ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
90. PEMENANG TENDER.


__ADS_3

Dari arah lorong ruangan ruang rapat muncullah seorang gadis cantik dengan menenteng tas di tangan kananya.


Mata mereka terbelalak melihat kemunculan Gisel.


"Untuk apa kau masuk ke sini!" Ucap Hambali sembari berdiri dan membentak Gisel.


"Hambali kau......" ucap Jony tergantung karna melihat Gisel mengankat tanganya agar tidak melanjutkan ucapanya.


"Sebentar lagi kau juga akan tau Tuan Hambali, tujuannya apa Aku kesini" Balas Gisel menyunggingkan bibirnya kearah Hambali dan melangkah kearah kursi kosong di samping Jony berdiri saat ini.


Jony menundukkan kepala memberi hormat lalu menarik kursi yang sedari tadi kosong.


Kembali mata mereka terbelalak melihat Gisel menempati kursi yang khusus di peruntukkan untuk Aldo.


"Kau benar benar kurang ajar! Berani beraninya Kau menempati kursi Itu" ucap Hambali yang begitu geram melihat posisi Gisel saat itu.

__ADS_1


"Hay Hambali kau benar benar tak punya tata kramah. Berani beraninya Kau mencaci Is...." kembali ucapan Jony tergantung karena Gisel menepuk perutnya dengan punggung tanganya.


"Ternyata pendidikan tidak bisa menjadi tolak ukur seseorang terlihat pandai! lihatlah diriMu Tuan Hambali, kau berpendidikan tapi tidak tau mana kursi majikan dan mana kursi bawahan! Kujelaskan lagi kepadaMu, Aku yang sekarang Jadi Bosnya dan Kau adalah bawahanKu, kau paham itu" ucap Gisel penuh penekanan pada Hambali.


Mendengar kata Bos! Hartono dan Kusumo segera bangkit dari tempat duduknya sembari memberi hormat kepada Gisel.


Gisel tersenyum dan mempersilahkan mereka untuk kembali duduk.


"Hay ...! apa lagi kalian tunggu di situ!"bentak Jony kepada Rudy dan ketiga temanya.


Sementara itu Hambali hanya tertegun, Ia tak percaya kalau yang duduk di kursi penguasa saat ini adalah Gisel, anak yang perna Ia sangkal dan usir dari rumahnya.


"Baiklah! Sebenarnya dari tadi Aku sudah melihat dan mendengar program dari setiap Vender melalui CCTV yang ada dalam ruangan ini! Jadi Aku putuskan Tender besar ini akan Aku percayakan kepada Bintang Astra grup sebagai penyedia dan pemasok barang baku, Sedangkan Asia bintang sejahtera sebagai perancang bangunanya" ucap Gisel sambil menutup map yang ada di depanya.


Kusumo dan Hartono sontak berdiri dan saling memeluk. Ada tetes air mata yang jatuh di sudut mata mereka. Rasa bahagia serta haru terpancar dari wajah kedua pria parubaya itu. Kenapa tidak, proyek besar bahkan terbesar di kota ini jatuh di tangan mereka berdua yang mustahil mereka dapatkan setelah mengetahui Hambali juga ikut dalam pelelangan tender ini.

__ADS_1


"Kalau Hartono dan Kusumo dapat jatah masing masing proyek pulau Kayangan! Terus Tuan Hambali dapat apa Nyonya! ucap Rudy yang tidak ingin melihat Hambali merasa kecewa.


Gisel sontak memalingkan wajahnya kearah hambali dan tersenyum mengejek melihat pria itu hanya tertunduk lesuh mendengar keputusanya.


"Kalau Tuan Hambali mau, Aku sudah menyediakan tender Khusus untuknya" ucap Gisel memandang kearah Rudy.


Hambali yang tadinya terlihat lesu kini mengangkat wajahnya. Masih ada harapan baginya memegang sebagian dari tender pulau Kayangan.


"Apa itu coba Katakan PadaKu" ucap Hambali penuh harap dapat tender yang lebih besar dari pada Handoko dan Kusumo.


"Aku akan mempercayakan perusahaan Anda untuk menyedot semua kotoran dari Wc serta limbah yang berbau busuk di pulau Kayangan nantinya! bagai mana Tuan Hambali, apa Kau setuju? " ucap Gisel yang tersenyum penuh kenenangan.


Sontak membuat para peserta tender terbahak bahak mendengar ucapan Gisel.


"Kurang ajar ...." ucap Hambali berdiri dan keluar dengan wajah memerah.

__ADS_1


👉like, coment ,serta vote masih di tunggu makasih.


__ADS_2