kita ini! bisa jadi shi ada ya cuman gitu dhe antara majikan dan bawahan dengan kata lain Tuan dan babu hi ..hi ..hi" ucap Melly sambil cengengesan.
"Jangan menilai orang terlalu cepat! kadang kita melihat orang baik tapi sifat aslinya jahat, begitu pula sebaliknya kita melihat orang dingin dan arogant tapi aslinya kayak bayi! jangan hanya memandang gunung dari jauh kemudian kau memujinya seketika itu juga, karna kamu bisa tertipu saat kau sudah berada disana.Gunung yang Kamu pandang cantik dan sanjung sanjung saat jauh ternyata saat berada disana kau baru sadar kalau di gunung itu penuh dengan lembah yang terjal serta binatang buas yang sewaktu waktu bisa merenggut nyawamu" ucap Gisel.
Melly cuman mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Ia benar benar tidak mengerti maksud dari ucapan Gisel barusan Ah masa bodolah namanya juga Melly.
"Ah sudalah..Ayo kita cari minum Aku haus! tapi Kamu yang traktir Ok! ucap Gisel berdiri dan melangkah meninggalkan Melly yang masih begong di sana.
__ADS_1
"Uh dasar ..." ucap Melly ikut berdiri dan mengikuti Gisel dari belakang.