ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
65. VIDEO CALL.


__ADS_3

Melly dan Rindu masih terus terperagah melihat seisi rungan Restaurn itu seakan akan tak percaya apa yang mereka alami saat ini.


"Gi benaran nich kau sanggup membayar semua makanan dan minuman yang kau pesan tadi" ucap Rindu menanyakan kembali pertanyaannya yang sebelumnya.


"Tenanglah tidak mungkin aku mengajak kalian kesini kalau Aku tak sanggup untuk membayarnya jadi kuharap tenanglah dan nikmati saja ya " ucap Gisel menghilangkan ke kuatiran kepada kedua sahabatnya itu.


"Iya ini baru juga kenal bawelnya luar biasa nich anak" Balas Melly memandang kearah Rindu.


Tidak lama kemudian 3 pelayan memnghampiri mereka bertiga, dua pelayan mendorong gerobak kecil yang diatasnya di penuhi dengan berbagai jenis makan dan minuman.


Mereka meletakkan makanan dan minuman tersebut diatas meja dan menatanya sedemikian rupa supaya sang pelanggan semakin tertarik untuk menikmati makanan tersebut.


"Silahkan Nona Nona menikmati makanan dan minuman di restaurn kami" ucap salah satu pelanyan yang berdiri pas di samping Gisel saat itu. sementara kedua temanya berbalik dan meninggalkan mereka sambil mendorong kembali gerobak mereka.


"Trimah kasih Mba! ucap mereka secara bersamaan


"Ayo makan jangan malu malu" ucap Gisel mengajak kedua temanya untuk menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka saat itu.


Tanpa menjawab lagi keduanya langsung melahap semua hidangan yang tersaji diatas meja.


"Enak sekali .." ucap Rindu sambil terus mengunya makanan dalam mulutnya.


"Iya seumur umur baru kali ini Aku merasakan makanan seenak ini" ucap Melly tak kalah hebohnya mencobai semua makanan yang ada di depanya.


"Dasar norak ! " ucap pelayan yang sedari tadi berdiri di samping Gisel.


Gisel hanya menggeleng geleng kepalanya mendengar ucapan pelayan itu.


"Mba Ayo ikut kami makan" Ajak Gisel kepada pelayan itu.


"Trimah kasih banyak! Tapi maaf saya masih kenyang" ucap pelayan tersebut dengan sopan tapi bibirnya mencibir.


Tak lama kemudia mereka sudah menyelesaikan makan mereka.


"Rin ..! Kecil kecil makanMu kuat bangat kau puasa tiga hari tiga malam ya ?" ucap Melly terbelalak melihat piring dan mangkok di depan Rindu hampir hampir mengkilat dibuatnya.

__ADS_1


"Apaan sih! Enak tau, Gi apa boleh bungkus he he he...." ucap Rindu sedikit memperlihatkan gigi putihnya kearah Gisel.


"Nich Anak dikasih jantung minta hati.." ucap Melly menapok bahu Rindu dengan handponenya.


Gisel hanya tertawa melihat tingkah kedua temanya itu, ada rasa bahagia tersendiri di hatinya bisa membahagiakan kedua temanya


"Rina, Dilla kemarilah " panggil pelayan yang sedari tadi berdiri di samping Gisel kepada kedua temanya.


Tidak lama kemudia kedua pelayan yang di panggilnya mendekat sambil membawah gerobak kosong.


"Bersihkan semua piring, mangkok dan gelas yang ada diatas meja" perintah sang pelayan kepada kedua temanya.


Tidak begitu lama meja yang di tempati Gisel dan kedua temanya kini sudah kincolong lagi seperti sedia kalah.


"Nona bisa Anda menyelesaikan pembayarannya sekarang " ucap pelayan itu kepada Gisel seolah olah tidak yakin kalau Gisel mampu membayar uang tagihan makanan mereka.


"Oh iya maaf mba! ucap Gisel sambil mengeluarkan kartu Atm dari tas kecilnya.


Tiba tiba mata sang pelayan itu terbelalak saat melihat kartu Atm yang ada di tangan Gisel saat itu.


