
Semantara itu di Aula. Gisel tak henti hentinya memandang ke arah Dewi.
Gisel terus saja pengawasi pergerakan gadis belia itu dari Jauh, dengan tatapan fokus tanpa berkedip sedikit pun.
Gisel tak mau rencananya kali ini gagal karena kelalaianya.
Tak lama kemudian Dewi mendekat kearah Hambali yang sedang sibuk berbicang dengan para tamu undangan.
Terlihat dari sana, Tampak gadis itu menarik papanya menjauh dari keramaian.
Setelah benar benar aman dari pantauan orang lain, Dewi dan Hambali berhenti dan mulai bercakap.
"pah, apa papa sudah memberi tahu para Wartawan, Ormas serta penghulu untuk menangkap basah kami nantinya,?" ucap Dewi dengan sangat pelan dan hampir tidak kedengaran oleh telinga.
"Kamu tenang saja, anak buah papa sudah papa perintahkan sesuai keinginanMu. Kali ini Kita harus berhasil. Karena inilah satu satunya cara supaya papa bisa memonopoli semua tender besar dari perusahaan A&J milik Tuan Aldo. Dan Kamu bisa hongkan hongkang kaki nantinya, setelah Kamu berhasil menjadi Nyonya Aldo. Fasilitas mewah, barang barang "branded" dan kekuasaan akan muda Kamu dapatkan jika, rencana Kita ini benar benar berhasil Dewi." ucap Hambali kepada Dewi sambil tersenyum membayangkan bila nanti Aldo menjadi menantunya. Segala cita citanya selama ini bisa Ia dapatkan melalui Aldo sang penguasa kota ini.
"Papa tenang saja, semua pasti akan kita dapatkan asalkan, papa nantinya datang tepat waktu bersama orang orang itu" ucap Dewi memandang kearah Hambali dan ikut tersenyum.
Sementara itu, Gisel yang terus menatap kearah mereka berdua, begitu penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, mungkin lebih tepatnya apa yang mereka rencanakan.
Seandainya bisa menghilang mungkin sedari tadi Gisel sudah ikut nibrung bersama dua rubah itu, dan mendengarkan semua rencana jahat mereka pada suaminya.
Tidak lama kemudian, tampak dari sana Hambali kembali bergabung dengan para undang. pria parubaya itu benar benar pandai memainkan karakternya. Waktu bersama Dewi wajah jahatnya begitu terlihat, tetapi ketika bersama orang lain, wajah lugu dan tak berdosanya Ia mainkan. sungguh manusia bunglon yang dapat merubah raut wajahnya pada waktu dan jam yang sama...keren bukan?.
Setelah kepergian Hambali. Dewi pun ikut meninggalkan tempat itu menuju kearah pintu keluar.
Gisel yang melihat sudah ada dan tanda tanda Dewi akan melancarkan niat busuknya. Segera membuka tasnya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.
"Mell..! apa sudah selesai kalian kerjakan apa yang Aku suruhkan tadi,?.ucap Gisel setelah tersambung dengan Melly.
"Sedikit lagi ! tinggal menatanya dengan rapi setelah itu kami keluar," balas Melly dari dalam sana.
__ADS_1
"Cepatlah! pelanduk itu sudah menuju ke sana! jangan sampai Dia melihat kehadiran kalian berdua, bisa bisa rencana kita gagal," ucap Gisel mengingatkan Melly.
"Baiklah ! Kami akan segera keluar" ucap Melly memutus jalinan telpon mereka.
Sementara itu, Dewi terus melangkah menuju ke arah kamar, dimana Hambali telah menyuruh anak buahnya menidurkan Aldo yang dalam pengaruh obat perangsang.
Dan tanpa Dewi sadari, Gisel terus saja mengekorinya dari belakang.
Tak lama kemudian, Dewi sudah tiba di depan pintu kamar 120 yang memang sudah Ia pesan sebelum pertemuan antara tiga negara yang di selenggarakan di hotel ini.
Dewi mengarahkan pandanganya kiri dan kanan sebelum Ia masuk dalam kamar tersebut.
Setelah dirasa aman Dewi langsung masuk kedalam.
Tidak berselang beberapa menit kemudian. Tampak kerumunan orang juga datang ke kamar itu. Diantara kerumunan orang itu terlihat beberapa Wartawan dan juga Ormas yang biasa mengadakan penggerebetan saat mengetahui ada orang yang melakukan tindak Asusila, perjudian dan pengguna narkoba
"Buka .....! ucap seorang pria bertubuh kekar dengan sorban diatas kepalanya.
"Dobrak..." ucap pria bersorban tadi.
Tiga anak buahnya mendobrak daun pintu kamar itu, hingga benar benar ambruk di kantai.
Mata mereka terbelalak ketika mendapati Dewi yang duduk diatas lantai tak berpakaian dan hanya selimut yang melilit tubuhnya untuk melindungi barang berharganya.
"Kau kenapa Nak! ucap Pria bersorban tadi.
Dewi tak menjawab Ia hanya menangis terseduh seduh sambil menundukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian datanglah Hambali dengan seorang penghulu yang terus mengikutinya dari belakang.
"Dewi, Kamu kenapa Nak,?! " ucap Hambali begitu lembut kepada Dewi.
__ADS_1
"Pa, Dewi di perk0sa, " ucap Dewi menangis dengan pilu hingga yang mendengar akan teriris hatinya.
"Siapa yang berani melakukan ini semua padamu Dewi! ucap Hambali sedikit membentak kearah Dewi.
Dewi tak menjawab Ia hanya menunjuk.kearah pembaringan.
Semua mata memandang kearah pembaringan yang di tunjuk oleh Dewi, dan mendapati seseorang yang sedang tertidur pulas sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Apa Dia yang melakukan semua ini padaMu! ucap pria bersorban kepada Dewi untuk memastikan betul betul, kalau yang diatas pembaringan itu adala laki laki yang memerk0sanya.
Dewi hanya menganguk.
"Baiklah! Kau dan Kau buka selimutnya dan seret Dia kemari" ucap pria bersorban itu kepada kedua anak buahnya.
"Baik" ucap keduanya lalu melanglah kearah pembaringan.
Para wartawan sudah siap mengambil gambar pelaku pemerk0sn yang menurut kabar angin seorang pesohor di kota ini.
Mereka berlomba lomba ingin memuat berita itu, karna bisa menjadi topik utama bahkan Viral di media massa dan dunia maya nantinya.
Setelah kedua pria yang di suruh tadi tiba di samping pembaringan keduanya pun langsung menarik selimut, yang menyelimuti tubuh sang pemerk0sa menurut tutur Dewi tadi.
Mata mereka terbelalak, ketika melihat sebuah batang pisang memakai baju sarta celana dengan wig berwarna warni sedang terbaring diatas sana.
"Katakan yang sebenarnya! apa benda tak bernyawa itu yang memperk0samu, atau jangan jangan Kamu sendiri yang memperk0sanya! " ucap pria bersorban tersebut sambil melototkan matanya kearah Dewi.
Mata Dewi dan Hambali terbelalak dan merasa sangat malu dibuatnya. Aldo yang mereka inginkan kenapa batang pisang yang mereka dapatkan.
"Huu.....Dasar perempuan gila. Bisa bisanya Ia tidur dengan batang pisang! kalau kamu mau kami siap Kok. bubar... bubar... bubar... " ucap seorang pria tinggi besar sakin jengkelnya dengan Dewi dan menyuruh mereka semua meninggalkan bilik itu.
👉tetap beri like, coment , vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.
__ADS_1