ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
128. SUAMI MESUMMU.


__ADS_3

Sementara itu dari kejauhan Elin, Ibu dari Aldo memperhatikan mereka dengan seksama.


Perempuan parubaya itu terkadang ikut tersenyum oleh ulah Anak dan mantunya yang masih seperti anak kecil yang suka menjaili satu dengan yang lainya.


"Semoga Aldo tidak menuruni sifat Surya. Aku tidak mau kalau Gisel sampai merasakan penderitaan seperti apa yang Aku rasakan dulu," ucap Elin yang turut bahagia melihat anak dan mantunya terlihat begitu bahagia.


Elin melangkah mendekat kearah mereka berdua tapi dengan sangat pelan sekali sehingga langkah kakinya tidak terdengar di telinga Aldo dan Gisel.


Elin berencana memberi kejutan kepada mereka berdua. Tapi sayang, Dianyalah terkejut setelah mendengar ucapan - ucapan mesum dari putranya kepada Gisel mantunya.


"Sayang, yang ini sudah tidak rata lagi ya, seperti sebelum-sebelumnya! bentuknya pun sudah seperti anak kucing yang tertidur pulas di dalam kaca mata kuda made in Thailandmu," ucap Aldo sambil menunjuk kearah payud4rah Gisel yang sudah mulai membersar, tidak seperti sewaktu pertama Ia datang ke Mension itu.


Mata Gisel terbelalak dibuatnya. Gisel kembali pengingat kejadia pas pertama Ia menginjakkan kakinya di Mension itu, Aldo terus saja mengatai dirinya dengan si rata atau si mini karna melihat dari bentuk fisiknya.


"Ini semua gara-gara ulahMu Alimuddin.


Kamu itu serperti Bayi berkumis yang masih menete di pagi dan malam hari sehingga, bentuknya membesar sebelah seperi ini tau,"balas Gisel sambil memukul punggung Aldo dan memanyun-mayunkan bibirnya kearah Aldo.


Aldo terbahak terpintal - pintal sambil memegangi perutnya. Air matanya sedikit keluar. Bukan karna merasa sedih dengan ucapan Gisel tapi Ia senang sekali kalau bisa mengerjai istrinya itu.

__ADS_1


Lain halnya dengan Elin yang saat itu sedang berdiri di belakang mereka. Kedua matanya membelalak mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Aldo tapi, Ia masih mencoba menahan diri untuk menegurnya. Elin ingin melihat kejailan apa saja yang di lakukan Aldo untuk mengerjai menantunya itu.


"Kalau yang dibawah sini udah tidak memble lagi bukan! Kalau masih memble biar Kanda kompres pake air hangat," ucap Aldo sedikit menyondongkan wajah ya kearah Gisel, sementara jari telunjuknya diarahkan ke daerah sensif milik Gisel.


Kini Elin sudah tak kuat lagi melihat kejailan Aldo, tanpa aba-aba tanganya memukul punggung laki laki itu hingga mengeluarkan bunyi yang cukup keras.


Pluck......


"Aldo......!" suara cempreng Elin memecah seisi ruang tamu.


Aldo dan Gisel segera membalikkan badan ke belakang dan mendapati Elin berdiri di sana sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan menggeleng - gelengkan kepalanya.


Elin melangkah kedepan dan duduk di atas sofa di depan mereka berdua. Hanya meja ruang tamu saja yang saat itu membatasi jarak di antaranya.


"Aldo kamu ini mesum sekali! apa Kamu tidak kasihan melihat istriMu bila Kamu memperlakukanya seperti itu," ucap Elin sembari memplototkan matanya kearah Aldo.


Aldo hanya terdiam membisu sambil menundukkan kepalanya. Beda halnya dengan Gisel, Dia merasa tidak enak hati melihat suaminya di marahi oleh mertuanya.


"Bu ! Ini bukan salah Aldo kok, Gisel yang selalu ingin di perlakukan seperti itu. Semenjak hamil, Gisel selalu saja ingin bersama Aldo dan selalu ingin dijahili olehnya. Mungkin bawahan bayi kami yang ingin supaya Ayahnya selalu berada dengan Ibunya,"ucap Gisel menatap kearah Elin dan mengusapi punggung Aldo.

__ADS_1


Elin dan Aldo sontak menatap kearah Gisel.


"Benarkah! Dede bayi yang minta seperti itu! baiklah anak manis, Ayah akan melakukanya setiap hari bila Ayah ada waktu oke,!" ucap Aldo tersenyum bahagia dan kembali menciumi perut Gisel.


"Ah ..Kamu ini pandai sekali menyenangkan hati orang! baiklah kalau itu keinginan cucu ibu, Ibu tidak bisa menghalanginya lagi.Tetapi ingat, dalam tahap wajar, soalnya bukan cukan kalian berdua yang menghuni Mension ini, Ada puluhan nyawa yang turut bermukin di dalamnya. Hal tabu yang seperti diucapkan suami mesum itu tidak boleh di perdengarkan di tempat umum, paham,!"ucap sambil menunjuk kearah Aldo.


Gisel mengangguk, sembari cengegesan melihat Aldo. Lain halnya lagi dengan Aldo Ia kembali penggaruki kepalanya setelah mendengar Elin menyebutnya pria mesum.


Lama mereka terdiam di sana hingga Elin kembali mengangkat bicara.


"Jadi gak kita ke arisan ibu ibu hari ini! soalnya teman teman Ibu sudah sedari menelpon, dan setelah itu Kita ke panti jompo seperti keinginanMu" ucap Elin memandang kearah Gisel.


Gisel memandang kearah Aldo. Untuk meminta persetujuan dari suaminya itu.


"Baiklah! Untuk terakhir kalinya Kanda izinin tapi setelah itu, Dinda harus bermukim terus dirumah sampai Anak kita lahir oke!," ucap Aldo sedikit tegas pada Gisel.


Gisel tersenyum sembari membulatkan jarinya menyerupai hurup O besar tanda setuju.


đŸ‘‰terus beri vote, like ,coment dan rate bintang lima ....terimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2