ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
49. IMUT IMUT SERIGALA


__ADS_3

Aldo dan Gisel kini keluar dari dalam kamar. Hari ini Aldo mengajak Gisel untuk menemaninya sarapan pagi.


Awalnya Gisel menolak tapi, gitu de Aldo punya seribuh satu cara supaya Gisel mau menuruti keinginanya. Ya tentunya dengan adegan drama begitu panjang.


"Cepatan! Kak ada ya manusia lambatnya seperti kura kura!" ucap Aldo yang sudah berjalan di depan dan berhenti sejenak menunggui Gisel yang sedari tadi mengekorinya dari belakang.


"Iya ..ini juga sudah sangat cepat kok! kaki Tuan saja yang kepanjangan sehingga Gisel tidak bisa mengejarnya" Gerutu Gisel yang jengkel di samaka dengan kura kura.


"Kau ini mandai sekali mengelak! cepatan gak atau mau Aku gendong?" ucap Aldo sedikit memandang sinis tapi bibirnya tersungging.


Joni yang sedari tadi menunggu di dalam mobil hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil antara Aldo dan Gisel.


"Harusnya mereka tu Om dan kemanakan! pria tinggi besar dan tua sedangkan perempuanya mini malis kayak rumah ha ha ha" ucap Joni dalam mobil sambil tertawa terbahak bahak.


Keduanya kini sudah berada di dekat mobil mewah yang akan mereka pakai untuk menuju restorn langganan keluarga Aldo.


"Cepat masuk ?" ujar Aldo pada Gisel


Gisel segera menarik gagang pintu mobil bagian depan tapi lagi lagi Aldo menutupnya dengan cepat.


" Bukan di depan tapi di belakan bodoh!" ucap Aldo sambil menyentil jidat milik Gisel.


"Sakit tau..... " ucap Gisel protes sambil mengusap usap dahinya yang habis di sentil oleh Aldo.


"Masuk cepat ...." ucap Aldo sambil membukakan pintu mobil buat Gisel.


Joni yang melihat perlakuan Aldo kepada Gisel melipat dua kali jidadnya, benar banar baru kali ini Aldo memperlakukan seseorang agak sedikit lembut.


Setelah keduanya memasuki mobil Joni menyalakan mesin mobil dan menjalankanya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Suasana dalam mobil terasa hening hanya suara deru mobil yang sedikit terdengar di daun telinga mereka masing masing.


Sesekali Joni mencuri pandang kepada mereka berdua melalui kaca spion yang ada diatas kepala sebelah kiri.


Tanpa sengaja matanya dan mata Aldo saling bertemu di dalam kaca spion tersebut.


"Ada apa kau lihat lihat Ah! Atau jangan jangan kau mau bermain mata dengan Gadis mini ini!" ucap Aldo sinis kepada Joni sambil menepuk jok yang diduduki Joni saat itu .


"Ma...af Tuan! itu tidak seperti apa yang Anda pikirkan " Kilah Joni yang tertangkap basah sedang memandang mereka dari dalam kaca spion.


"Sekali lagi Kau melakukanya Awas saja! Akan ku colok kedua biji mataMu itu" ucap Aldo memandang sinis ke arah punggung joni yang sedang membelakanginya saat itu.


Gisel hanya mengedipkan bahunya Ia benar tak tau apa yang mereka perdebatkan saat ini.


"Kemarilah...kita tukar posisi! Aku tidak mau jomlo akut ini mencuri curi pandang dariMu" ucap Aldo sambil menarik tangan Gisel untuk bertukar tempat duduk.


"Baiklah kalau begitu" ucap Aldo langsung mengangkat tubuh mungil Gisel dan menduduk di pangkuanya.


"Aww...Tuan turunin" ucap Gisel sedikit merontah.


"Diamlah ..." bentak Aldo sambil melilitkan kedua tanganya di perut Gisel.


Gisel hanya terdiam setelah mendengar bentakan dari Aldo.


"Dasar posesif ..." ucap Joni dalam hati .


Aldo terus memeluk tubuh milik Gisel yang sedang duduk terdiam diatas pangkuanya .


Sesekali Ia menciumi rambut panjang milik Gisel yang Gisel biarkan terurai begitu saja.

__ADS_1


Ada rasa nyaman dalam hati Aldo saat melakukan hal itu kepada Gisel rasanya Ia tidak ingin waktu itu berlalu begitu saja.


"Kenapa gadis ini membuatku begitu nyaman seolah oleh gadis ini mengandung candu yang memabukkan hati dan batinKu" ujar Aldo dalam hati sambil memperdalam pelukanya ke tubuh Gisel.


Tidak lama kemudiam mobil yang di kendarai oleh mereka sudah memasuki restorn langganan keluarga Aldo.


"Tuan sudah sampai ..." ucap Joni setelah mematikan mesin mobilnya.


Tapi tidak ada jawaban sedikitpun dari Aldo.


"Tuan .....bangun sudah sampai " ucap Gisel sambil menggoyang goyangkan tubuhnya supaya terlepas dari pelukan Aldo


"Astaga....Ia tertidur Secretaris Jo" ucap Gisel setelah terlepas dari pelukan Aldo.


Joni hanya menggeleng geleng kepalanya melihat tingkah Tuannya itu.


Gisel kemudian mengangkat kepala Aldo dan meletakkannya diatas pahanya.


Ia merasa kasihan membiarkan Aldo tergeletak begitu saja, sesekali ia mengusap usap pucuk kepala dengan sangat lembut.


"Dia begitu imut saat tertidur lihatlah wajahnya mengemaskan sekali bukan!" ucap Gisel sambil mengusap rambut Aldo.


Joni kembali mengkerutkan dahinya kemudian menoleh kearah belakang setelah mendengar ucapan Gisel.


"Ia ..Imut saat tertidur! coba saja saat bangun Ia seperti serigala yang tujuh hari tidak makan orang" balas Joni.


Dan seketika tawa keduanya pecah di dalam mobil setelah Joni mengeluarkan ejekan terhadap Aldo.


👉tetap budaya like ,vote ,coment dan favorite ya teman teman gratis kok ...trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2