ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
159. PULANG.


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Gisel sudah siap-siap pulang ke mension, semua barang-barang miliknya dan milik kedua putranya sudah Gisel masukkan kedalam tas, di bantu oleh Bi Nining dan Melly yang sedari tadi sudah datang ke rumah sakit itu.


"Nak, apa barang milik kalian sudah tidak ada ketinggalan!." ucap Elin yang saat itu meletakkan sebuah tas diatas nakas.


"Semuanya sudah beres Bu, Tinggal menunggu kedatangan Aldo kemari, lalu kita kembali ke mension." balas Gisel yang saat itu sedang duduk bersama Melly di pinggir tempat tidur sambil menggantung kedua kaki mereka tanpa menyentuh lantai.


Tidak lama kemudian, Dokter Mira masuk ke dalam ruangan itu di temani seorang suster yang mengekorinya dari belakang.


"Pagi Nyonya." ucap Dokter Mira tersenyum kearah Elin.


"Pagi Dokter Mira," balas Elin tersenyum membalas kembali senyuman dari Dokter Mira.


"Kalian jadi pulang hari ini," tanya Dokter Mira lalu dianggukan oleh Elin dan Gisel.


"Ya...,jadi kangen de sama ki kembar,". ucap Dokter Mira sedikit menampakkan wajah kesedihanya pada mereka berdua.


"Kamu jangan sedih seperti itu dong! Lagian, kamu bisa ke rumah kami setiap saat bila kamu mau. Pintu rumah Kami akan selalu terbuka lebar untukmu dan dengan senang hati pula kami akan menerima kedatanganmu Dokter Mira." ucap Elin pada Dokter Mira.


"Benarkah......!" ucap Dokter Mira tersenyum bahagia.


Elin dan Gisel hanya menggangguk sembari tersenyum menanggapi ucap Dokter Mira.


Tidak lama kemudian Dokter Mira memeriksa kedua bayi kembar itu setelah sebelumnya sudah memeriksa kondisi Gisel terlebih dulu. Setelah selesai Dokter Mira kembali mendekat kearah Elin, Gisel, Melly dan Bi Nining.


"Nyonya dan bayi Anda dalam kondisi stabil. Jadi hari ini kalian bisa pulang.Tapi ingat Nyonya, Anda harus rajin mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan di tambah daging ikan salmon agar produksi air susu Anda banyak sehingga kebutuhan asi si kembar bisa terpenuhi." ucap Dokter Mira pada pada Gisel.


"Baik Bu Dokter Aku akan melakukan seperti apa yang Anda anjurkan tadi, selebihnya Aku sangat berterimah kasih banyak pada Anda karna Anda sudah senang hati menolong Aku mulai dari proses persalinan sampai si kembar lahir." ucap Gisel berdiri dari tempat duduk dan memegangi tangan Dokter Mira.


"Ah Nyonya ini sunghuh berlebihan. Aku melakukan semua ini karna sudah menjadi tugas seorang Dokter melayani pasienya. Lagian rumah sakit ini adalah rumah sakit milik Tuan Aldo jadi wajar kalau Aku melayani Istri majikanku bersama kedua putra dengan sangat baik." balas Dokter Mira sambil memegang erat juga genggaman tangan Gisel.


Setelah Dokter Mira selesai memeriksa Gisel dan kedua putranya, Dokter parubaya itupun pamit undur diri.


Tidak lama berselang kepergian Dokter Mira. Aldo, Jhony dan La' Baddu pun muncul dari arah pintu masuk ruangan itu.


Mereka bertiga melangkah mendekat kerah Elin, Gisel, Melly dan Bi Nining.

__ADS_1


"Maaf, kami sedikit terlambat karna ada hal penting yang kami kerjakan terlebih dulu sebelum kami kemari." ucap Aldo sembari memeluk punggung Gisel.


"Tidak apa-apa sayang! Sekarang kita pulang. Aku sudah sangat rindu dengan tempat tidurku, taman bunga dan juga Bi Surti beserta teman-temanya." ucap Gisel sembari tersenyum ke pada Aldo.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita berangkat." ucap Aldo dengan antusias.


Semuanya pun membawa bawaan mereka masing masing.


Elin dan Bi Nining mengendong si kembar. sedangkan Melly, Jhony dan La'baddu masing-masing menenteng tas berisi pakaian Gisel beserta pakaian bayi-bayinya.


Sementara itu Gisel duduk di atas kursi roda dan dengan setia Aldo mendorongnya dari belakang.


Mereka melangkah keluar dan meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kebahagian.


Mereka terus melangkah melewati beberapa ruangan hingga tiba di sebuah ruang luas di depan pintu masuk rumah sakit tersebut.


Langkah mereka tiba-tiba terhenti ketika sesorang sedikit berteriak memanggil nama Gisel sembari berlari kecil menghampiri mereka.


"Sell......" ucap seorang gadis belia sembari ngos-ngosan sehabis ia berlari kecil.


Tapi belum juga membalas mata Rindu sontak terbelalak melihat Jhony yang berdiri disana.


