
Gisel terus memukul mukul bantal Guling yang ada diatas ranjang tanpa Ia sadari Aldo sudah sedari tadi berdiri di dekatnya dengan membawah nampan berisi segelas air jahe dan satu buah toples berisi cemilan ditanganya.
" Kenapa lagi Gadis mini ini! kenapa Ia mengerutu seorang diri atau jangan jangan pengaru kena beling yang kemarin ya! sehingga otaknya bergeser ke arah bawah" ucap Aldo dalam hati sambil menyimpan barang yang di bawahnya ke atas nakas.
Aldo melangkah mendekati Gisel dan segera memegangi jidatnya.
"Tidak panas " ujar Aldo yang terus membolak balikkan telapat tanganya di atas jidat milit Gisel.
Gisel yang mendapat perlakuan seperti itu dari Aldo mengkerutka dahinya dan sedikit menggeser kepalanya ke sebelah kiri.
"Tuan kenapasi? aneh de!" ucap Gisel sembari yang menghndar dari sentuhan Aldo.
"Aku cuman memastikan saja kalau otakmu tidak ada yang geser! Atau jangan jangan kau kesambet penghuni kamar ini" ujar Aldo yang terus menjulurkan tanganya kearah Gisel.
"Mana ada seperti itu lihat Aku masih normal seperti kemarin kemarin dan tidak ada perubahan sama sekali atau jangan jangan sebaliknya Tuan yang otaknya bergeser atau kesambet roh dalam kamar ini...iii" ucap Gisel mengedipkan bahunya.
"Berani sekali kau berkata seperti itu" ucap Aldo sambil melompat ke atas pembaringan dan mengunci tubuh Gisel yang sedang berbaring.
Tubuh Aldo berada diatas tubuh Gisel kedua tanganya memegangi tangan Gisel sehingga Gisel tidak bisa berbuat apa apa selain merontah rontah.
Mata mereka saling berpandangan sehingga membuat jantung mereka berdua berdetak kencang.
__ADS_1
"Lepaskan Tuan! Aku sulit bernafas" ucap Gisel yang sekarang berada di bawah.
Aldo yang menyadari itu lekas tersadar dan mengguling tubuhnya tanpa melepaskan peganganya.
Kini berbanding terbalik Aldo kini yang di bawah sementara gisel yang menghimpitnya.
Kembali mata mereka saling bertatapan.
Gisel begitu malu dibuatnya dan membuang pandanganya sedikit kesamping .
"Cup......" Aldo secepat kilat mencium pipi milik Gisel.
"Kenapa Tuan selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Gisel protes karna Aldo menciumnya secara tiba tiba.
"Ha ha menikmati maksud Tuan! I geli coba de Tuan lepasin tangan saya pasti sedari tadi saya turun dari tubuh besar Tuan ini! Atau jangan jangan Tuan menikmati dada rata yang Tuan beri julukan itu" ucap Gisel membalas..
"Mana ada....Ah sudalah.." ucap Aldo dengan wajah memerah ibarat pencuri yang sedang kedapatan mengambil sesuatu sambil menggulin Gisel kearah kiri dan Ia turun ranjang dari arah kanan.
Gisel cengegesan kini Giliran Dia yang bisa mengerjai Aldo walau dalam hatinya sedikit takut kalau tiba tiba Aldo memarahinya lagi.
"Minumlah itu supaya badanMu hangat dan jangan lupa makan cemilan yang ada di toples itu" ucap Aldo menunjuk kearah nakas.
__ADS_1
"Sebenarnya Tuan Aldo baik Andai tidak reseq Ia terlihat sangat Manis bila tidak berkata kasar" ucap Gisel dalam hati.
"Kenapa diam saja apa Kau mau melanjutkan adegan seperti tadi ?" ucap Aldo sambil menyentil jidat Gisel sebela kiri.
"Ih ....barusan dipuji puji juga tapi kembali lagi kesifat aslinya" ucap Gisel sambil memayunkan bibirnya.
Aldo hanya tersenyum mendengar ucapan Gisel walau sangat pelan tapi masih terdengar samar samar di telinganya.
Aldo melangka berdiri dari tempat duduknya belum juga Ia melangkah Gisel menegurnya .
"Tuan mau kemana? ucap Gisel menatap kearah Aldo .
"Mau mandi apa Kau mau ikut" ucap Aldo dengan wajah serius tapi senyum gelinya Ia tahan.
"Ia de jijik! pergi sana ? ucap Gisel melempar Aldo memakai bantal.
Aldo segera terbahak bahak karna kembali bisa melihat wajah Gisel marah tapi tetap menggemaskan baginya.
"Terpaksa mandi di temani Mba Lux lagi" ucap Aldo sambil berlalu pergi meninggalkan Gisel.
Setelah kepergian Aldo handpone mini miliknya bergetar sebuah pesan singkat dari Melly tertera disana.
__ADS_1
👉Jangan lupa like,coment,vote,favorite dan follow ya supaya novelnya makin naik ..trimah kasih banyak...