
Motor yang di tumpangi Gisel terus menjauhi Joni. Sesekali Ia tersunyum membayangkan apa yang Akan terjadi nanti di gedung pelelangan proyek itu.
"Ini baru permulaan Hambali....berikut berikutnya Kau akan merasakan apa yang selama ini aku rasakan!" ucap Gisel sambil menyunggingkan bibirnya keatas.
"Nona Gisel sebenarnya siapa sih! Kok secretaris Tuan Aldo memanggil Nona Gisel Nyonya? ucap Lina langganan ojek Gisel.
"Kau ini...Dirumah Tuan Aldo itu semua gadis diatas umur 18 di panggi Nyonya bukan cuman Saya! Kau juga bisa jadi Nyonya kalau kau mau tinggal disana asalkan......" ucap Gisel menggantung ucapanya.
Lina mengeryitkan dahinya sambil terus melajukan kendaraanya.
"Asalkan apa? " Ucap Lina sangat penasaran.
Gisel tidak menjawab, Ia pura pura tidak mendengar ucapan Lina karna sibuknya memutar otaknya untuk mencari alasan dari pertanyaan Lina.
"Woy......asalkan apa! Jangan coba coba Nona Gisel mengerjaiku karna, Saya tidak segan segan meletak Nona di pinggir trotoar itu " ucap Lina sedikit emosi karna di cuekin.
__ADS_1
"Iya ..iya bawel....Asalkan kau bersedia menikah denga secretaris Joni ha ha ha.." ucap Gisel terbahak bahak diatas motor.
"Sial....." ucap Lina sambil melepas satu tanganya dari stir motor dan menepuki paha Gisel.
Tidak lama kemudian motor yang mereka tumpangi kini memasuki halaman gedung dimana proyek pelelangan itu akan segera di laksanakan.
Sementara itu, di dalam Aula gedung pelelangan proyek. Nampak hambali dan 4 orang koleganya sedang berbincang dengan serius.
"Apa kalian sudah yakin kalau proyek pulau raksasa ini akan jatuh di tanganKu bukan ke pengusaha Lain" ucap Hambali menatap satu satu petinggi perusahaan A&J milik Aldo.
"Tuan Hambali tenang saja, semua akan berjalan mulus dan sesuai dengan rencana kita. Jadi, tak ada yang perlu Tuan kuatirkan lagi.Yang pastinya proyek besar ini akan jatuh di tangan Anda bukan yang lain" ucap Taddy salah satu petinggi perusahaan A&J dengan sangat yakin.
"Maksud Kau! Seseorang Itu siapa? ucap Hambali sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Rony.
"Maaf Tuan, Saya juga tidak tau pasti siapa orang yang di percaya Tuan Aldo untuk menggantikan posisnya kali ini" ucap Rony sedikit gugup karna mendapat tatapan tajam dari Hambali.
__ADS_1
Semuanya terdiam dan menggadang gadang siapa orang misterius yang di percaya Aldo mengganti posisinya untuk memutuskan pemenang proyek kali ini.
Mata Hambali menerawang kesetiap pencuru ruangan. Pikiranya terus terbayang oleh orang misterius itu.
Tetapi tiba tiba pandangan matanya terhenti ketika melihat sosok yang tak asing banginya melangkah memasuki gedung yang sama denganya.
"Ada perlu apa anak sialan itu kemari" ucapnya dalam hati sambil pandanganya tak lepas dari Gisel.
"Tuan ada apa ? Apa Anda ragu dengan kemampuan kami memanangkan proyek ini untuk Tuan" ucap Tony yang dari tadi melihat Hambali terdiam.
"Ee ...bukan begitu! Aku sangat percaya pada kalian. Makanya seperdua dari harta kekayaanKu, Aku alokasikan ke proyek ini." ucap Hambali kembali fokus pada topik pembicaraan.
"Baiklah kalau begitu! Kami berempat permisi dulu, karna kami mau ketemu dengan teman teman yang lain untuk memberikan amplop dari Tuan, supaya mereka mau ikut menunjuk Tuan sebagai pemenang dari proyek yang akan kita adakan sebentar lagi"ucap Rony berdiri dan di ikuti ke tiga rekanya.
Sepetinggalan mereka berempat Hambali pun ikut berdiri dan berjalan ke arah dimana terakhir kali Ia melihat Gisel.
__ADS_1
"Dimana Anak sialan itu..." ucap Hambali berputar dan melayangkan pandangannya mencari Gisel.
👉masih ditunggu like, vote, coment , serta rate bintang 5 makasih.