
Waktu terus berlalu hingga kini sudah 3 bulan Gisel ikut dan mulai belajar mengelolah perusahaan bersama dengan Aldo.
Pagi itu Aldo dan Gisel sudah siap siap berangkat ke kantor. Setelah berpamitan dengan Elin, keduanya mesuk kedalam mobil.
"Sayang bagai mana kau proyek besar yang akan kita garap nantinya Kau yang handel" ucap Aldo setelah mobil mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang.
Gisel sontak terperangah. Mana mungkin proyek raksasa itu Aldo limpahkan kepadanya.
"Kalau bercanda jangan ketulungan dong Al" ucap Gisel sedikit mengarahkan pandanganya kearah Aldo.
"Aku tidak main main kali ini! Walau kamu masih baru dalam mengelolah suatu proyek tapi kanda yakin Kau bisa sayangku" ucap Aldo begitu serius.
"Seberapa yakinnya Kanda kepadaKu kalau Saya mampu untuk menjalankan proyek raksasa ini?" ucap Gisel.dengan tatapan Serius.
"Seyakin Cintaku padaMu" ucap Aldo sambil tersenyum.
__ADS_1
Muka Gisel tiba tiba memerah bukan karna cintanya di balas oleh Aldo tapi karna ucapan Aldo seakan akan mengalihkan dunianya.
Mobil Aldo terus melaju hingga mobil mewah Itu berbelok memasuki perusahan besar A&J kepunyaan Aldo putra perkasa.
Keduanya kembali melangkah masuk. Tapi kali ini Aldo tak segan segan lagi menggandeng tangan Gisel melangkah masuk kedalam gedung perusahaanya. tapi, Gisel harus tetap di haruskan memakai Masker agar Identitasnya tidak diketahui banyak orang.
Para karyawan benar benar sangat penasaran dengan wanita yang selama tiga bulan ini bersama dengan CEO mereka.
Sementara Itu di perusahaamn Hambali grup. Nampak pria paruhbaya itu sedang duduk diatas kursi CEOnya sambil menyilangkan kedua kakinya.Gaya arogant dan sombong nampat terlihat mewakili karakter pria parubaya itu.
"Kalau soal itu, Tuan jangan kuatir kami sudah lobi dengan pembesar di perusahaan itu! Asal Tuan bisa menyediakan dana untuk menyogok mereka satu satu maka, semuanya akan berjalan mulus seperti yang Tuan inginkan" Ucap Pria botok yang di ketahui namanya Dedy.
"Bagus! Kalau soal dana jangan kuatir seperdua dari harta kekayaanKu Akan Aku alokasikan di proyek raksasa itu, Jadi kerjakan saja tugas kalian dengan baik biar dananya Aku yang sediakan" ucap Hambali begitu sombong.
"Baik Tuan Hambali! Tapi ada sedikit masalah mengenai uang suap kepada pembesar perusahaan itu" ucap Dedy.
__ADS_1
"Apa maksudMu dengan masalah uang suap! Apa nominalnya masih terlalu kecil?" ucap Hambali mencondongkan sedikit badanya ke depan.
"Bukan masalah Itu Tuan!" Balas Dedy sedikit gugup karna mendapat tatapan tajam dari Hambali.
"Terus Apa? Kau jangan bertele tele atau ingin menipuku karena kau tau sendiri bukan! Kalau bermasalah denganKu" ucap Hambali sedikit emosi.
"Maksud Saya begini Tuan! Uang yang nantinya kita sogokkan kepada para pembesar perusahan A&J tidak akan kembali lagi, Itu artinya uang Tuan Hambali akan hangus bila....
proyek itu gagal Tuan menangkan. Tuan tau sendiri bukan dengan Tuan Aldo! Beliau tidak mungkin membiarkan proyek perusahaan di menangkan dengan cara curang seperti yang sering kita lakukan pada perusahan lain" ucap Dedy menjelaskan dengan sedikit gugup.
Lama Hambali terdiam! Ada rasa kuatir dalam hatinya mengenai proyek raksasa itu. Apa lagi berkaitan dengan Aldo manusia yang tidak segan segan menghabisi lawan lawannya bila melakukan hal hal curang.
Hambali menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan sangat pelan sekali.
"Baiklah! Aku bersedia. Tapi, Bila kita memenangkan proyek itu dan jalanya mulus maka kekayaanku akan berlipat ganda! Oke kau urus saja semuanya dan hubungi Aku bila semuanya sudah deal" ucap Hambali berdiri dan menepuk pundak Dedy lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
👉jangan pelit dong............