
Sementara itu dirumah Hambali. Nampak pria itu sedang marah besar, Semua benda disekelilingnya Ia hamburkan sakin emosinya.
"Dasar perempuan Sialan! Andai Aku tau Kalau Ia menyusahkanKu seperti ini, Baru lahir Aku sudah mencekiknya sampai mati! Sial..sial..sial.." ucap Hambali dengan penuh emosi dan melempari layar televisi yang ada di hadapanya hingga pecah dan tidak berbentuk lagi.
Pria paru baya itu menjatuhkan tubuhnya diatas sofa dan menyandarkan tubuhnya di punggung sofa sambil mengusap kasar wajahnya.
Tina dan Dewi yang baru saja datang begitu heran melihat rumah mereka bak kapal pecah yang habis menabrak karang.
Mereka berdua melangkah masuk dan melihat Hambali yang sedang duduk termenung diatas sofa.
"Sayang apa apaan ini?" ucap Tina mendekat kearah Hambali.
"Kalian ini dari mana saja! Kenapa jam segini kalian baru pulang kerumah" bentak Hambali meluangkan amarahnya kepada Tina dan Dewi.
"Coba lihat Sayang Kami berdua dari berbelanja! Kan kasihan uang banyak seperti yang Kita punya tidak dihambur hamburkan" balas Tina sambil memperlihatkan barang belanjaanya.
__ADS_1
"Kalian berdua ini memang tidak ada puas puas untuk mengambur hamburkan uangKu! Kau lihat sekarang, sebentar lagi Aku bangkut. jadi, siap siaplah untuk jadi orang miskin" bentak hambali kepada dua orang itu.
Mata Tina dan Dewi terbelalak mendengar ucapan dari Hambali.
"Sayang apa maksud dari ucapanMu tadi" ucap Tina sambil memegangi lengan Hambali.
Lama Hambali menjawab.Ia menghela nafas panjang dan membuangnya dengan begitu pelan.
"Sebentar lagi Kita akan bangkrut, Setengah dari harta kekayaanKu sudah Aku pertaruhkan pada tender yang selama ini Aku gadang gadang jadi milikKu tapi, akhirnya kandas di tangan perempuan Iblis itu" ucap Hambali menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya sambil tertunduk lesu.
Tina dan Dewi kembali memandang satu dengan yang lain sambil mengedipkan bahunya.
"Siapa lagi Kalau bukan Dia" balas Hambali yang tertunduk lesuh memandangi lantai rumahnya.
"Kenapa bisa perempuan itu memegang kendali proyek raksasa milik perusahaan A&J. Dan Dimana pula Dia mendapat kuasa yang begitu besar hingga bisa menyingkirkanMu dalam menguasai tender tersebut" balas Tina begitu heran akan posisi Gisel ysng dengan mudah menyingkirkan Hambali.
__ADS_1
"Aku juga tidak Tau kenapa dengan mudanya Tuan Aldo memberikan kuasa padanya! yang jelasnya Ia itu hantu yang setiap saat muncul untuk memghantui keluarga ini" balas hambali yang masih tertunduk lesu.
"Atau jangan jangan Gisel itu simpanan dari Tuan Aldo pah! ucap Dewi memotong pembicaraan kedua orang Tuanya.
Hambali dan Tina segera mendongakkan kepalanya dan memandang kearah Dewi yang saat itu sedang berdiri di depan mereka berdua.
"Mana mungkin Tuan Aldo mau denganya kecuali, Iya yang merayunya dan menyerahkan tubuhnya kepada Tuan yang tak punya hati itu" ucap Tina
"Kalau itu sampai terjadi maka tamatlah riwat Kita! Tuan Aldo tidak akan memberi hidup tenang kepada siapapun yang mengganggu ketenangan orang orang terdekatnya. Maka dari itu Kau harus merebut hati Tuan Aldo bagaimanapun caranya. Jangan hanya pintar menghabiskan uang tanpa tau mencetaknya"ucap Hambali.
"Betul kata papaMu! Kau itu cantik, pintar dan dan terkenal di dunia modeling.Bila di banding dengan Gisel, Dia itu tidak ada apa apanya di bandingkan diriMu, Dan Ini kesempatan Emas bagi Keluarga kita untuk mendekati milyader seperti Tuan Aldo.
"Baiklah pah, ma! mulai sekarang Aku akan berusaha merebut hati milyader kaya dan membuatnya bertekuk lutut di bawah telapak kakiKu sehingga Ia tidak akan bisa lari dari genggaman tanganKu" ucap Dewi begitu yakin bisa merebut hati Aldo.
"Ini baru anak papa" ucap Hambali begitu senang mendengar ucapan dari Dewi.
__ADS_1
Ketiganya pun tertawa riang dengan Ide cemerlang yang baru saja mereka dapatkan.
👉tetep beri like ,vote dan comen serta rate bintang 5 ya ..makasih.