
Enam bulan kemudian, perut Gisel mulai terlihat membuncit. Tubuhnya yang kecil membuat ia kewalahan dalam bergerak.
Aldo yang yang merasakan penderitaan istrinya itu tidak tinggal diam begitu saja. Ada tujuh pelayan dan dua Dokter spesial kandungan ia perintahkan untuk siap sedia dalam membatu dan memenuhi kebutuhan Gisel selama ia bekerja di perusahaannya.
Gisel sebenarnya sudah berkali-kali menolak tapi hasilnya tetap nihil. Keputusan Aldo tidak bisa dibantah lagi. Dari pada masalah makin runyam, Gisel terpaksa menerimanya to dalam hatinya, Aldo melakukan ini semua untuk mewanti-wanti segala kejadian buruk selama ke hamil.
Seperti siang itu, Gisel yang sudah jenuh dalam kamar seharian di temani dengan tujuh Pelayan dan dua orang Dokter spesialis kandungan Ingin keluar dari bilik kamarnya. Rencananya hari ini, Ia ingin berjalan-jalan mengelilingi taman dan melihat bunga-bunga yang sudah bermekaran di taman belakang Mension sekalian ia ingin merenggangkan otot-ototnya yang sudah lama kaku.
Pelayan dan Dokter yang sedang asyik bermain handpone untuk menghilangkan ke jenuhan selama menemani Gisel dalam kamar, seketik mematikan handpone mereka ketika melihat pergerakan Gisel yang mencoba berdiri dari atas tempat tidur.
"Nyonya membutuhkan apa! biar kami yang mengambilkan buat Anda." ucap seorang pelayan dengan sigap mendekati Gisel.
"Bi, Gisel ingin jalan-Jalan ke taman belakang. Gisel bosan dalam kamar seharian, sudah hampir enam bulan Gisel tidak menggerakkan badan dan mengeluarkan keringat, bosan tahu Bi." ucap Gisel turun dari pembaringan dan mencoba berdiri.
Dengan sigap pelayang tersebut memegangi tubuh Gisel. Pelayan itu sungguh sangat ketakutan, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Nyonyanya, sudah di pastikan tamat sudah karir mereka semua. Hampir setiap hari Aldo memberi ancaman pada tujuh Pelayan dan dua Dokter kandungan tersebut. Kalau sampai istrinya dan buah hatinya kenapa-kenapa maka, karir dan keluarga merekalah jaminannya. Tapi dari sisi baiknya, bila mereka lolos dalam menjaga Gisel sampai melahirkan maka limpahan hadiah juga menanti ke sembilan orang itu, Seimbang bukan!. Itu semua di lakukan Aldo demi menjaga istri dan buah hati mereka selama dirinya bekerja di luar.
"Tapi Nyonya! baiknya Anda melakukan itu setelah Tuan Aldo pulang dari perusahaan. Kami takut beliau mengamuk jika ia menemukan Nyonya berkeliaran dalam Mension." ucap Sang Pelayan dengan raut wajah sedikit ketakutan.
"Bi Tenanglah!, Gisel akan hati-hati kok. Lagian Tuan Aldo baru pulang menjelang sore hari. jadi Bibi tidak usah terlalu kuatir seperti itu. Gisel janji sebelum Tuan Aldo balik, Gisel sudah kembali dikamar ini." ucap Gisel sedikit menepuk punggung sang pelayan.
Sang Pelayan menatap satu persatu temanya yang ada di ruangan itu. Setelah mendapat anggukan pelan dari teman-temanya sang pelayan pun ikut mengangguk tanda setuju.
__ADS_1
"Baiklah Nyonya! tapi kami mohon Anda tidak marah bila kami membuntuti Anda dari belakang." ucap Sang Pelayan sambil mengatupkan kedua tanganya di depan dada.
Gisel tersenyum sembari mengangguk lalu melangkah kearah pintu keluar.
