ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
136. WTS.


__ADS_3

Setelah kepergian Rika dan Tina, pesta berlanjut kembali. Marzedes dan Ladores kembali mendendangkan lagu-lagu bugis pilihan dari tanah ogi.


Riuh dan canda tawa Ibu-Ibu terdengar begitu ramai hingga hampir memenuhi seisi ruangan itu.


Elin, Gisel dan Melly duduk disofa sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia diatas meja.


Elin tidak mau lagi meninggalkan Gisel. Wanita parubaya itu takut kalau sampai terjadi lagi hal yang sama seperti kejadian tadi. Bisa-bisa Aldo akan pengamuk kalau sampai sesuatu terjadi pada istri dan calon bayi mereka.


Tidak lama kemudian pesta pun selesai. Satu persatu Ibu-ibu pejabat dan pengusaha meninggalkan tempat itu.


Elin, Gisel dan Melly pun juga ikut pulang setelah sebelumnya mereka berpamitan pada sang empunya rumah.


Mobil yang di kemudikan oleh La' baddu keluar meninggalkan pusat kota.


Rencananya, Elin akan membawa Gisel dan Melly kesuatu yayasan panti jompo milik pribadinya.


"Bu! boleh tidak aku tanya sesuatu." ucap Gisel memandang Elin yang sekarang ini duduk di tengah, dihimpit oleh Gisel dan Melly.


Elin yang fokus memandang kearah depan segera memalingkan wajah kearah Gisel.


"Tanyalah apa yang Kamu ingin ketahui dari Ibu." balas Elin sambil tersenyum menatap wajah Gisel.


Gisel menarik nafas dalam dalam dan menghempasnya dengan sangan pelan.


"Ibu tahu dari mana, kalau Gisel ini adalah anak yang dibuang oleh Hambali dan Tina?." ucap Gisel yang terus menatap kearah Elin tanpa berkedip.


"Sekertaris Jony." ucap Elin singkat.

__ADS_1


Gisel megerjitkan dahinya sesaat.


"Dimana sekertari Jony mendapatkat info tentang diriku Bu!." balas Gisel sedikit heran mendengar nama Jony disebut sebagai orang yang memberi info dapada mertuanya.


"Ah Kamu ini, Jony itu bukan orang sembarangan, dia lebih tajam dari silet. Hampir semua yang ada di kota ini ia ketahui. Jangankan tentang Aldo, Aku dan dirimu bahkan seluk beluk keluarga Melly pun ia ketahui sakin hebatnya seorang yang bernama Jony itu." ucap Elin sambil tersenyum kearah Melly yang sedang fokus mendegarkan percakapan Mereka berdua.


Melly yang namanya disebut ikut mengeryitkan dahinya.


"I ..de ..e...kenapa kura kura ninja itu menyelidiki status keluargaku juga sih! apa dia itu tidak punya kerjaan lain selain jadi WTS." ucap Melly tanpa sadar sakin geram mengingat wajah Jony yang baginya sangat menjengkelkan.


"Apa WTS ....!." ucap Elin dan Gisel secara bersamaan.


Melly yang tanpa sadar memberi gelar WTS pada Jony tersenyum kerbau memandang secara bergantian kepada Elin dan Gisel yang saat itu juga memandangi dirinya.


"Wartawan tanpa surat kabar." balas Melly sambil tersenyum memperlihatkan sederetan gigi putihnya kepada Elin dan Gisel.


Suasana hening sesaat, hinggan pecah tawa orang-orang dalam mobil tersebut. Bukan cuman Eli dan Gisel saja yang terbahak-bahak disana. Bahkan La' baddu yang asyik menyetir kendaraanya pun juga ikut terbahak dibuatnya sambil memukul stir mobilnya sakin gelinya mendengar Melly menyebut sekertaris arogant itu dengan julakan WTS.


"Pak baddu sudah berani ya sama sekertaris Jony. baiklah Aku akan melaporkanmu nanti." ucap Elin menatap kearah La'baddu yang terus saja tertawa mengejekin Jony.


Seketika La' baddu mengerem mendadak mobilnya. Untung saja jalan yang mereka lewati saat itu sepi bahkan hampir tidak ada kendaraan yang lalu lalang disana. Kalau tidak, mungkin kendaraan yang mereka tumpangi saat itu akan menyerempet atau menabrak pengendara lain.


"Maaf Nyonya, tolong jangan beritahu Tuan Jony ya, Saya mohon Nyonya" ucap La' baddu memalingkan tubuhnya ke belakang sambil mengatupkan kedua tanganya didepan dada. pria yang hampir seumuran Jony itu sedikit mengeluarkan keringat dingin diwajahnya.


Elin, Gisel dan Melly saling menatap. Tawa mereka pun pecah seketika melihat ketakutan dari wajah La' baddu.


Melihat mereka menertawainya, La' baddu hanya menggaruk- garuki kepalanya. Rambutnya yang tadi ia tata rapi sebelum keluar rumah seketikan menjadi acak-acakan oleh ulahnya sendiri.

__ADS_1


Kembali mereka melanjutkan perjalanan. Canda tawa masih terdengar di dalam mobil hingga tak sadar kalau mobil mereka tumpangi sudah berada di depan panti jompo" KASIH ELIN".


👉Harusnya hari ini Author libur tapi biarlah


Author usahain up walau babnya cuman


dikit tapi g apakan?.


Hay para readers hari ini hari penutupan


Votenya sampai jam 23.59.


Jadi Ayo para readers berilan vote kalian


untuk memenangkan hadianya dan biar


Novel receh Babang Akos masuk dalam 20


deretan novel rangking dalam dua minggu


ini agar Banang Akos lebih giat lagi


berkarya. Bagi pemenang 3 terbesar


besok tolong nomor handponenya di tulis


dibawah koment Babang Akos besok ya.

__ADS_1


supaya pulsa segera Babang isikan. trimah


trimah kasih.


__ADS_2