ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
153. KEDOK MEREKA MULAI TERBUKA.


__ADS_3

Melihat perdebatan kecil antara anak buahnya dengan Hambal suaminya, Tina melangkah mendekati mereka tapi hanya sebatas panggung.


Perempuan itu berkacak punggang dari atas panggung tersebut sambil memandang sinis kearah Hambali yang sedang berdiri dibawahnya.


"Hay tua bangka, untuk apa lagi Kamu kemari. Atau jangan-jangan Kamu ingin mengemis untuk meminta belas kasihan dariku!" ucap Tina sinis sambil berkacak pinggang dari atas sana.


"Mengemis katamu, Dasar perempuan sialan! Berani-beraninya kamu mempermalukan diriku di depan umum. Dan apa kamu tidak sadar diri, siapa dirimu itu!. Kamu hanya perempuan hina yang Aku angkat menjadi ratu di kehidupanku. Kalau tidak, pasti kamu sudah jual diri ke setiap lelaki yang kamu temui dan menjadi lintah penghisap harta setiap pria kaya yang ada di kota ini." balas Hambali dengan wajah memerah menatap Tina diatas panggung.


"Ha ..ha ..ha .., Hambali-Hambali sepertinya kamu menceritakan dirimu sendiri. Kamu itu hanya di pungut oleh mertuamu dulu. Dan diangkat menjadi menantunya. Tapi sayang apa yang Kamu lakukan pada Almarhum istrimu, diam-diam kamu merayuku dan mulai menelantarkan istri dan anakmu, Setelah kamu memiliki semua hartanya. Na, disini bisa kita nilai. Sesungguhnya Aku atau dirimu itu yang hina!." balas Tina sedikit menyondongkan majahnya melihak kearah bawah dengan nada membentak Hambali yang ada bawah sana.


Mendengar Tina membuka aibnya, Hambali semakin geram. Level kemarahanya meningkat drastis.


Kedua tangan Hambali dikepalnya dengan sempurna. Andaikan saja Tina benada di dekatnya, sudah di pastikan ia akan memukul wajah perempuan itu sampai babak belur sampai wujudnya tidak bisa dikenali lagi.


"Kamu benar-benar perempuan ular, Kamu sendiri yang memiliki ide itu bukan!. Kamu murayuku habis-habisan dan menjebakku hingga dirimu hamil, kemudian menuduh kalau benih dalam kandunganmu itu adalah anakku. padahal semuanya itu hanya akal-akalanmu saja supaya niat jahatmu dapat berjalan dengan sempurna. Anak itu adalah anak haram dari laki-laki yang berdiri di atas podium itu." balas Hambali dengan berteriak dan menunjuk kearah Tony yang masih berdiri di podium.


"Astaga....." ucap para peserta lelang secara bersamaan.


Riuh suara mereka kembali terdengar. Rahasia selama bertahun-tahun terselubung dengan baik akhirnya terungkap semua dan di perdengarkan depan umum.


"Sungguh keluarga tidak punya akhlak. Berselingku di selingkuhi dan menyakiti orang yang tulus mencintainya." ucap Seorang pria pada temanya sambil menutup mulutnya dengan telapak tanganya.


"Benar katamu. ke dua orang itu adalah Iblis bertopengkan malaikat. Selama ini, pemberitaan selalu memberitakan kalau keluarga mereka itu adalah keluarga harmonis dan dermawan. Ternyata oh ternyata, semua itu hanyalah kedok belaka. Mereka menipu orang-orang dengan muka tidak berdosanya dengan seribuh macam topeng kebaikan. Manusia seperti mereka itu adalah manusia-manusia yang akan menyesatkan para cucu adam di akhir zamaan nanti" balas pria berkumis sambil menatap Hambali dan Tina secara bergantian.


Sesat suasana Hening. Semua berada dalam hayalan dan lamunan mereka masing masing.

__ADS_1


Tina kembali berbicara sehingga tatapan mereka kembali fokus kearah perempuan yang masih berdiri diatas panggung.


"Kalau apa yang kamu katakan itu benar adanya, Terus maumu apa! Apa kamu mau mengambil kembali harta yang nyata-nyatanya sudah sah menjadi milikku di mata hukum dan negara." bentak Tina kepada Hambali.


"Ha .ha .ha.., Sah di mata hukum dan negara katamu! Aku saja sebagai suami dari Almarhum istriku Diana masih ragu dengan ke sahan dari surat- surat perusahaan yang Aku miliki itu, apalagi Kamu hanya orang luar. Dan apa kamu lupa atau pura-pura amnesia dengan apa yang kamu lakukan dengan surat-surat perusahaan milik Diana. kamu dengan liciknya mengubah kepemilikan perusahaan Diana itu atas Namaku!" balas hambali sambil tersenyum tipis kepada Tina.


