
Dirga terus saja tertawa hingga sang wanita pegitu jengkel di buatnya.
"Stop..,!" ucap Sang gadis membentaki Dirga .
Sontak seketika itu juga Dirga terdiam dan memandang kearah gadis yang ada di hadapanya saat ini.
"Kamu harus ganti rugi! coba lihat motorku sampai penyok akibat ulahMu" ucap Sang gadis sambil menunjuk kearah motornya yang sedikit penyok akibat tertabrak tadi oleh Dirga.
Mata Dirga memandang kemana arah gadis itu menunjuk. Dan benar adanya motor sang gadis sedikit penyok dan meninggalkan beberapa goresan kecil disana.
"Baiklah,! Aku akan ganti rugi, coba sebutkan berapa harga yang harus Aku bayar untuk menebus kerusakan pada motormu itu?" balas Dirga kempali memandang sang gadis.
"Aku tidak tahu berapa harga yang Kamu harus bayar, soalnya Aku bukan tukang service kendaraan! kalau Kamu mau kita bawah ke bengkel yang dekat dari disini" balas sang gadis.
"Kita bawah ke bengkel langganan keluargaKu saja, tapi sehabis Aku menjeguk sahabatKu yang sedang dirawat di dalam sana" balas Dirga sembari menunjuk kearah rumah sakit yang ada di depan mereka saat itu.
"Baiklah tapi Kamu harus ada jaminan! Aku takut Kamu kabur. Cepat kemarikan dompetMu" ucap sang gadis mendekat kearah Dirga dan merogo saku celana bagian belakang Pria itu.
__ADS_1
Dirga hanya pasrah. Setelah mengambil dompet Dirga, sang gadis lalu membuka dompet yang terbuat dari kulit sapi asli dan mengeluarkan KTP dari dompet kecil tersebut.
"Ni ambilah! Sebagai jaminanya agar Kamu tak kabur, Aku sita kartu tanda pendudukMu" ucap Sang gadis lalu menyerahkan kembali dompet kepada pemiliknya.
" Bagaimana kalau kamu yang membawa lari kartu identitasKu, Kemana harus Aku mencariMu,? " balas Dirga sambil memasukkan dompetnya dalam saku celananya.
Mata sang gadis tiba tiba melotot setelah mendengar perkataan dari Dirga.
"Mana mungkin Aku melarikan KTP milikMu. DirumahKu ada 13 seperti ini, jadi jangan kuatir Aku tidak akan membawah kabur kartu pengenalMu ini, karna akan menambah deretan sampai dirumahKu saja! Baiklah nanti kita bertemu disini lagi 30 menit mulai dari sekarang," ucap gadis itu lalu meninggalkan Dirga sendiri di tempat itu.
"Hay tunggu dulu! astaga bagaimana Aku mengejarnya mobil saja salah parkir,!" ucap Dirga sedikit pusing antara mengejar sang gadis atau memarkirkan mobilnya di tempat selayaknya.
Tidak lama kemudian kini dirinya sudah berada di depan bilik dimana Nanang sedang terbaring disana.
Dirga mengetuk pintu terlebih dulu dan tak lupa memberi salam sebelum masuk.
Dirga mendorong daun pintu dan mendapati Nanang sedang duduk bersandar di punggung pembaringan sembari memainkan handpone miliknya.
__ADS_1
"Hay ! Kamu sakit atau hanya pindah tempat tidur saja! KelakuanMu masih seperti dulu tak pernah berubah sedikit pun, mungkin hanya Game saja yang tersimpan dalam otak kecilMu itu"ucap Dirga mendekat kearah nakas dan meletakkan buah tanganya diatas lemari kecil itu.
Nanang segera mematikan handpone miliknya dan memperbaiki duduknya setelah mendengar suara Dirga.
"Kamu sudah datang! Trimah kasih banyak ya, Kamu memang saudara que yang menjelma sebagai sahabat" ucap Nanang sedikit tersenyum pada Dirga.
Mendengar kata saudara Dirga langsung tersenyum kerbau kearah Nanang.
"Itu pesananMu! cepat makan, Aku ada urusan sedikit dirumah sakit ini. Nanti Aku kembali lagi kemari" ucap Dirga melangkah menuju pintu keluar.
"Apa Kamu tak ingin menyuapi saudaraMu ini" ucap Nanang cengengesan.
"Kau punya tangan bukan! suap sendiri saja" ucap Dirga menutup kembali pintu bilik itu.
Sementara di bilik lain, yang tak jauh dari tempat Nanang dirawat saat ini.
"Nak Rindu! Ibumu harus segera di operasi, kanker dalam tubuhnya mulai menjalar. jadi Nak Rindu harus mempersiapkan dana operasi supaya pihak rumah sakit bisa segera melakukan operasi untuk mengangkat sel kanker dari dalam tubuh IbuMu" ucap seorang pria parubaya yang berprofesi sebagai dokter dalam rumah sakit tersebut.
__ADS_1
đŸ‘‰terus beri Vote, like ,coment dan rate bintang lima ya trimah kasih.