
Surya tidak mempedulikan sama sekali ucapan Elin yang terus menangis memohon agar Ia mau melepaskan cekikanya ke leher Gisel.
"Aku tidak akan melepaskanya sebelum Dia meninggalkan anakKu" ucap Surya dengan mata memerah memandang kearah Gisel.
"Kau tidak punya hak dengan masa depan Aldo. Kau meninggalkanya dan memilih wanita itu di banding dirinya. Apa Kau perna berpikiran dan merasakan perasaanya saat Kau tinggalkan! Surya surya Ayah macam apa Kau ini!" ucap Elin yang terus saja menarik tangan Surya agar terlepas dari leher Gisel.
" Berani sekali sekarang Kau melawanKu wanita gila" ucap Surya memegangi leher Elin dengan tangan kananya sedangkan tangan kirinya mencekik leher Gisel.
Plack........
Sebuah pukulan keras mengenai wajah Surya sehingga, kedua tanganya terlepas dari leher Gisel dan Elin.
Gisel dan Elin terjatuh ke lantai. Mereka berdua segera menghirup oksigen untuk memenuhi kembali rongga paru paru mereka yang sempat berkurang oleh cekikan tangan Surya tadi.
"Uhuk...uhuk...uhuk..." batuk Gisel dan Elin secara bersamaan.
"Ibu, Sayang! Kalian tidak apa apa bukan?" ucap Aldo menghampiri mereka berdua dengan wajah penuh kecemasan.
"Aldo ....." ucap Gisel dan Elin bersamaan sambil memeluk tubuh Aldo
"Sudah sudah ..! Kalian berdua tenanglah! Sudah Ada Aldo disini untuk melindungi kalian berdua" ucap Aldo mengelus elus pundak kedua wanita itu.
Aldo mengankat tubuh mereka berdua untuk berdiri dan membopongnya kearah sofa.
"Kalian berdua disini dulu! Aku akan memberi pelajaran yang setimpal pada ******** itu" ucap Aldo mendudukkan Tubuh Gisel dan Elin diatas sofa.
Aldo melangkah mendekat kearah Surya yang saat itu sedang meringis kesakitan karena ketupat mentahnya Ia mendarat disana.
__ADS_1
"Hay ...Aldo, anak macam apa Kau! Kenapa Kau memukul Ayah kandungMu sendiri" ucap Yuli istri dari Surya.
"Kau tidak usah ikut campur dalam hal keluargaKu ! Wanita jal4ng" ucap Aldo dengan sinis memandang kearah Yuli.
"Kau..." ucap Yuli memplototkan mayanya keara Aldo.
"Kau jangan memplototiKu seperti itu atau Ku cungkil kedua bola mataMu itu, hingga pria ******* ini meninggalkanMu juga sama seperti Ia meninggalkan IbuKu" ucap Aldo yang tidak suka meliihat Yuli memplototinya seperti itu.
Sontak Yuli terdiam dan mengalihkan pandanganya ke tempat lain.
Yuli tak percaya melihat perubahan Aldo. Aldo yang dikenalnya lugu kini, bagai Iblis yang kekurangan darah.
"Nak..." ucap Surya mendekat kearah Aldo.
Aldo tak menjawab sama sekali ucapan Surya Ia malah melipat kedua tanganya di depan dadanya.
"MenjodohkanKu... Wow...! Kenapa bukan Kau saja yang menikahinya! Kau ingat Surya, Aku ini bukan laki laki sepertiMu yang bisa gonta ganti pasangan! Aku ini pria setia bukan seperti diriMu" Balas Aldo .
"Tapi Nak dia itu wanita Kaya dan berpangkat! Dia sejak dulu sudah menyukaiMu.Ia menyuruh Ayah untuk mengurus segera pernikahan kalian!" Balas Surya merayu Aldo untuk mengikuti keinginanya.
"Surya ...surya....Kau ini memang laki laki gampangan. Mendengar kata harta dan jabatan mataMu sudah membiru, dan apa kau lupa siapa Aku ini Ah ! Aku ini Aldo putra sanjaya, yang kekayaanya takkan habis sampai berlapis lapis keturunan Jadi, siapa yang bisa mengalahkan hartaKu di kota ini" balas Aldo dengan congkak.
"Tapi Nak....Ayah.....! ucap Surya menggantung.
"Aku ini bukan AnakMu! Kau sudah membuangKu jadi, untuk apa lagi Kau kemari! Kedua Karna kau sudah menyakiti kedua wanita kesayanganKu maka mulai sekarang semua fasilitas yang pernah kuberi padaMu akan Aku tarik kembali" ucap Aldo dengan tegas.
"Jangan Nak... Ayah akan pergi dan tidak akan kembali lagi asal, semua yang pernah Kau beri kepada Ayah tidak Kau cabut" ucap Surya memohon kepada Aldo.
__ADS_1
"Surya Aku tidak mau mengucap dan mengulang kembali ucapanKu. Segera pergi atau Sianga peliharaanKu yang akan menyeret kalian keluar dari tempat ini" ucap Aldo yang tidak peduli sama sekali permohon Surya.
Yuli yang mendengar binatang mengerikan itu segera mendekat kearah Surya dan mengajaknya untuk segera meninggalkan tempat itu.
"Ayo kita pergi Sayang sebelum binatang mengerikan itu menyayat nyayat tubuh Kita" ucap Yuli sambil menarik tubuh Surya meninggalkan tempat itu.
Setelah keduanya pergi Aldo segera mendekat kearah Gisel dan Elin.
"Ibu, Sayang apa kalian tidak apa apa? ucap Aldo menatap kearah mereka berdua.
Elin cuman mengangguk sementara Gisel hanya terdiam.
"Sayang...."ucap Aldo memegang tubuh Gisel.
Tiba tiba tubuh wanita itu Ambruk dan jatuh diatas sofa.
"Sayang, Nak..." ucap Elin dan Aldo secara bersamaan sambil menggoyang goyangkan tubuh Gisel yang sudah tak berdaya.
"Pelayan......." ucap Aldo teriak sehingga suaranya memecah dalam ruangan.
Ada Tujuh pelayan segera menghampirinya dan berbaris di depan Aldo.
"Cepat panggilkan Docter pribadi Aku....Cepat" Bentak Aldo sambil terus mengusap wajah Gisel.
"Baik Tuan" ucap Pelayan secara bersamaan sembari menghambur diri mereka.
"Sayang bangunlah!" ucap Aldo dengan mata berkaca kaca sambil mengelus lembut wajah istrinya.
__ADS_1
👉like, coment, vote rate bintang 5 masih di tunggu ya makasih.......