ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
124. RINDU TULANG PUNGGUNG KELUARGA.


__ADS_3

Rindu hanya terdiam, di dalam pikiranya berkecamuk. Dimana lagi Ia harus mencari uang untuk biaya opersai ibunya, bayar ruang inap rumah sakit dan obat obatan ibunya saja Ia sudah kewalahan, apalagi ditambah bayar biaya operasi yang jumlahnya terbilang mahal baginya yang berada ditaraf hidup sangat sederhana.


"Nak Rindu kamu kenapa!" ucap Dokter Herman menepuk lengan Rindu yang saat itu sedang melamun di depanya.


" Eee..maaf..maaf!" balas Rindu yang langsung tersadar dari lamunanya.


"Bagaimana Nak! Kapan kira kira Kamu bisa mendapatkan Uangnya, agar operasi mengankat sel kanker dari tubuh IbuMu segera di laksanakan,?" ucap Dokter Herman lagi kepada Rindu.


"Tolong beri Aku waktu Dok! Aku akan secepatnya memberi kabar pada pihak rumah sakit jikalau Aku sudah mendapatkan biayanya," balas Rindu kapada Dokter herman.


"Baiklah tapi jangan terlalu lama ya! takutnya nanti, bila terus di perlambat operasinya, nyawa IbuMu tidak bisa tertolong lagi," ucap Dokter Herman kembali menepuk lengan Rindu yang saat itu tertunduk menahan air matanya yang sudah tidak bisa Ia bendung lagi.


Sementara di luar kamar, pas di belakang pintu kamar, dimana Ibu Rindu sedang dirawat. Seorang pria muda sedang asyik mendengarkan percakapan antara Rindu dengan Dokter Herman dalam kamar tersebut.


"Kasihan Juga gadis itu! Ia harus menanggung sendiri beban hidup dengan membiayai pengobatan ibunya" ucap pria itu yang terus mendekatkan daun telinganya di balik daun pintu kamar itu.

__ADS_1


"Kalau begitu Aku permisi dulu Nak! Kalau ada apa apa Nak Rindu jangan sungkan sungkan menelpon atau penghubungi Aku langsung," ucap Dokter Herman yang sudah ingin beranjak pergi dari ruangan itu.


"Baik Dok! dan terimah kasih atas semuanya," balas Rindu.


Dokter Herman tersenyum dan beranjak menuju arah pintu keluar.


Mendengar ada langkah kaki mendekati pintu, Dirga langsung pergi meninggalkan tempat itu, untuk menghindari kalau kalau Dokter Herman menangkap basah dirinya sedang menguping pembicaraannya tadi dengan Rindu.


Setelah kepergian Dokter Herman, Rindu melangkah mendekati Ibunya yang sedang tertidur pulas diatas pembaringan. Rindu mendudukkan tubuhnya di kursi kosong tepat di samping pembaringan Ibunya.


"Bu bertahanlah! Rindu akan melakukan apa pun demi kesembuhan Ibu" ucap Rindu mencium punggung tangan Ibunya yang tertidur pulas akibat pengaruh obat yang disuntikkan dokter Herman padanya tadi.


Rindu harus menghentikan pendidikanya sampai tamatan sekolah lanjutan tingkat pertama saja, dan membating tulang membiayai pengobatan Ibunya serta adik pungsunya yang masih duduk di sekolah dasar.


Tak lama kemudian setelah puas menagis dan mencurahkan isi hatinya. Rindu bangkit dari tempat duduknya dan berbalik ingin mengambil tisu diatas nakas.

__ADS_1


Tapi alangkah terkejutnya Ia, ketika melihat Dirga sedang berdiri di hadapanya dan menyandarkan tubuhnya di dinding tembok ruangan itu.


"Ada apa Kamu kemari! dan siapa yang mengizinkanMu masuk kedalam kamar ini," bentak Rindu pada Dirga.


Dirga melangkah mendekat kearah Rindu.


"Aku mau mengambil KTPKu, yang tadi Kamu rampas dari dompetKu,"balas Dirga yang terus mendekat kearah Rindu.


"Aku tidak mau memberikannya padaMu, sebelum kendaraanKu Kamu perbaiki terlebih dulu," balas Rindu melototin Dirga.


"Iya Aku akan bertanggung jawab tapi berikan dulu kartu identitasKu itu! banyak hal yang tidak bisa Aku lakukan tanpa Aku memegan kartu Itu," ucap Dirga sedikit memohon pada Rindu.


Lama Rindu terdiam. Hingga akhirnya Ia menyerah dan juga kasihan melihat Dirga dengan wajah memelasnya.


"Baiklah akan kuberi ini padaMu tapi awas saja lalau kamu mencoba membohongiku dan lari dari tanggung jawabMu. Aku akan memburuMu sampai lobang semut sekalipun" balas Rindu sembari memberi sebuah kartu kecil pada Dirga.

__ADS_1


**Ceritanya Akan Author teruskan sampai tamat, tapi up untuk hari ini sampai tanggal 31 cukup sedikit nanti tanggal 1 bulan depan baru normal lagi seperti biasanya, jadi kawan kawan jangan kuatir ya!.


👉tetap beri vote, coment, like dan rate bontang limanya ya trimah kasih


__ADS_2