"Maafkan Saya Tuan Jhony, Saya benar-benar tidak menyadari kalau Anda juga berada disini." ucap Rindu seketika berubah suasana hatinya ketika melihat sosok Jhony.


"Nak, Kamu tidak usah terlalu formal pada Jhony saat berada diluar masa kerja. Lagian Kamu inikan sahabat dari Gisel jadi bersikaplah sewajarnya seperti yang di lakukan Melly pada Jhony" ucap Elin yang melihat kegugupan pada gadis belia itu.


"Trimah kasih Nyonya! Anda begitu baik. bersyukur Gisel memiliki mertua yang baik dan sebijaksana Anda." balas Rindu dengan tatapan teduh menatap kearah Elin dan disambut senyum menawan dari perempuan parubaya itu.


"Rin, siapa yang sakit! kok tiba-tiba saja kamu ada di rumah sakit ini!" Tanya Gisel pada Rindu.


"Ibu Aku yang sakit Sell, sudah hampir dua bulan beliau dirawat dirumah sakit ini karna menderita kanker rahim. Yang membuat beliau lama di rawat di tempat ini karena butuh biaya banyak untuk melakukan operasinya." ucap Rindu dengan wajah sedih.


"Astaga Rindu kenapa kamu tidak menceriyakan itu padaku atau pada Melly. Kamu ini sahabat kami bukan si?." ucap Gisel sedikit marah pada Rindu.


"Maafkan Aku Sell,Mell Aku malu bila menceritakan ini pada kalian berdua apa lagi saat itu kita baru kenal. Aku tidak mau kalian berdua mencapku sebagai teman yang memanfaatkan situasi setelah mengetahui kalau kamu itu istri Tuan Aldo orang paling tersohor dan terkaya di kota ini." ucap Rindu dengan nada penyesalan.

__ADS_1


"Kamu ini! sekali lagi kamu melakukan hal seperti ini maka, Aku dan Melly tidak akan memaafkanmu. Terus bagaimana operasi Ibumu! Apa kamu sudah mendapat dana yang cukup untuk operasi Beliau?." ucap Gisel lagi menatap tajam ke Rindu.


"Beliau sudah di operasi seminggu yang lalu. Seorang pria baik hati telah membantuku membiayai operasi Ibuku." Balas Rindu.


"Pria baik?." ucap Gisel dan Melly bersamaan.


Tapi belum juga Rindu menjawab pertanyaan Gisel dan Melly. Seseorang sedikit berteriak kearah Rindu kemudian menghampirinya.


"Hay gadis burung beo darimana saja kamu! kenapa kamu lama sekali meninggalkaanku bersama dengan ibumu di ruagan itu." ucap seorang pria tampan mendekati Rindu sambil memegangi lenganya.


"Dirga....." ucap Gisel kepada sosok yang dulu perna menjadi pujaan hatinya sebelum Aldo masuk ke dalam kehidupanya.


Dirga berbalik dan menemukkan Gisel sedang duduk diatas kursi roda.


"Gisel....." balas Dirga sedikit kaget dan ingin mendekat kearah Gisel.


Lagi-lagi niatnya harus ia urungkan karna sebuah sosok sudah berdiri di hadapanya dan menghalangi langkahnya.


"Mau Apa kamu mendekati istriku" ucap Aldo yang tidak memberi jalan pada Dirga untuk mendekati Gisel.


Mata Dirga terbelalak ketika melihat siapa sosok yang berdiri di hadapanya saat itu.


"Tuan Aldo...! Maaf Aku hanya ingin menyapa Nyonya Gisel karna sudah lama kami tidak ketemu. Lagian apa gunanya Aku jadi pebinor kalau sekarang ini Aku lagi mengejar cinta sejatiku." ucap Dirga pada Aldo


"Bagus kalau begitu, Aku pegang kata-katamu. Kamu jangan sampai berharap terlalu banyak kepada Istriku karna ia sudah sangat jatuh cinta padaku dan kami berdua sudah punya dua bayi kembar yang selalu akan mengikat cinta kami sampai ajal menjemput. Paham!." ucap Aldo begitu bangga dengan ucapanya.


"Iya Aku tahu. Burung beo ini sudah menceritakan semua kisah cinta kalian berdua padaku. Jadi Aku turut bahagia mendengar kalau seorang pria posesif sudah mencintainya dengan sepenuh hatinya." balas Dirga sambil menunjuk kearah Rindu.


"Baguslah kalau kamu paham. Sekarang menyingkirlah dan jangan coba-coba mendekati istriku lagi!." ucap Aldo sedikit membentaki Dirga.


Dirga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bikin masalah dengan Aldo sama halnya cari mati.


Setelah semua masalah selesai rombongan itu pun melanjutkan langkah mereka untuk pulang ke mension.


Sedangkan Dirga dan Rindu kembali ke ruangan dimana Ibu Rindu sedang dirawat.

__ADS_1


👉tetap beri vote, coment , favorite, dan rate bintang lima ya trimah kasih...


__ADS_2