Gisel terus melangkah menuju arah taman dan melewati beberapa ruangan yang ada dalam Mension tersebut.
Para pelayan lain yang sedang melakukan aktifitasnya segera berhenti sejenak dan memberi hormat kepada Gisel.
Gisel hanya tersenyum dan sedikit mengangkat tanganya sebagai code supaya mereka melakukan kembali tugas mereka seperti semula.
Dari kejauhan, Bi Surti berlari kecil mendekat kearah Gisel.
"Kenapa kalian membiarkan Nyonya keluar dari dalam kamarnya. Apa kalian sudah siap untuk di hukum dan di tendang dari dalam Mension ini." ucap Bi Surti menghadang para pelayan dan dua Dokter yang sedang mengekori Gisel sejak tadi.
Gisel yang mendegar keributan kecil dibelakangnya segera berbalik dan mendapati Bi Surti sedang menghadang ketujuh orang yang sejak dari tadi mengikutinya.
Gisel kembali memutar haluan dan berjalan mendekati mereka.
"Bi Surti! Ini bukan salah mereka. Gisel yang ingin keluar, Gisel jemu tinggal di kamar terus. Gisel ingin cari suasana baru sekalian ingin merenggangkan otot-otot Gisel yang selama ini rasanya jarang sekali Gisel lakukan." ucap Gisel sedikit menepuk punggung Bi Surti yang saat itu sedang membelakanginya.
Bi Surti berbalik lalu membungkukkan badanya memberi hormat pada Gisel.
__ADS_1
"Maaf Nyonya. Aku takut kalau sampai Tuan Aldo mengetahuinya, bisa-bisa mereka mendapatkan hukuman dan juga pemecatan." ucap Bi Surti mengankat wajahnya menatap kearah Gisel.
"Bibi tidak usah sekuatir itu. Kalau sampai Tuan Aldo tahu biar nanti Gisel yang akan bicara oke!." ucap Gisel lalu menepuk-nepuki dengan lembut lengan milik Bi Surti.
"Baiklah Nyonya, kalau itu memang sudah menjadi keinginan Nyonya, Bibi hanya mengingatkan saja. Kalau begitu silahkan Nyonya melanjutkan perjalananya, Bibi ingin memantau kembali pekerjaan para pelayan." balas Bi Surti dan bergegas meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Bi Surti Gisel kembali melanjutkan perjalananya menuju kearah taman.
Tapi belum juga beberapa langkah kakinya ia ayun tiba-tiba tubuhnya melayan diudara.
Dua buah tangan kekar mengangkat tubuhnya. Dengan sigap pula Gisel berpegan pada leher orang yang sedang menggendonginya agar ia tidak terjatuh kelantai.
"Mau kemana Kamu Dindaku." ucap Aldo memplototkan matanya kearah Gisel yang sedang dalam gendonganya.
"Al....." ucap Gisel semakin memperkuat peganganya ke leher Aldo.
"Al ...Al ..ala mak...! biasakan dengan kata Kanda sayang. Itu tandanya Dinda ikut melestarikan kata sayang srikandi pribumi ini pada suaminya. Sama halnya kata Dinda yang Kanda tujukan padamu. karna kita berdua hidup di tanah pertiwi." ucap Aldo sembari tersenyum kearah Gisel.
"Iya kanda Sayang kita harus berbedah dengan pasangan-pasangan lain. Mereka ke barat-baratan dan kearab-arabpan, kita tetap indonesia karna kita berdua cinta indonesia" merdeka" ucap Gisel tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada rata suaminya.
Mereka berdua tertawa cengegesan. Aldo membawa tubuh istrinya menuju arah taman karna ia sudah tahu kalau tujuan utama Gisel saat itu pastilah ke taman karna tamanlah tempat paling dekat dari tempat mereka saat ini.
__ADS_1
👉 Tetep beri like, vote , coment dan rate bintang limanya ya ...trimah kasih.