
Lina tetap saja mengemudikan motornya dengan sangat pelan, ancaman Aldo benar benar sudah bersarang di dalam otak kecilnya itu.
"Lin tadi kayak siput kenapa sekarang kayak undur undur shi" ucap Gisel protes karna cara mengemudi Lina masih sama seperti tadi saat Ia menghantarnya ke Mall.
"Aku masih takut dengan ancaman Tuan Aldo padaku! kalau dipikir pikir Nona ini benar benar serasi dengan Tuan Aldo satu dingin dan satunya lagi cerewet! kemungkinan anak anak kalian kalau sudah menikah nantinya antara bawel atau pendiam" ucap Lina asal coplos.
Gisel merotasikan kedua matanya sembari menepuk neput helm yang Ia pake.
"Ide amit amit ...cabang bayi! punya anak dari pria kasar dan aneh seperti Tuan Aldo itu" ucap Gisel
Lina cuman terbahak bahak melihat tingkah Gisel dari dalam kaca spionya.
Cukup memakan waktu yang lama kini motor yang dinaiki mereka berdua sudah terparkir di depan pintu gerbang mension milik Aldo .
"Ni sudah sampai di depan rumah suamimu ha ha ha" ucap Lina yang belum tau sama sekali kali Gisel dan Aldo sudah menikah.
Gisel memukul punghung Lina sedikit agak keras sehingga si empunya menjerit keras
"Aww.....sadis banget shi" ucap Lina sambil mengelus elus pundaknya.
"Rasain makanya jangan suka menjailin orang " ucap Gisel sembari membuka helm di kepalanya dan menyerahkan kepada Lina.
"Siapa tau jodoh beneran ha ha ha!" ucap Lina yang masih saja mengusili Gisel sambil menyimpan helm pada gantungan yang ada di selah selah kakinya.
__ADS_1
"Au Ah ...ini ongkosnya" ucap Gisel sambil memberi uang koin 500 rupiah ke pada Lina sambil berlalu pergi memasuki halaman mension besar itu.
"Dasar kere ...ucap Lina sembari menaikkan gas motornya ke arah depan meninggalkan mension Itu.
Sementara itu Gisel melangkah terus memasuki halaman rumah megah itu setelah tiba di depan pintu dengan pelan pelan sekali Ia memutar gaganya dan membukanya dengan sagat pelan.
"Mungkin Ia tertidur" ucap Gisel sedikit mengelus dadanya.
Gisel mengendap endap masuk kedalam ruangan tapi seketika ia berhenti karena merasa ada yang janggal di dalam mension itu
"Kenapa tak satupun pelayan ada di ruangan ini ? padahal setiap hari pasti ada saja pelayan yang membersihkan atau mondar mandir di daerah sini ! kenapa hari ini tak satu pun dari mereka menampakkan diri sini? " ucap Gisel sambil berputar memandang kesetiap penjuru ruangan itu .
Dengan berjinjit dan sepatu kasual di tanganya Gisel melangkah sangat hati hati sekali menuju kearah kamarnya.
Tapi belum juga melewati Ruang tamu seseorang menegurnya dari arah sana.
Gisel hanya tertunduk dia tidak berani sedikitpun menatap kearah Aldo.
Aldo mengeryitkat dahinya melihat kearah Gisel.
"Kemarilah ...." ucap Aldo
__ADS_1
Gisel melangkah mendekati Aldo tetapi masih tertinduk seperti tadi .
Aldo tersenyum melihat tingkah Gisel yang mirip anak kecil yang tertangkap basa sedang mencuri jambu milik tetangga.
"Dari mana saja kau kenapa jam segini baru pulang " ucap Aldo mengulang pertanyaanya.
"Maaf Tuan Aldo ...saya habis ketemu sahabat saya di Mall, kami makan sambil cerita hingga saya tak ingat waktu, sekali lagi maafkan saya " ucap Gisel kini menatap kearah Aldo dan membuat mata mereka saling bertatapan.
"Laki laki atau perempuan" ucap Aldo sedikit tegas
" perempuan Tuan " balas Gisel
"Bagus awas saja kau kau berani bertemu seorang lelaki di belakangku..Akan kupatahkan leher lelaki itu ! kau mengerti" ucap Aldo sedikit membentak .
"Baik Tuan ..saya sangat mengerti" ucap Gisel padahal Ia tidak mengerti kenapa Aldo melarangnya bertemu dengan seorang laki laki.
"Bagus kalau begitu ..sebagai hukumannya karna kau terlambat! kau buatkan Aku masakan yang paling enak yang Kau tau karna hari ini semua pelayan dan koki sudah Aku liburkan dan ibu sudah di antar oleh docter pribadiku untuk melakukan pemeriksaan jadi tinggal kita berdua Aku yang jadi Tuanya dan kau jadi pelayanku" ucap Aldo tanpa memandang kearah Gisel.
"Ah........." ucap Gisel memplototkan matanya.
"Mau tidak ....." ucap Aldo sambil menahan senyum dibibirnya melihat reaksi Gisel.
"Mau Tuan ...ma...u" ucap Gisel terbata bata sambil berlalu pergi meninggalkan Aldo sendirian .
__ADS_1
Seketika tawa Aldo pecah memenuhi ruangan itu.
👉hay kawan kawan tetap beri vote, like ,coment serta follow ya makasih .