"Maaf! maaf Nona, Apa ada yang bisa kami sediakan lagi untuk Anda" ucap Pelayan itu sangat lembut kepada mereka bertiga


Melly dan Rindu melipat kedua dahinya dan saling memandang. Mereka berdua tidak percaya perubahan besar yang terjadi pada pelayan itu yang tadinya sinis kok sekarang menjadi lembut kayak selimut.


"Pesanlah makanan yang ingin kalian bawah pulang" ucap Gisel kepada kedua temanya.


"Benaran Mba bisa" ucap Rindu kepada pelayan itu.


"Sangat bisa! silahkan Anda pesan Nona kami akan menyediakan untuk Anda" ucap pelayan itu dengan sangat ramah.


"Aku juga ...Aku juga" ucap Melly tidak mau kalah.


Kembali Gisel terbahak bahak dibuatnya.


Tidak lama kemudian sang pelayan datang membawa kembali kartu Atm milik Gisel sambil menenteng dua kantongan besar berisi makanan pesanan Melly dan Rindu.

__ADS_1


Sementara itu di kantor Aldo, pria tampan itu sedang duduk sambil bersandar di kursi kebesaranya. Rasa letih habis meeting membuatnya sedikit lelah itu nampak dari raut wajahnya.


Tiba tiba handpone miliknya berbunyi, ada sebuah pesan singkat masuk. Aldo mengambil benda pipih itu yang sedari tadi di letakkan diatas meja.


Matanya terbelalak tapi bibirnya tersenyum lebar setelah membaca isi pesan singkat teesebut. Bagaimana tidak matanya terbelalak ketika melihat 5 juta hanya untuk makan di restauran, tapi yang membuatnya teesenyum Gisel kini mau menggunakan Atm itu untuk memenuhi kebutuhanya.


"Akhirnya gadis mungil itu mau juga membantuku menghabisi uangKu sudah tidak terhitung lagi jumlahnya! Aku kangen padanya! Lebih baik Aku menghubunginya" ucap Aldo tersenyum senyum sendiri


Tidak lama kemudian Aldo melakukan video Call dengan Gisel.


"Kau dimana sekarang ..." ucap Aldo setelah memandang wajah Gisel di dalam layar handponenya.


"Saya habis makan Tuan! Ada apa Tuan menghubungiKu?" balas Gisel dari dalam handpone.


"Aku hanya memastikan Kau masih hidup atau sudah di alam lain! Coba arahkan kamerahMu ke depan samping dan kearah belakang cepat" ucap Aldo penasaran siapa yang ditemani Gisel makan saat itu.


"Apaan si Aku masih hidup kalie! untuk apa mengarahkan kamera kearah lain" jawab Gisel yang heran dengan perintah Aldo.


"Arahkan saja sapa tau Ada laki laki yang kau temani di sana" ucap Aldo sedikit membentak.


"Iya ..iya dasar arogant" ucap Gisel


Gisel mengarahkan kameranya kearah kedua temanya dan di sambut lambaian tangan dari Melly dan Rindu.


"Ternyata Dia bersama si Mellon juga" ucap Aldo .


"Gi si Mellon itu siapa ya?" ucap Melly kepada Gisel setelah kamera mengarah kearah Gisel tapi didengar jelas oleh Aldo.


"Kau salah dengar Tuan Aldo bertanya Apa kita tadi makan melon" kilah Gisel.


Aldo terkekeh mendengar kedua wanita yang sedang berbicara di dalam handponenya.


"Cepat pulang! jangan keluyuran kemana mana lagi setelah ini! Awas saja kalau aku yang duluan sampai dirumah dibanding diriMu, aku akan menghukumMu paham?" Ancam Aldo kepada Gisel.


"Iya ..iya setelah ini Aku pulang" ucap Gisel dan menyelesaikan panggilan video callnya dengan Aldo.

__ADS_1


👉hay silessurang ogiku dan teman teman senusantara tetap like, vote , coment , favirite ..gratis kok trimah kasih.


__ADS_2