
Setelah Novi selesai menggesek kartu yang di berikan Gisel ke mesin Electronic Data Capture, Novi kembali memberikan kartu kecil tersebut kepada Gisel sambil tersenyum manis.
"Nona Novi tolong tunjukkan handpone yang sama harga dengan handpone yang barusan saya beli kepada nyonya sombong itu" ucap Gisel kepada Novi sambil memandang kearah Tiara.
Navi mngangguk dan kembali mengeluarkan handpone yang sama merk dan harganya dari dalam box kaca.
"Ini Nona ....." ucap Novi sambil mengeser handpone tersebut ke depan Tiara.
Tiara tidak melihat sama sekali handpone yang di suguhkan Novi kepadanya dengan congkak malah memberi kartu ATM miliknya kepada Novi sambil mengibas di depan wajahnya.
"Ini Ambil dan lihat isinya berapa handpone di toko ini yang bisa di beli dalam kartu ATM itu dan ini PINnya" ucap Tiara sambil menyodorkan kartu ATM miliknya kepada Novi tidak lupa menyebut PINnya sendiri.
Novi segera mengambilnya walau sebenarnya Ia tau kalau kartu ATM milik Tiara sangat jauh dibawah dibanding kartu yang di sodorkan Gisel tadi kepadanya .
Novi mengesek Kartu ATM Tiara ke mesin EDC yang ada di depanya tadi dan memasukkan PIN sesuai dengan apa yang di beri tau Tiara kepadanya.
"Jumlahnya sekitar 150 juta Nyonya Tiara! kalau di hitung hitung uang Anda dalam kartu ini bisa membeli 5 handpone yang ada di toko ini dalam Arti itu semua handpone termahal dan kategori keluaran terbaru" ucap Novi memandang kearah Tiara.
Aldo mengkerutkan dahinya setelah mendengar ucapan dari Novi.
"Uang segitu saja di bangga banggain belum Tau dia Jumlah uang Tuan Aldo yang terlihat maupun yang tak terlihat" ucap Aldo sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gisel.
"Depan belakang sama saja sombongnya" gumam Gisel.
__ADS_1
"Bagai mana Nona! Anda mendegar sendiri bukan ucapan dari pelayan saya ini berapa jumlah uang yang saya miliki! kalau kamu belum mendengar biar Aku ulangi sekali lagi jumlah uang Aku yang ada di ATM tersebut berjumlah 150 juta dan itu Artinya Aku bisa membeli 5 handpone termahal dan jenis keluaran baru yang ada di toko ini! Apa kau masih sanggup mengalahkanKu Ah! ucap Tiara dengan bangga menyebutkan Nominal uang dalam kartu electriknya itu.
Gisel hanya merotasikan kedua matanya! uang sejumlah yang di sebutkan Tiara barusan buatnya sangat sedikit di banding Jumlah uang milik Aldo buktinya saat Ia kebutiq, Aldo membelikanya pakaian lebih dari jumlah yang Tiara sebutkan tadi itupun cuman 1 jenis pakaian saja.
"Ha ha ha..baru begitu sudah belagu!" ucap Gisel kembali memanas manasi Tiara.
Ternyata benar jebakan Gisel berhasil Tiara benar benar marah dibuatnya.
"Apa katamu belagu coba buktiin kalau uang yang kau miliki itu lebih besar dari uang yang Aku miliki sekarang ini! Atau jangan jangan kau cuman berkata asal saja supaya kami berdua dengan mudah mempercayai kalau kau juga punya uang yang banyak sepertiku" balas Tiara yang sama sekali tidak percaya kalau orang model Gisel ini tidak mungkin memiliki uang sebanyak yang Ia miliki.
"Baiklah ...kalau Kau memaksa! Tolong keluarkan kartu yang satunya yang paling banyak isinya diantara kartu yang lain" ucap Gisel sedikit takut memandang kearah Aldo
Aldo yang mendengar perintah dari Gisel segera mengeluarkan salah satu kartu kebesaranya dan menyerahkan ke pada Gisel.
Gisel yang mendengar kata sayang dari mulut Aldo merasa merinding ada getaran aneh yang tiba tiba muncul dari dalam dirinya.
"Apaan shi .."ucap Gisel mengambil kartu yang ada di tangan Aldo dan tanpa sadar memukul bahu milik Aldo.
Aldo hanya tersenyum lebar tanpa di ketahui oleh ketiga orang di hadapanya itu karna tertutup oleh masker.
"Nona Novi Ambillah!" ucap Gisel memberikab sebuah kartu kepada Novi
Kembali mata Novi terbelalak melihat jenis kartu tanpa batas yang diserahkan Gisel padanya.
__ADS_1
"Sudalah Nyonya Tiara, Anda tidak akan bisa mengalahkan Nona ini! coba lihat kartu ini Anda pasti sudah mengerti berapa nominal paling rendah bila memiliki kartu ini! dan pasti Anda tau bukan siapa saja di kota ini yang bisa memegang kartu seperti ini" ucap Novi yang tak lagi mau menggesek kartu yang barusan dia terimah dari Gisel karna Novi mengerti hanya pengusaha besar saja yang bisa memiliki kartu seperti itu, dengan kata lain jumlah orang yang bisa memiliki kartu seperti yang di peganganya sekarang ini bisa di hitung jari.
Tiara memplototkan matanya melihat kartu yang ada di tangan Novi sekarang ini, Tulang tulangnya bagai hilang seketika di dalam Tubuhnya. wajahnya mulai kelihatan pucat pasih menatap kearah Gisel.
"Maafkan saya Nona " ucap Tiara dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
Gisel tiba tiba merasa heran dengan perubahan sikap dari Tiara! hanya dengan melihat satu kartu kecil saja tiba tiba kesombonganya mengkerut.
"Nyonya Tiara tadinya Kau seperti macan betina yang siap memangsa lawan lawanMu ..kenapa hanya melihat kartu kecil tak bernyawa seperti ini Kau berubah seperti panda yang tidak ada manis manisnya sama sekali."ucap Gisel mentap dengan heran melihat perubahan dari Tiara .
"Maaf Nona " hanya itu yang bisa keluar dari Mulut tiara saat ini.
"Angkat kepalamu cepat ...Perempuan sombong sepertiMu tidak akan perna bisa berubah kalau tidak di beri pelajaran" ucap Aldo membentak Tiara sembari membuka maskernya.
Seketika mata Tiara dan Novi terbelalak ketika melihat siapa yang berdiri di hadapanya saat ini .
"Tuan Aldo ......" ucap Tiara dan Novi bersamaan.
"Iya Aku ...mulai saat ini Kau jangan lagi berjualandalan di Mall milikku ini! Aku tidak mau Mall milikku ini di kotori oleh perempuan sombong sepertiMu mengerti! " ucap Aldo membentak Tiara dengan nada tinggi.
"Tapi Tuan ...Mall ini tempat yang trategis buat saya Tuan, beda dengan Mall lain yang perna saya tempati dulu ...tolong Maafkan saya Tuan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Tiara menangis sambil berlari memutari box kaca dan bersujud di kaki Aldo.
"Pokoknya tempat ini besok harus Kau kosongkan Aku tidak mau melihatMu berjualan lagi di dalam Mall ini! ayo pergi ucap Aldo sambil menarik tangan Gisel untuk pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
👉seru bukan ...na kalau begitu mohon like ,comen dan vote nya ya teman teman ...trimah kasih.