"Terserah Katamu yang jelasnya semua sudah jadi milikku seutuhnya. Seret tua bangka itu keluar dari tempat ini. Aku tidak mau Dia mengganggu jalanya lelang ini." ucap Tina menyuruh bodyguardnya untuk segera menyeret tubuh Hambali keluar dari ruangan itu.


"Cepat keluar." ucap bodyguard itu sambil meraih lengan hambali.


Bukan Hambali namanya kalau tidak melawan. Dengan cekatan Hambali menendang perut bodyguard itu sehingga bodyguard itu meringis kesakitan.


Melihat temanya mendapatkan perlakuan seperti itu. Bodyguard lain maju mengeroyok Hambali sehingga terjadi pertarungan yang sangat sengit.


"Makanya jangan macam-macam denganku. Cepat seret Dia keluar dari sini jangan sampai di masuk kemari dan mengganggu jalanya acara ini." ucap Tina kepada bahawanya setelah mereka menaklukkan Hambali dan mengunci kedua tanganya kebelakan tubuh pria parubaya itu.


"Lepaskan kataku! Ingan wahai ular betina. Apa yang Kamu lakukan padaku ini akan dibalas oleh anakku Gisel nantinya. Jadi, camkan ini baik-baik." ucap Hambali sedikit menyemburkan darah bercampur air liur dari dalam mulutnya.


"Gisel anak yang Kamu buang itu ya! ha ..ha ha..! Panggil dia kemari Aku ingin melihatnya dan apa dia mampu membalaskan sakit hatimu padaku. Dan lagian apa ia mau menolongmu setelah apa yang kamu lakukan padaku selama ini." balas Tina terbahak sambil memegangi perutnya.


Kembali sekali lagi riuh suara para peserta lelang terdengar dalam ruangan itu setelah mendengar Tina mengatakan Hambali telah membuang anaknya sendiri.


"Benar-benar orang tua tak bermoral. Lebih memilih istri dan anak haramnya dibanding anak kandungnya sendiri. Manusia jenis apa sebenarnya kalian kedua itu. Satu penjilat dan satunya lagi laknat yang tak punya hati?" ucap seorang pria berteriak ditengah-tengah kerumunan para peserta lelang.


Hambali hanya terdiam, tapi beda halnya dengan Tina, Dengan geram ia memandang kearah kerumunan orang dan mencari dari mana datangnya sumber suara itu. Tapi hasilnya nihil karna banyak orang berkerumun disana.

__ADS_1


"Kurang ajar ! tampakkan dirimu sekarang, jangan jadi pengejut disana." ucap Tina berteriak di arah kerumunan orang. Hingga suaranya pantul di setiap sudut ruangan itu.


Plock...plock ..plock....


Suara tepuk tangan terdengar di tengah kerumunan orang.


Seorang pria muda keluar dari dalam kerumunan itu dan berjalan mendekat kearah panggung.


Semua mata terbelalak ketika melihat siapa pria itu. Ya benar Aldo sang penguasa kota.


Tina juga ikut terbelalak tapi sekuat mungkin ia melawan kepanikanya.


"Untuk apa Anda kemari Tuan Aldo?. Pelelangan ini tidak ada hubunganya dengan Anda." ucap Tina sedikit gemetar tapi sedapat mungkin ia meminilisirnya.


"Siapa bilang tidak ada hubunganya. Selagi kamu mengganggu ketenangan istriku maka kamu telah mengusik ketenanganku juga" balas Aldo lantang memperdengarkan suaranya kepada semua orang yang ada disana.


"Istri....." ucap para peserta lelang serentak.


"Ya silahkan Anda lakukan Tuan Aldo. Kalau niat Anda mau merebut kembali harta istri Anda.Ayo lakukan karna semua miliknya itu sudah sah jadi milikku. Ia tidak memiliki surat-surat perusahan sedangkan Aku memilikinya." ucap Tina dengan berani menentang Aldo. Entah Tina benar- benar berani melawan Aldo atau ia sudah merasa terpojok.


"Siapa bilang Aku tidak punya!" ucap seorang wanita muncul dari arah pintu masuk ditemani seorang perempuan parubaya memakai pakaian sekenanya dan Jhony mengekori mereka dari belakang.


Siapa perempuan itu?


👉terap beri like, coment serta vote ya makasih...

__ADS_1


__ADS_2