
Wajah Hambali semakin memerah mendegar perkataan Gisel, Dengan kasar Ia mengangkat tangannya ke udara dengan tujuan untuk menampar Gisel.
Mata Aldo terbelalak Ia mengerti kalau Gisel saat ini sedang dalam bahaya, Tetapi belum juga iya melangkah kakinya untuk menghentikan Hambali, senyumnya kembali tergambar ketika melihat Seorang wanita menahan tangan besar milik Hambali.
"Hentikan Tuan Hambali! Tuan sudah sangat keterlaluan, Ternyata apa yang di beritakan dimedia tentang Anda selama ini sangat bertolak belakan dengan sifat Tuan yang sebenarnya! Tuan ternya tidak punya hati, menindas orang orang lemah seperti kami ini hanya untuk memuaskan hasrat keluarga Tuan "ucap Melly menahan tangan Hambali dan menghempaskanya turun.
"Siapa Kau! kenapa Kau berani membelah perempuan gila ini!" ucap Hambali sambil memandang kearah Melly.
"Tuan tidak usah tau siapa Saya! yang jelas Saya disini membelah orang yang sedang terzalimin" ucap Melly dengan berani menentang Hambali.
"Ternyata Kau belum mengenal Aku! Apa kau tidak takut denganku dan sepak terjangKu selama ini Ah " ucap Hambali sambil mengangkat kerah baju Melly keatas dengan kedua buah tanganya.
"Tuan Lepaskan Atau! Semua video ini akan tersebar di media sosial! Tuan tau sendirikan dampaknya untuk peeusahaan, dan keluarga Tuan!" ucap Melly dengan santai tanpa takut sedikitpun dengan hambali.
"Apa maksudMu?" ucap Hambali dengan nada heran.
"Tuan coba lihat itu! Aku sudah merekam adegan video ini dengan temanKu disana. Jadi, kalau ada apa apa denganKu maka Dia akan nenyebarkan Video ini ke media sosial. Tuan mengertikan maksud Saya?" ucap Melly menunjuk handponenya yang sedari tadi dia sandarkan di vas bunga diatas meja sambil menyungginkan bibirnya kearah Hambali.
" Sial..." ucap Hambali menatap kearah handpone milik Melly diatas meja dengan camera menyala menghadap kearah mereka.
__ADS_1
"Sebaiknya Tuan tinggalkan tempat ini atau semua orang dalam kota ini akan tau kebusukan Tuan selama ini" ucap Melly sambil melepaskan kera bajunya dari genggaman Hambali.
"Awas saja kau! Aku tidak akan melepas kalian berdua! ingat suatu saat Aku akan menyiksa kalian sampai kalian berdua benar benar menyesal sedang meniup terompet perang dengan Aku " ucap Hambali sambil berlalu pergi meninggalkan tempat itu diikuti Windy dari belakang.
Hambali terus berjalan menuju pintu keluar pas ingin berbelok tiba tiba tubuhnya berbenturan dengan seseorang di sana.
Matanya melotot setelah melihat siapa yang menabraknya kala itu.
"Tuan Aldo" ucap Hambali dan Windy bersamaan sambil menundukkan kepala.
"Iya Hambali Aku! lagi apa Kau di perusahaanKu ini ?" ucap Aldo mengibas ngibaskan tangannya kearah bajunya seakan akan jijik dengan sentuhan Hambali tadinya.
Aldo mengeryitkan dahinyan dengan ucapan Hambali.
"Windy! Kau ada hubungan apa dengan Hambali ini" ucap Aldo berpaling kearah Windy.
"Kami hanya teman kerja Tuan!Tidak lebih dari itu" ucap Windy berbohong dengan bibir bergetar.
Aldo hanya tersenyum sinis dengan kebohongan Windy. Aldo Tau betul ada hubungan spesial diantar mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf Tuan kalau begitu Saya permisi dulu! Ayo Win kita pergi dari sini! ucap Hambali sambil menundukkan kepala kepada Aldo dan menarik tangan Windy untuk pergi dari tempat Itu.
Tapi belum juga melangkah Aldo menghentikan langkah kaki mereka berdua.
"Hambali Kau boleh pergi! Tapi Windy tetap disini karna ada hal yang harus Dia kejakan di tempat ini tidak seperti diriMu!" ucap Aldo menahan Windy untuk pergi.
"Tapi Tuan....?" ucap.Hambali menggantung ucapannya karna langsung di potong oleh Aldo.
"Hambali Kau taukan! Aku ini tidak bisa di bantah" ucap Aldo meplototkan matanya kearah Hambali.
Tubuh Hambali langsung gemetar melihat tatapan tajam dari Aldo.
Dengan mengangguk pelan Hambali bergegas meninggalkan tempat itu dengan hati yang kecewa tetapi Ia tidak bisa berbuat apa apa untuk melawan Aldo.
"Dasar Tua bangka" ucap Aldo setelah Hambali menghilang di balik pintu.
Windy hanya terdiam ditempatnya Ia tak mungkin bisa melawan ucapan Aldo, Hambali saja keok apa lagi dirinya.
"Ayo kembali kedalam! ada hal penting yang harus kau lakukan di dalam" ucap Aldo meninggalkan Windy yang masih diam terpaku di tempatnya tadi
__ADS_1
👉maaf kawan kawan ...lambat upnya ! sebenarnya Author malas melanjutkan novel ini di sebabkan pemasukanya sangat minim, untuk belanja anak tk saja sangat tidak cukup miriskan ! ............