ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
139. ALDO DAN GISEL SAUDARA ANGKAT.


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Hambali. Tampak pria barubaya itu sedang mengamuk,


Semua benda dalam rumahnya sudah ia pecahkan sakin geramnya.


"Sial..! Kenapa semua bisa seperti ini ah!" ucap Hambali kembali membanting kursi yang terbuat dari plastik hingga hancur dan berhamburan di atas lantai.


Para pelayan cuman bisa berdiam. Ada yang bersembunyi di dalam kamar, di dapur bahkan ada yang keluar dari bagunang mewah itu untuk menghindari amukan dari Tuanya.


Tidak lama kemudian sebuah mobil milik keluarga mereka memasuki halaman rumah tersebut dan berhenti di garasi mobil.


Tina yang baru datang langsung keluar dari dalam mobil. Perempuan itu begitu heran melihat para pelayan berhamburan di luar rumahnya.


"Hai...Tono, Apa-apaan ini!, kenapa kalian pada di luar. Aku menggaji kalian bukan untuk berleha-leha di sini." ucap Tina membentak salah seorang koki yang sedang berada di luar rumah saat itu.


"Kami tidak berleha-leha Nyonya. Kami takut tinggal di dalam rumah." balas Tono sambil menundukkan kepalanya.


Tubuh pria itu sedikit gemetar dan berkeringat sakin takutnya pada amukan Hambali.


Mendengar ucapan Tono, Tina sedikit mengkerutkan dahinya menatap kearah Tono yang saat itu sedang tertunduk dihadapanya.


"Apa maksud Kamu takut tinggal di dalam rumahKu. Apa Kamu pikir, rumah mewah seperti ini memiliki hantu yang begitu menakutkan bagi kaian, Ah!." ucap Tina menarik kerah baju milik Tono.

__ADS_1


Tubuh Tono sedikit terangkat akibat cengkaraman kedua tangan milik Tina yang lumayan kuat.


"Bu..bukan begitu Nyonya. Kami takut dengan amukan Tuan di dalam sana. Semua benda dalam rumah sudah Tuan hancurkan. Kalau Nyonya tidak percaya, Nyonya bisa masuk dan membuktikanya sendiri." balas Tono sedikit gemetar.


Tina segera melepaskan kerah baju milik Tona dan mendorongnya hingga pria itu terjatuh diatas lantai.


Tina segera berlari memasuki rumah untuk membuktikan ucapan Tono benar atau tidak.


"Aduh......! Dasar tidak suami, tidak istri dan juga anak sama- sama gilanya." ucap Tono meringis kesakitan dan mencoba bangkit sambil memegangi punggungnya.


Sementara itu didalam rumah. Tina yang baru saja tiba di area ruang tamu menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya.


Batang- barang mewah miliknya hancur tidak tersisa. Keadaan rumahnya saat itu bak kapal pecah yang baru saja di hantam gelombang sunami yang begitu dasyat.


Tina membalik badan dan mendapati Hambali sedang berdiri di depanya dengan raut wajah yang begitu memerah.


"Sayang ada apa ini." ucap Tina mencoba menggelayut manja di lengan Hambali tapi segera di tepis kasar oleh pria itu.


"Jangan menyentuku sialan! Apa yang sudah Kamu lakukan diluar sana, sehingga semua suami teman-teman sosialitamu itu mencabut kerja sama yang selama ini terjalin baik dengan perusahaanku." ucap Hambali sembari menepis tangan Tina dengan kasar membuat perempuat itu meringis kesakitan dibuatnya.


"Awo....! Kenapa akhir-akhir ini Kamu kasar sekali pada kami berdua. Kamu terus saja menyiksaku dengan Dewi.

__ADS_1


Sefatal itukah kesalahan yang telah kami perbuat sehingga, kamu tegah memperlakukan kami berdua tidak manusiawi." ucap Tina meringis dan mulai ikut tersulut emosinya.


"Kalian berdua patut mendapatlan perlakuan kasar dariku. Coba lihat anakmu itu! Dia sudah di cap sebagai orang Gila oleh orang-orang di luaran sana.Dan itu sudah menodai citraku sebagai pengusaha dengan nama paling bersih di kota ini. Dan Kamu, Kamu telah membuat kesalahan fatal bersama Rika. Kalian berdua sudah mengusik ketenangan Nyonya Elin, Ibu Tuan Aldo. Kamu itu punya otak gak sih!. Berurusan dengan Nyonya Elin sama hal berurusan dengan Singa. Tuan Aldo tidak akan membiarkan orang-orang yang telah mengusik keluarganya mendapatkan hidup tenang. Orang yang sudah berurusan dengan Tuan Aldo tinggal pilih saja, mati atau perusahaanya rata dengan tanah "bodoh." ucap Hambali sekali lagi membentaki Tina dan menaruh jari telunjuknya di bagian kiri pelipis Tina dan mendorongnya lumayan keras hingga membuat kepala perempuan parubaya itu sedikit bergesar kesebelah kanan.


Tina hanya terdiam, ia baru menyesali dengan apa yang ia lakukanya bersama Rika tadi di acara itu.


"Kenapa Kamu diam saja. Apa Kamu menyesal atau pura-pura saja ingin menghindari kemarahanku. Ha ..ha ..ha. Tina, Tina jangan Kamu pikir segampang itu Aku akan iba atau kasihan pada kalian berdua." ucap jambali tersenyum sinis melihat kearah Tina.


"Sayang, sebenarnya masalah yang terjadi diacara itu bukan sepenuhnya kesalahan Aku dan Rika. Ada seseorang yang telah mengadu domba kami bertiga sehingga Nyonya Elin begitu marah pada kami berdua. Dan hebatnya lagi ia menghasut Ibu-Ibu disana supaya suami mereka memutuskan kerja sama denganmu." ucap Tina mencoba memancing emosi Hambali.


Ternyata pancingan Tina berhasil. Hambali begitu geram dan membating handponenya kelantai hingga hancur berkeping keping.


"Apa!, Coba katakan siapa yang berani berbuat itu padaku. Dan apa dia tidak takut sama sekali telah berurusan dengan seorang Hambali." ucap Hambali sedikit mendekatkan wajahnya kearah Tina sdhingga perempuan parubaya itu sedikit gemetar di buatnya.


"Gisel!. Anak yang telah Kamu buang. Dan Kamu tahu tidak, Nyonya Elin memanggilnya dengan sebutan putrinya." balas Tina dengan raut wajah sedikit ketakutan.


Mendengar nama Gisel mata Hambali melotot sempurnya.


"Kamu jangan membohongiku. Kamu hanya ingin menakut-nakutiku saja bukan! mana mungkin Nyonya kaya itu mengangkat gembel sepertinya menjadi seorang anak. Sudalah, Aku tambah stres bila berbicara dengan perempuan gila sepertimu dan juga anak gilamu yang hanya mengurung diri di dalam kamar." ucap Hambali melangkah menuju pintu keluar meninggalkan Tina seorang diri disana.


"Kalau Kamu tidak percaya terserah, yang penting Aku sudah memberitahukan kebenaran ini padamu, kalau Gisel dan Aldo itu saudara angkat." ucap Tina berteriak kearah Hambali yang sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Sepeninggalan Hambali, Tina melangkah menuju kamar Dewi. Sejak peristiwa tidur dengan batang pisang, Dewi mengalama stres berat ditambah lagi siksaan dari Hambali membuat gadis labil itu setengah gila.


👉Ayo bagi like, coment, vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.


__ADS_2