
Sementara itu di kediaman Hambali. Tampak mereka sedang berkumpul di ruang tamu.
Tina yang duduk disamping Hambali. Sementara Dewi di depan mereka sedang asyik memainkan ponselnyalnya.
"Pa, besok malam adalah acara pertemuan tiga negara! apa Papa masih menjadi panitia dalam acara tersebut seperti tahun kemarin" ucap Dewi sambil meletakkan handopenya diatas pangkuannya.
Hambali yang saat itu sedang menikmati acara TV memalingkan wajah kearah Dewi.
"Iya benar! papa masih menjadi panitia diacara besar itu! Memangnya kenapa Dewi"ucap hambali sembal meletakkan remot control diatas meja.
"Apa Tuan Aldo ikut juga ke dalam acara itu!" balas Dewi yang sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan.
"Jelas! Tuan Aldo adalah pencetus terjadinya kerja sama itu, jadi pasti Dia akan datang untuk membuka acara tersebut. Memangnya ada apa Kau menanyakan itu!" ucap Hambali sambil mengangkat gelas yang ada diatas menja dan menyeruput isinya.
Bukanya menjawab Dewi malah tersenyum senyum sendiri. Entah apa yang di pikirkan gadis belia itu.
"Kenapa Kamu tersenyum senyum begitu seperi orang yang sedang kesambet mahluk halus saja" ucap Hambali kembali meletakkan gelas diatas meja seperti posisi awal dia mengambilnya.
__ADS_1
"Ah Papa ini..! Apa Papa lupa dengan janji Dewi dulu pada kalian berdua?" ucap Dewi memandang papah, Mamanya secara bergantian.
Hambali dan Tina saling memandang dan tak lama kemudian, senyum bermekaran di bibir mereka berdua.
"Papa ingat! Terus rencana apa yang akan Kau lakukan di pesta itu nantinya?" ucap Hambali menatap lekat pada Dewi.
"Pokoknya ada dhe! Papa ikuti saja permainan Dewi dan yang paling penting, harus ada kerja sama dari Papa dan para bawahan Papa oke" ucap Dewi sembari berdiri dan melangkah meninggalkan mereka berdua.
"Dasar anak anah" ucap Hambali sambil memandangi kepergian Dewi menuju kamarnya.
Kini tinggal mereka berdua di ruang tamu itu, setelah Dewi meninggalkan mereka.
"Mamah juga tidak tahu pa, yang jelasnya anak itu benar benar berniat untuk merebut hati sang penguasa di kota ini" ucap Tina sambil mrngambil remot TV yang ada diatas meja.
"Kalau begitu Papa dengan senang hati akan membantunya! Setelah Aldo Aku kuasai, maka semua rencanaKu akan berjalan mulus seperti apa yang Aku dambah dambahkan selama ini!. Dan Aku akan membalas apa yang telah anak sialan itu lakukan padaKu kemarin" ucap Hambali dengan senyum terpancar di bibirnya.
Tina yang mendengar Hambali menyebut anak sialan segera memalingkan pandangannya ke arah Hambali.
__ADS_1
"Apa lagi yang di buat anak sialan itu pada Papa?" ucap Tina dengan nada geram.
"Dia sudah mempermalukan Papa di depan umum! dan menghancurkan semua impian Papa untuk memenangkan proyek raksasa milik Tuan Aldo di pulau kayangan" ucap Hambali mengingat kembali ulah Gisel waktu itu padanya
"Apa! Sekuat itukah Anak sialan itu sekarang! kenapa Dewi keberuntungan selalu berpihak padanya!. Dan Siapa gerangan yang ada di belakang Dia saat ini?" balas Tina.
"Papa juga tidak tahu dimana Si sial itu mendapatkan kekuasaan besar seperti kekuasaan yang dimiliki Tuan Aldo.! yang jelasnya Papa begitu rugi dibuatnya, coba Mamah bayangkan setengah harta milik Papa sudah Papa pertaruhkan dalam proyek raksasa itu, tapi hancur seketika karena ulah anak tak tau diri itu!" ucap Hambali sambil memegangi kepalanya dan mengacak acak rambutnya.
Pria parubaya itu begitu frustasi mengingat kejadian di kantor pelelangan proyek yang menghabiskan setengah dari harta miliknya.
"Apa! setengah harta kita ludes?betul betulnya anak itu! bukannya membelah kita sebagai keluarganya, Ia malah lebih memili orang lain.Dan apa kita akan jatuh miskin setelahnya ini pa?" ucap Tina yang mulai takut akan jatuh miskin.
"Tak taulah biarkan waktu yang akan menjawab. yang harus kita pikirkan kali ini bagai mana cara menjerat Tuan Aldo agar bisa menikah dengan Dewi!"ucap Hambali sambil berdiri.
"Terus bagai mana dengan Dirga! pertunangan Antara mereka sudah kita publikasikan dan tahun depan mereka akan menikah setelah Dirga memimpin perusahan milik Ayahnya" ucap Tina mendogakkan sedikit kepalanya kearah Hambali yang sedang berdiri di hadapanya saat itu.
"Ah persetan dengan Dia! perusahaan kecil yang di miliki keluarganya takkan mampu menjamin kesejahteraan keluarga kita kelak, jadi untuk apa memiliki mantu yang derajatnya dibawah keluarga ini" ucap Hambali meninggalkan Tina dan melangkah menuju bilik kerjanya.
__ADS_1
👉Hay sahabat sahabatKu yang ada di sulawesi selatan dan seluruh sahabat sahabatku di seluruh penjuru indonesia semoga kalian semua sehat dan selalu di lindungi oleh Allah S.W.T.... upsss tak lupa bagi best friends dari malaysia salam kenal tak payah sedih sedih tetap semangat Author juga menyayangi kalian ..uaam ma.....