
Setelah berpamitan pada Ibu Yati dan seluruh penghuni panti, Kini sepeda mootor yang di kemudikan oleh Lina melaju memasuki pusat kota menuju tempat dimana Gisel dan Mertuanya sedang berada.
Tidak butuh waktu lama kini sepeda motor yang mereka tumpangi sudah berada di depat pintu gerbang sebuah rumah mewah.
"Benar gak ini alamatnya! coba Mama Muda periksa kembali alamat rumahnya dengan benar, sapa tahu kita salah alamat!." ucap Lina sedikit menahan tawanya.
"Mama Muda kepalamu!." balas Melly sambil membuka tas kecil miliknya dan mengeluar handponenya dari dalam sana.
Melly menyalakan handponenya dan memeriksa pesan masuk yang di kirimkan Gisel tadi ke padanya.
" Jalan Beruang Blok A Nomor 30.
Tu kan, sama seperti yang tertulis di plat besi itu." ucap Melly, sambil menunjuk sebuah plat besi bertulisan alamat dan nomor rumah.
"Coba Aku lihat! Iya benar. sepertinya memang inilah tempatnya." balas Lina sambil merebut handpone milik Melly dan membaca isi pesan dari Gisel.
Tidak lama kemudian seorang pria tinggi besar membuka pintu gerbang dan mendekat kearah mereka.
"Maaf Nona-Nona! kalau boleh tahu Anda berdua kemari mau bertemu siapa." ucap satpam yang keluar menemui keduanya lantaran mendengar keributan kecil di luar pagar.
"Maaf Kami, Kami sudah mengganggu ke tengangan Pak satpam!. Begini Pak kami berdua mencari Alamat ini, apa benar ini alamat yang dituju sesuai isi pesan dari temanku?." ucap Melly merebut handpone dari tangan Lina dan memperlihatkanya kearah Pak Satpam.
"Umm....,Betul! Tidak salah lagi. Nona-Nona ini sebetulnya niat dan tujuannya kesini buat apa? kalau kalian berdua berniat bertemu Tuan Aksan dan Nyonya sebaiknya Kalian berdua urungkan niatnya dan kembalilah esok pada siang hari. Sebab didalam Nyonya lagi melakukan acara Arisan untuk Ibu-ibu pengusaha dan Ibu-Ibu pejabat baik dari luar kota maupun dalam kota ini." ucap Pak Satpam sedikit menjelaskan pada mereka berdua.
"Aku kesini memang tujuanya untuk ikut dalam arisan tersebut Pak." balas Melly.
"Kamu jangan membohongi Bapak. Mana mungkin gadis kecil sepertimu sudah ikut dalam arisan besar seperti yang diadakan di dalam sana." ucap Pak Satpam sedikit mengkerutkan dahinya mendengar ucapan Melly.
Lina yang sedari tadi cuman diam mulai gatal mulut. Dia turun dari kendaraan motornya dan melangkah mendekati mereka berdua.
"Pak Satpam yang baik hati dan tidak nyombong! Bapak tahu tidak, siapa Nona yang berdiri di hadapan Bapak sekarang ini." ucap Lina memegangi pundak Melly dan sedikit menepuk-nepuknya.
Pak Satpam hanya menggeleng kecil tanda ia tidak tahu.
"Baiklah, akan Aku jelaskan, sekalian beri tahu pada Bapak.
Wanita cantik dan bahenol yang berdiri dihadapan Bapak ini adalah calon Istri dari Tua Jony Iskandar hafiq! Jadi biarkanlah dia masuk. Kalau tidak, Bapak tahu sendirikan seberapa kejamnya Sekertaris itu! Ya sebelas dua belaslah dengan Tuanya." ucap Lina sedikit mengedip gedipkan matanya kearah Pak Satpam.
__ADS_1
"Idi apaan si Lina! semua orang yang Kamu temui, Kamu beri tahu seperti itu. Kenapa tidak sekalian Kamu melakukan "Konferensi pers" dan melakukan siaran langsung supaya semua orang di kota ini bahkan di dunia tahu kalau Aku ini calon Istri Jony seperti dalam otak halusinasimu itu." ucap Melly dengan sangat pelan kepada Lina dan hampir-hampir tidak kedengaran oleh telinga.
"Maaf Pak, kawan Aku ini suka sekali bercanda. Jadi, Bapak jangan mendengarkanya. Oh ya, Aku kemari di undang Nyonya Elin, Ibu dari Tuan Aldo. Apa Beliau sudah tiba?" ucap Melly sedikit menundukkan kepala tanda perminta maafnya atas ucapan Lina barusan.
Mendengar ucapa Lina dan Melly sontak wajah pak satpam yang tadinya sedikit datar mulai memucat.
"Kenapa si kedua orang ini menyebut nama ketiga orang sangar itu. Apa tidak ada nama lain selain nama mereka! yang bisa membuat hidup adem-ayam." ucap Pak Satpam dalam hati sambil menggetar-getarkan bahunya.
Melly dan Lina saling menatap dan keduanya ikut mengedipkan bahunya melihat perubahan tingkah laku dari Pak Satpam.
"Maaflan Saya Nona, Saya betul-betul tak mengenali Anda." ucap Pak Satpam merapatkan kedua Kakinya dan tanganya seraya menundukkan kepala kepada Melly.
Lina tersenyum puas. Berbanding terbalik dengan Melly, ia malah merasa tidak enak hati melihat Pak Satpam yang begitu ketakutan dibuatnya.
