ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
78.RONDE KE 2.


__ADS_3

Matahari kini tidak malu malu lagi menampakkan wajahnya di balik awan. Hewan pagi juga turun menyambut ke datanganya.


Kicauan demi kacaunan burung menyambut indahnya pagi hari ini.


Aldo yang terlebih dulu bangun dari pada Gisel sudah terduduk manis di samping pembaringan sambil menatapi wajah cantik istrinya.


"Hay bangunlah ini sudah pagi" ucap Aldo sambil meniup niup wajah Gisel.


Gisel tidak menggubris sama sekali ucapan Aldo Ia malah membalik badan ke kanan mengarah Ke Aldo .


Aldo mengeryitkan dahinya dan tersenyum melihat istrinya seperti bayi yang sedang tertidur pulas.


Kembali Aldo membelai wajah istrinya dan menyapu rambut yang menutupi wajah Gisel.


Pertarung semalam mungkin membuat gadis itu ke kecapean hingga tak biasanya Ia bangun sesiang itu.


"Sayang bangunlah," ucap Aldo


Gisel tak menjawab, dia hanya mengerutkan dahinya.


"Kenapa ekspresi wajahMu seperti itu" ucap Aldo memandang kearah Gisel.


"Ini semua karena ulahmu," ucap Gisel menutup Tubuhnya dengan Selimut.

__ADS_1


"Ulahku?," ujar Aldo dengan wajah heran tapi sebenarnya Ia tau maksud dari ucapan Gisel tersebut.


Gisel mengangguk poles.........


Aldo lama berpikir kemudian tersungging menapatap kearah Gisel.


"Jagan jagan anak umur uburnya masih ada yang ketinggalan di dalam makanya, Ia menyetrum nyetrumkan aliran listrik di bagian Itu! Coba kanda lihat siapa tau kanda bisa membatuMu sayang mengeluarkanya dari situ" ucap Aldo dengan wajah yang sagat serius.


Lama Gisel berpikir! Memang daham hal hubungan intim pengetahuan Gisel sangatlah minim jadi dengan polos Gisel mengangguk dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Aldo kembali terbelalak melihat tubuh gisel.


Aldo menelan salivanya dengan sangat kasar hingga dapat kedengan di telinga.


"Iya Maaf!" ucap Aldo menggaruk Garuk kepalanya.


Kemudian Aldo mengalikah pandanganya ke tempat lain hingga


tak tahan melihat pemandangan yang terpampang di depanya saat ini. Perlahan Ia bangkit dari tempat duduknya dan berniat naik diatas pembaringan.


"Hay mau apa kanda naik keatas! Kan tadi hanya ingin memastikan saja kalau setrum ubur ubur masih ada atau tidak di dalam sana" ucap Gisel memplototkan matanya kepada Aldo.


"Sayang please," ucap Aldo dengan memelas kepada Gisel.

__ADS_1


Akhirnya senjata makan Tuan! Tadinya niat awalnya hanya ingin mengerjai Gisel ternyata Ia sendiri sudah tak tahan menahan.


Baru kali ini Gisel melihat Aldo memelas, Gisel terpaksa pasrah dan mengikuti permainan dari suami mesumnya itu.


Kembali Aldo melancarkan aksinya mengarungi samudra luar dengan mengarungi pulau yang begitu luas dan bersandar pada tepi yang tak berpenghuni.


Setelah semuanya beres Aldo kembali menyelimuti tubuh istrinya lalu mencium keningnya dengan sangat mesra.


"Tidurlah, Aku menyanyangimu," kecup Aldo pada kening Gisel.


*********************


Aldo yang sudah terlihat rapi kembali membangunkan Gisel.


"Sayang Ayo mandi ini sudah siang loh" !Kanda sudah menyuruh Bibi untuk menyiapkan makan dan minuman kesukaanMu" ucap Aldo kembali membangungkan Gisel sambil mencium ubun ubun istrinya dengan lembut.


"Hummm......." Gumam Gisel membuka matanya dan melihat Aldo yang tersenyum manis padanya.


Gisel yang berniat ingin turun dari pembaringat tiba tiba kembali meringis karna daerah kewanit4an masih terasa ingilu.


"Awo...... Perih" ringis Gisel.


Tapi tiba tiba saja tubuhnya melayang diudara dua tangan kekar memangkunya dan membawahnya masuk dalam bilik kamar mandi.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri like, coment, Vote dan rate bintang lima ya ...gratis kok triah kasih......


__ADS_2