ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
42. BERPISAH DENGAN MELLY.


__ADS_3

Gisel dan Melly melangkah kearah halte bus yang berada dekat Mall tersebut.


"Mell kita berpisah disini dan kapan kapan kita jumpa lagi ya ! ucap Gisel setelah mereka berdua tiba di halte bus tersebut.


" Kok jadi sedih begi shi! Rasanya Aku tidak mau pisah dariMu Gi' bagai mana kalau Kamu tidak usah pulang ke rumah Tuan Aldo, kita cari kos yang jauh dari sini supaya Tuan arogant itu tidak menemukanMu lagi" ucap Melly sedikit berkaca kaca sambil memegangi tangan Gisel.


"Tidak bisa Mell, Aku harus pulang. Aku takut Ia menyiksaMu juga! lagian Kamu tahu berapa besar kuasa yang di miliki Tuan Aldo itu. Aku bersembunyi di lubang sebut sekalipun pasti Ia akan munemukanKu" ucap Gisel memperkuat genggaman tanganya kepada sahabatnya.


"Terus bagai mana dong cara kamu melepaskan diri dari Tuan Aldo" balas Melly.


Lama Gisel termenung hingga akhirnya menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan kasar.


"Aku juga tidak tau sampai kapan semua penderitaan ini berakhir" ucap Gisel dengan tatapan kosong sambil memalingkan tubuhnya kearah jalan raya.


"Gi! maafkan Aku, semua ini salahKu, andai saja waktu bisa diputar kembali, Aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu. Dan menyeretMu kedalam masalah yang rumit ini" ucap Melly sambil memeluk Gisel dari arah samping.

__ADS_1


"Sudalahlah Melly, semua sudah terjadi! Mungkin TUHAN menyimpan rahasia di balik ini semua " ucap Gisel mengelus pundak Melly.


Lama mereka terdiam hingga sebuah bus berhenti di hadapan mereka berdua .


"Gi, Aku pergi dulu ya! jaga diriMu baik baik dan jangan lupa menghubungiku bila kamu membutuhkan sesuatu" ucap Melly sambil memeluk Gisel untuk kesekian kalinya.


"Iya bawel Kau juga hati hati ya! jangan lupa jaga kesehatan. lain kali kita ketemu lagi oke" ucap Gisel sambil membalas pelukan Melly


"Bye......" ucap Melly setelah berada diatas bus.


" Bye ..." balas Gisel sambil melambaikan tangan.


Gisel kemudian memainkan handpone jadul miliknya dan menekan tombol kecil yang ada disana.


"Hallo Mba Lin boleh jemput Aku di halte dekat Mall yang tadi kita singgahi" ucap Gisel menelpon Lina si tukang ojek langgananya.

__ADS_1


"Boleh, tapi tunggu sebentar ya, setelah Aku selesai mengantar penumpangKu!" ucap Lina dari ujung sana.


"Oke Mba! trimah kasih banyak" balas Gisel dan memutuskan panggilanya dengan Lina.


Gisel duduk termenung di kursi panjang yang disediakan pihak halte untuk memberi kenyamanan kepada para penumpang yang menunggu kedatangan bus.


Kenangan kenangan keluargan yang begitu tega mengusirnya dan menyakitinya, seseorang yang Ia anggap kekasih lebih memilih dijodohkan dengan adik tirinya, di tambah lagi Aldo yang sering membuatnya jengkel semua bercampur menjadi satu seperti sebuah film yang setiap saat Ia bisa putar kapan pun Ia mau.


"TUHAN kenapa cobaan bertubi tubi datang kepadaku" ucap Gisel sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


"TUHAN seandainya masih ada kebahagian untukKu di masa depan Tolonglah segerakan padaKu supaya hambaMu ini bisa juga merasakan yang namanya bahagia" ucapnya lagi sambil menyekah air matanya.


Lama Gisel termenung di sana sampai sampai Ia tidak menyadari kalau Lina tukang ojeknya sedari tadi membunyikan klakson untuknya.


"Nona Gisel mau pulang tidak" ucap Lina sedikit teriak kearah Gisel.

__ADS_1


Gisel sedikit kaget Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


👉hay kawan kawanku dari sabang sampai merauke jangan bosan bosan ya beri like, vote , coment ,dan follow me ...gratis kok makasih.


__ADS_2