
Setelah ketiganya berpisah disebuah halte bus, Gisel kembali ke Mension dengan mengunakan Go online.
Gisel melangkah memasuki Gerbang setelah sebelumnya dibukakan oleh Mang Tohir.
Gisel melihat kearah garasi mobil ternyata mobil Aldo belum ada disana, Itu tandanya sang pemilik Mension belum kembali dari perusahaanya.
"Alhamdullilah si mesum arogan itu belum kembali ucap Gisel sambil mengelus elus dadanya.
Gisel melangkah memasuki mension belum juga Ia menarik gagang pintu Bi surti sudah nogol di balik daun pintu.
"Ah Bibi bikin kaget saja" ucap Gisel repleks memukul bahu Bi Surti.
Bi Surti tersuman senyum dibuatnya.
"Sore Nyonya! kenapa sesore gini baru Anda balik ' ucap Bi Surti memandang heran kepada Gisel.
"Iya sore Bi! Nanti Gisel ceritain, Gisel mau mandi dulu pokoknya Bibi siapkan telinga nanti ya " ucap Gisel sambil berlalu masuk kedalam Mension.
"Nyonya ini ada ada saja " ucap Bi Surtir sambil menutup pintu kembali.
Tapi tidak lama kemudian Suara cempreng Gisel terdengar dari dalam Mension.
"Bibi kamar Gisel hilang! " Teriak Gisel sambil berlari kecil mendekati wanita parubaya itu.
"Hilang gimana maksud Nyonya? " ucap Bi surti mengkerutkan dahinya.
"Hilanglah Bi! Coba Bibi lihat sendiri tidak ada Bukan?" ucap Gisel menunjuk kearah kamarnya yang dulu.
"Itu bukan hilang Nyonya! Tuan muda merenovasinya lebih besar dan lebih nyaman untuk Nyonya tempati" ujar Bi Surti sambil tersenyum melihat Gisel.
"Oh ..." ucap Gisel singkat.
"Kalau begitu Ayo masuk! Bibi juga penasaran dengan isi dalam kamar baru Nyonya." Ajak Bi Surti sambil menarik tangan Gisel yang masih terbengong di tempatnya.
Bi Surti memutar gagang pintu dan sedikit mendorongnya. Keduanya nampak takjub ketika melihat isi dalam kamar .
__ADS_1
"Wow indah sekali Nyonya ! " ucap Bi Surti sedikit memegangi bibirnya lantaran kagetnya.
"Iya Bi warnanya pink, sama warna favorite Gisel" ucap Gisel tak kalah takjubnya.
Mereka berdua melangkah lebih dalam dan memperhatikan seluruh isi kamar tersebut
"Tapi kenapa tempat tidurnya gede amat si Bi?" ucap Gisel sedikit heran dengan ukuran tempat tidurnya yang dari mini menjadi jumbo.
"Mungkin Tuan ingin supaya Nyonya lebih leluasa bergerak" ucap Bi Surti meluakkan pendapatnya.
Gisel hanya mengangguk mungkin yang di ucapkan Bi Surti ada benarnya.
"Nyonya tau gak bukan cuman kamar Nyonya yang Tuan renovasi, seluruh kamar pelayan pun sudah Tuan rombak! Sejak kedatangan Nyoyonya di mension ini Tuan begitu banyak berubah. Dulunya Tuan sangat Dingin dan Suka marah marah tanpa jelas tetapi semenjak kedatangan Nyonya kami tidak perna lagi dapat marah dari Beliau" ucap Bi Surti yang mulai senang ada perubahan pada Tuanya.
"Bibi ini ada ada saja! Kalau boleh tau kenapa bisa sifat Tuan Aldo itu bisa dingin dan sering marah tanpa jelas gitu "ucap Gisel memandan kearah Bi Surti.
Lama Bi Surti termenung mengingat semua kejadian mengenai Tuanya itu.
"Sebenarnya Tuan Aldo itu orangnya sangat baik dan penyayang! Dulu beliau tidak seperti itu dingin dan Arogant. Tetapi ketika peristiwa Ibunya, nyonya Elin bercerai dengan Ayahnya mulailah sifat Tuan Aldo berubah. Anak yang dulunya periang dan ceria berubah menjadi dingin dan hanya mengurung diri dalam kamar. Ditambah lagi sejak dewasa dan mengenal namanya cinta kekasihnya meninggalkanya karna alasan Nyonya Elin gila! makanya Tuan Aldo mencari wanita di jadikan istri untuk merawat Nyonya Elin dan membuktikan kepada mantannya bahwa masih ada wanita tulus di dunia ini yang mau menerima Dia walau ibunya itu Gila" ucap Bi Surti sedikit berkaca kaca mengingat semua kejadian masa silam.