"Pak tidak usah se formal itu padaku. Apa boleh Aku masuk sekarang soalnya Nyonya Elin sudah menungguiku sedari tadi." ucap Melly menatapi Pak Satpam yang saat itu masih tertunduk memberi hormat.
Pak Satpam sedikit mengangkat wajahnya dan menatap kearah Melly.
"Silahkan Nona! biar teman Aku yang akan mengantarkan Anda untuk masuk bertemu Nyonya Elin. La' Rasyid cepat kemari." teriak Pak Satpam memangil temanya yang sedang asyik bermain handpone di pos satpam.
La' Rasyid yang mendengar namanya di panggil segera menghentikan kegiatanya. Pria berseragam putih itu berlari kecil mendekat kearah mereka.
"Tolong antarkan Nona ini bertemu Nyonya Elin dan jangan sampai ada yang menyentuhnya atau pun mencelakainya paham!."ucap Pak Satpam tadi sedikit tegas pada bawahanya.
"Paham Pak. Mari Nona, Saya antarkan Anda Kedalam menemui Nyonya Elin." ucap La' Rasyid mempersilahkan Melly untuk masuk.
"Trimah kasih Pak, Lin apa Kamu tidak ikut masuk kedalam?." ucap Melly menatap Lina yang sekarang ini berdiri di samping kirinya.
"Tidak usah Mell! apa kata orang-orang di dalam sana nantinya, jika melihat Aku masuk memakai baju rombeng seperti ini. Bisa- bisa mereka jijik dan menghinaku di dalam sana."balas Lina.
"Baiklah kalau begitu, nich ambillah! ucap Melly mengeluarkan dua uang merah dari tas kecilnya dan memberikanya kepada Lina.
"Mell.., Ini kebanyakan lo! satu saja sudah lebih apa lagi dua." ucap Lina memberi kembali satu uang merah kepada Melly.
"Ambillah kebetulan hari ini Aku baik hati, jadi jangan menolaknya. Dan Tolong belikan baju yang cantik dan buang baju rombenganmu itu ha ..ha .ha." ucap Melly tertawa dan melangkah memasuki halaman rumah megah itu.
"We ..dasar Mama Muda Jony! berani- beraninya Kamu menghina bajuku seperti itu. Awas saja nanti Aku akan membalasmu lebih dari ini." ucap Lina sedikit berteriak sambil menempelkan wajahnya di pagar jeruji besi.
__ADS_1
Melly yang mendegar teriakan dari Lina tidak peduli apa yang di ucapkan kawannya. Ia terus melangkah memasuki halaman gedung mewah tersebut di ikuti oleh La' Rasyid dari belakang.
Lama Lina berdiri disitu hingga matanya menatap kearah pot bunga yang berdiri tidak Jauh dari tempatnya kini sedang berada.
"Pak-Pak kemarilah." ucap Lina memanggil Pak Satpam yang saat itu sudah melangkah menuju pos jaga.
"Iya Nona, ada apa lagi!" balas Pak Satpam sambil mendekat kearah Lina yang masih setia memegangi jeruji besi pagar rumah tersebut.
"Bisa Aku minta bibit dari bunga itu!." ucap Lina menunjuk kearah pot besar berwarnah putih yang di tumbuhi bunga diatasnya.
"Maksud Nona, "Bunga Janda Bolong" itu!."ucap Pak Satpam ikut menatap kearah pot yang tak jauh dari mereka.
Lina hanya mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca memandangi " Bunga Janda Bolong" yang sejak lama ia cari.
"Ah jangan Nona ntar Nyonya marah kalau sampai bunga-bunga kesayanganya di sentuh orang lain selain Beliau dan penjaga kebun ini." ucap Pak Satpam menolak keinginan Lina.
"Tolonglah Pak. Sudah lama nenekku menginginkan bunga Itu. Dan inilah satu- satunya cara untuk memberi kebahagian. Bapak boleh mengambil uang ini, asal Bapak memberiku bibit tanaman itu." ucap Lina menyodorkan dua lembar uang merah yang tadi didapatnya dari Melly ke arah Pak satpam.
"Nona ini pandai sekali merayu, nyebut- nyebut nama nenek pula, kan Bapak sedih tahu! Baiklah ini buat Nenek ya, awas saja kalau Kamu membohongiku. Uangmu simpan saja Bapak tahu kamu lebih memerlukanya ke timbang Bapak." ucap Pak Satpam.
Pak Satpam kemudian mendekat kearah pot dan mengambil satu bibit dari bunga tersebut dan memberikanya kepada Lina.
"Ni ambillah dan cepat pulang berikan kepada orang yang Kamu sayangi." ucap Pak Satpam memberi anak "Bunga Janda bolong" pada Lina.
"Trimah kasih banyak Pak! Aku akan memberikanya kepada Nenek dan merawatnya seperti Aku merawat Nenek." ucap Lina berjalan sambil menompat- lompat sakin senangnya mendapat apa yang diinginkanya menuju ke arah motornya miliknya.
CACATAN : Votenya Author percepat sampai tanggal 8 bulan 11, jam 23.59. Dan pengumuman tanggal 9 bulan 11.
jadi ayo buruan menangkan pulsa dari Author.
pemenang pertama : 75 ribuh
pemenang ke 2 : 50 ribuh
pemenang ke 3 : 50 ribih
Oke Author udah tidak sabar lagi siapa orangnya!.
__ADS_1
👉tetap beri like, coment , dan rate bintang limanya ya trimah kasih.