
Gisel segera mengganti pakaianya kemudian bergegas menuju dapur untuk memasak makanan buat Aldo.
Dengan cekatan Gisel menyiapkan berbagai jenis sayuran, lauk dan bumbu yang akan Ia masak nantinya dan tak lupa pula segala jenis peralatan dapur sudah standbye disana.
Dengan jari jari kecilnya Gisel mulai mencuci beras dilanjutkan dengan mencuci beberapa jenis ikan , cumi dan udang kemudian berlanjut mencuci sayur mayur yang sudah Ia siapkan tadi .
Bagi Gisel ini sudah biasa baginya sewaktu tinggal bersama Hambali, Tina dan Dewi, Gisel lah yang mengerjakan itu semua.
Walau keluarga mereka terbilang orang orang kaya tapi mereka hanya mempekerjakan orang orang khusus saja, seperti penjaga taman, penjaga pintu gerbang selebihnya Gisel yang mengerjakan semuanya.
Kata Tina biar menghemat pengeluaran bulanan mirisnya Hambali tidak keberatan sama sekali dengan usulan Tina mempekerjakan Gisel ibaratnya pembantu di rumah sendiri..sungguh orang Tua jenis apa sebenarnya mereka itu.
Sesekali Gisel menyekah keringat yang keluar dari dahinya dengan sapu tangannya .
Satu persatu Gisel mengelolah bahan makanan yang tadinya kurang enak di pandang mata hingga menjadi sebuah makanan yang menggugah selera.
" Harum ...." ucap Aldo yang sibuk mengerjakan pekerjaanya dari balik layar laptop dari dalam kamarnya.
Aldo mematikan layar laptopnya kemudian menutupnya pelan.
Aldo membereskan meja kerjanya yang sedikit berantakan. Setelah benar benar selesai Aldo bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu.
Sementara itu Gisel yang berada di ruang dapur sudah menyelesaikan berbagai jenis masakan andalanya, mulai dari sayur bening, perkedel udang, cumi goreng beserta ikan asam pedas andalanya .
Satu persatu semua Ia cicipi setelah merasa pas dari segi rasa Gisel menatanya diatas piring supaya elok di pandang mata.
Tanpa Ia sadari sepasang bola mata terus saja mengawasi dari kejauhan sesekali Ia tersenyum melihat Gisel di sana.
__ADS_1
"Gadis itu benar benar tidak manja seperti kebanyakan gadis jaman sekarang Ia begitu telatan mengrjakan pekerjaan dapur di tambah kesabaranya merawat ibu sampai membaik! Aku benar benar beruntung memilikinya" ucap Aldo tanpa Ia sadari kalau sekarang Ia telah memuju Gisel.
Sementara itu Gisel sudah menata rapi beberapa jenis masakan yang Ia buat tadi diatas meja makan.
"Akhirnya selesai juga ..." ucap Gisel sambil menghirup nafas panjang.
Tak lama kemudian Aldo melangkah mendekati meja makan dan menarik kursi yang ada disana lalu kemudian Ia mendudukkan tubuhnya dikursi tersebut.
"Kau benar benar yakin kalau masakan yang kau buat ini di jamin enak ..? ucap Aldo menatap kearah Gisel.
"Setiap orang beda beda indra perasanya Tuan ... dari segi rasa masakan yang saya buat ini enak menurut saya pribadi tidak tau kalau menurut Anda" ucap Gisel membalas.
"Jadi kau pikir indra perasaku alias lidaku beda dengan yang manusia lain punya! begitu maksud kamu! " balas Aldo yang sedikit tidak terimah dengan perkataan Gisel.
Gisel menggeleng geleng kecil ..
"Kau pandai sekali berkilah! cepat sajikan makanan amburadulMu itu untukku, Aku sudah sangat lapar !" ucap Aldo sambil memandang kearah masakan yang ada di meja itu yang sedari tadi menggugah seleranya.
Gisel hanya melototin punggung Aldo dari belakan Ingin sekali rasanya Ia meberi sambel pada mulut pria yang ada di depanya itu.
"Baik Tuan...." ucap Gisel sambil meletakkan nasi, sayur serta beberapa jenis sayur diatas piring milik Aldo .
Setelah benar benar selesai Aldo segera mencicipinya
"um....enak juga masakan gadis Rata ini" gumam Aldo dalam hati tapi wajahnya tetap saja Ia buat datar.
"Bagai mana Tuan!..rasanya masakan saya" ucap Gisel sedikit waswas.
__ADS_1
"Um ....sedikit lumayan" ucap Aldo terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Alhamdulillah.....Kalau begitu boleh saya undur diri Tuan! nanti kalau Tuan sudah selesai makan saya kesini lagi untuk membereskanya." ucap Gisel ingin melangkah pergi meninggalkan Aldo
Aldo langsung berdiri dan menarik pergelangan tangan Gisel .
"Kau jangan pergi! Kau mankanlah juga bersamaku.." ucap Aldo sambil menarik kursi buat Gisel.
"Tapi Tuan saya masih kenyang" ucap Gisel menolak Ajakan Aldo.
"Kau mau makan tidak .." ucap Aldo memplototkan matanya kearah Gisel sehingga membuatnya sedikit ketakutan dan beranjak duduk.
"Dasar bunglon ..terkadang baik terkdang menyebalkan " guman Gisel sangat pelan .
Aldo cuman tersenyum mendengan omelan dari gisel. Aldo kemudian mengisikan nasi dan lauk diatas piring milik Gisel yang membuat Gisel terperangah, Dia benar benar tak percaya kalau Aldo mau melakukan semua itu untuknya.
"Jangan Pede ..Aku melakukan ini karna Aku tidak mau melihat seseorang dalam rumah ini mirip orang kena busung lapar kurus, kerdil, rata, hidup lagi" ucap Aldo sambil melanjutkan makanya.
Gisel melotot mendengar ucapan Aldo ingin sekali rasanya Ia mencakar dan mencabit cabit wajah pria yang ada disampingnya sekarang ini.
Aldo memalingkan sedikit wajahnya ke samping .
" Makan Tidak ...Atau Kau menungguku menyuapiMu" ucap Aldo memandang kearah Gisel ingin sekali Ia tertawa tapi Ia tahan gensinya terlalu tinggi di hadapan Gisel.
Gisel menggeleng dengan cepat dan langsung memakan makanan yang ada di hadapanya itu setelah mendengar ucapan Aldo .
Aldo tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
👉hay teman teman budayakan vote , like ,comen , favorite serta jangan lupa ikuti saya ya ...trimah kasih .