
Kembali Aldo mengendarai mobilnya menuju ke kediamanya, Gisel hanya termenung menik mati pemanangan kota dari arah jendela mobil.
Tidak butuh waktu lama kini mereka sampai di halaman rumah besar di pertengahan koto .
Aldo memasukkan mobilnya dalam garasi mobil rumah tersebut.
"Turunlah! biar barang barangmu nanti di bawah oleh pelayan ke kamarmu ucapnya kepada Gisel
Gisel cuman mengangguk pelan tanda setuju.
Mereka berdua memasuki rumah besar itu dan menuju ke kamar masing masing.
Gisel menghempaskan tubuhnya diatas kasur bayangan kejadian hari ini terus berputar silih berganti bagai sebuah film yang setiap saat bisa di putar kembali olehnya.
"pria itu tidak bisa di tebak dia seperti bunglon yang setiap saat bisa berubah, terkadang baik dan terkadang pula menjengkelkan! Ah buat apa juga aku memikirkan pria mesum itu " ucap Gisel sambil menggaruk garuk kepalanya .
Tak lama kemudian Gisel bangkit dari pembaringanya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak butuh waktu lama kini Gisel sudah selesai dengan ritual mandinya tubuhnya hanya dililit handuk kecil untuk menutupi area terlarangnya, Gisel mencoba mencari pakaian lain dalam lemari tapi belum juga ia membuka lemari tersebut pintu kamarnya di ketuk dari luar.
__ADS_1
Gisel berlari mengambil kimono handuk yang di gantungnya di samping kamar mandi .
"Sebentar......." ucapnya sambil memakai baju kimononya .
Setelah benar banar siap Gisel melangkah mendekati pintu dan membukanya dengan pelan matanya melotot ketika melihat Surti dan tiga wanita asing berdiri dihadapan.
"Nyonya boleh kami masuk " ucap Surti sambil menenteng dua tas besar berisi barang milik Gisel .
Gisel hanya menganggu dan masih bengong melihat kedatangan tiga wanita asing itu.
setelah mereka berada di dalam kamar surti meletakkan barang barang Gisel dalam lemari .
"Oya Nyonya kenalin! mereka bertiga adalah penata rias yang sengaja Tuan muda datangkan dari luar kota untuk mendandani Anda malam ini "Ucap Surti sambil menyuruh para penata rias itu memperkenalkan kepada Gisel.
"Kalau saya Anjani Nyonya tugas saya sebagai "desainer "ucap Anjani sambil menundukkan kepala .
Gisel hanya mengangguk kecil Ia masih belum mengerti tujuan Aldo melakukan ini semua terhadapnya.
"Bi Apa sebenarnya Tuan Aldo melakukan semua ini? ucap Gisel kepada Surti.
__ADS_1
"Kata Tuan muda ..beliau akan mengajak Nyonya untuk menemaninya ke acara ulang tahun teman bisnisnya" ucap surti menatap kearah Gisel .
"Kenapa Tuan muda mengajak saya? ..kan diluaran sana masih banyak cewek cantik ,seksi, tinggi yang bisa dia gandeng untuk menemaninya !" ucap Gisel sedikit protes.
"Kalau itu saya tidak berani tanya kepada tuan Nyonya" Ucap Surti .
"Nyonya mari sebelum acara dimulai Nyonya harus sudah siap" ucap selfi mengajak Gisel untuk segera di dandanin.
Gisel hanya pasrah mengikuti selfi ke depan cermin rias yang ada di kamar itu .
" Silahkan duduk Nyonya ...supaya kami bisa memulainya segera" ujar selfi lagi.
Gisel kembali menurut mengikuti perintah sang penata rias ....
Kini kedua adik beradik itu memainkan alat make upnya. inci demi inci wajah Gisel di poles dengan begitu rupa sampai mereka takjub sendiri akan hasil riasannya.
"Nyonya muda sangat cantik ...sudah banyak wanita cantik yang kami rias tapi baru kali ini kami betul betul puas dengan hasi kerja kami" ucap selfi tersenyum melihat hasil kerjanya.
"Betul Nyonya ...Andalah wanita yang pertama yang kami rias tanpa perlu banyak embel embelnya ..Anda bagaikan mutiara mau diapainpun tetap akan menjadi mutiara" ujar Sulfiana menambahkan.
__ADS_1
Gisel hanya cengegesan mendengar kedua wanita itu saling mengoceh .
👉like ,coment , votenya ...author masih tunggu trimah kasih..