Tidak lama kemudian Bi Surti pamit karna harus memantau kegiatan pelayan dalam mension besar itu.
Setelah kepergian Bi Surti, Gisel segera menuju kamar mandi tidak lupa Ia mempersiapkan semua kebutuhanya sebelum memasuki kamar mandi. Gisel tidak mau kejadian menimpanya kembali seperti dulu, saat Aldo mengambilkan pakaianya karna Ia terlupa membawa pakaian ganti.
Sementara Itu Aldo yang baru saja kembali dari perusahan segera memarkir mobil sportnya di dalam garasi mobil.
Aldo melangkah memasuki mension, Bi Surti menyambutnya di depan pintu karna itu memang sudah Ia lakukan sejak dulu untuk menanyakan kebutuhan Aldo selama Aldo ada di Mension.
"Malam Tuan! Apa Anda mau mandi biar Bibi Siapkan Air hangat terlebih dulu untuk Tuan" ucap Bi Surti sambil tertunduk.
"Tidak usah Bi biar Aldo yang menyiapkanya sendiri! Ngomong ngomong Gadis kecil itu sudah datang belum Bi" ucap Aldo sambil matanya memandang kearah lorong menuju bilik Gisel.
"Maksud Tuan, Nyonya Gisel" balas Bi Surti.
"Iya Bi ! Siapa lagi kalau bukan dia memangnya ada gadis kecil selain si Gigi itu" ucap Aldo melihat kearah Bi surti.
__ADS_1
"Bukan Gigi Tuan Tapi nama Nyonya itu Gisel" balas Bi Surti.
"Terserah Bibilah .." ucap Aldo sedikit gengsi menyebut nama Gisel.
"Nyonya Gisel sudah dari tadi pulang! mungkin Nyonya saat ini sedang istirahat, Apa Bibi panggilkan Nyonya untuk Anda" ucap Bi Surti.
"Tidak usah Bi! biarkan Dia Istirahan mungkin Si Gigi itu kecapean" ucap Aldo sambil melangkah menuju kamar miliknya.
Hampir satu jam Aldo mencoba menutup matanya tapi tetap saja tidak bisa.
Ada saja susuatu yang mengganggu pikiranya saat Ia ingin mencoba menutup matanya.
Aldo mengambil selimutnya dan sebuah guling panjang lalu melangkah keluar kamar.
Tidak lama kemudian Aldo sudah berdiri di depan kamar milik Gisel
Tanpa berpikir panjang Aldo langsung mengetuk daun pintu itu.
"Iya tunggu " ucap Gisel dari dalam kamar.
Gisel membuka pintu dan matanya terbelalak ketika melihat siapa yang berdiri di depanya.
"Tuan Mau apa kemari! ucap Gisel sedikit heran melihat pria itu membawa guling dan selimut ke kamarnya.
"Aku takut tidur dikamar sendiri! Aku takut mimpi buruk seperti sebelum sebelumnya! Apa lagi ini malam jum'at kata orang orang dulu banyak Roh gentayangan kalau pas malam Jum'at" ucap Aldo cari Alasan agar dia bisa tidur di kamar Gisel.
"Masa badan sebesar dan umur setua ini Tuan masih percaya takhayul seperti itu!" ucap Gisel sambil mengeryitkan dahinya.
"Aku tu pobia yang gitu gituan! coba saja tanya Bi Surti pasti Ia membenarkan ucapanKu! Lagian Cuman ini malam saja kok besok Aku tidak kesini lagi Oke" ucap Aldo menerobos masuk kedalam bilik Gisel.
Gisel kembali pasrah, dalam hatinya mungkin ucapan Aldo ada benar. Aldo takut dengan hal mistik begitu apa lagi, tadi Gisel mendengar cerita Bi Surti kalau Aldo perna mengalami peristiwa yang memilukan dalam hidupnya.
"Tuan Boleh tidur di sini tapi jangan lewati batas ini" ucap Gisel yang memberi pembatas Aldo dan dirinya dengan sebuah tali rapiah yang diikatnya ujung pukul ujung.
Aldo hanya mengeryitkan dahinya dan kemudian tersenyum tipis entah apa yang ada di pikiranya saat itu.
__ADS_1
👉jangan lupa ya like ,vote dan comentnya makasih ..