
Esok paginya Aldo yang sudah terbangun dari tidurnya meraba- raba samping kirinya tanpa membuka mata.
Ia terus merus mencari sosok yang biasa Ia temukan saat dirinya sudah terjaga.
"Uam.....Sayang ......" gumam Aldo yang terus mencari keberadaan Istrinya.
Lama Aldo meraba, tapi tak juga Ia mendapati tubuh Gisel.
Aldo mencoba membuka matanya dan mendapati tempat yang biasa Gisel tertidur dalam keadaan kosong.
"Kemana Dia, tidak biasanya yayangku bangun sepagi ini! Apa Dia lagi mandi?" ucap Aldo sembari bangun dan melangkah menuju kamar mandi.
Aldo membuka pintu kamar mandi tapi tetap saja Ia tidak menemukan sosok istrinya.
Aldo kemudian merenggangkan otot ototnya dan sekalian mandi didalam sana.
Setelah merasa cukup Aldo keluar dari kamar mandi dan bergegas membuka lemari untuk mengambil pakaian kerjanya di sana.
Sementara di dapur. Gisel sedang sibuk mengelolah beberapa jenis masakan.
Pagi ini Ia ingin sekali memanjakan lidah suaminya dengan membuatkannya beberapa jenis masakan kesukaan Aldo sebelum Aldo berangkat kerja.
Gisel sengaja meliburkan para koki pagi ini, karena Ia sendiri yang akan melayani kebutuhan Aldo terutama sarapan paginya.
Tanpa Gisel sadari sepasang bola mata terus mengawasinya dari jauh sambil tersenyum.
Siapa lagi kalau bukan Aldo. Aldo melangkah mendekati Gisel dan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Sayang kau lagi buat apa?" ucap Aldo sembari mencium rambut panjang Gisel.
Aroma mawar yang keluar dari kemilau rambut Gisel seolah olah sudah menjadi candu bagi Aldo. Bila sudah berada di dekat Istrinya itu rasanya Aldo tidak ingin lepas walau sehari full bersamanya.
Gisel terkadang risih dibuatnya tapi, tak jarang juga ia menikmati perlakuan lembut suaaminya.
"Aku lagi masak YayanKu! Kamu duduk disana dulu ya, setelah selesai baru kamu bisa melakukan lebih!"ucap Gisel sembari mengelus wajah Aldo.
Mata Aldo melotot mendengar ucapan Gisel. Hatinya begitu senang kalau pagi ini ubur uburnya akan berenang di lautan lepas.
"Benarkah ucapanMu itu Mahdalena" ucapan Aldo penuh gembira.
__ADS_1
"Benar sekali Lois fernando" balas Gisel sambil tersenyum dan terkekeh kekeh
Aldo pun segera menuju meja makan. Menarik kursi dan mendudukkan dirinya diatas sana.
Tak lama kemudian Gisel selesai melakukan aktifitas memasaknya.
Beberapa jenis makanan telah tertata rapi dalam mangkuk dan piring yang sudah Gisel persiapkan sejak tadi.
Satu persatu hasil karyanya pagi ini ia letakkan diatas meja pas di depan Aldo duduk saat ini.
Aroma harum dan lezat yang berasal dari masakan itu membuat hidung Aldo kempas kempis dibuatnya.
"Harumnya!" ucap Aldo sambil menyondongkan hidungnya tepat di atas mangkuk dengan tujuan menghirup aroma harum dan zedap yang berasal dari masakan tersebut.
"Makanlah Al! Selagi masih hangat" ucap Gisel sembari mendudukkan tubuhnya di samping suaminya.
Aldo kemudian mengambil piring kosong yang ada diatas meja tersebut. Tapi, bukanya mengambil nasi atau lauk yang ada diatas meja, Aldo malah menyodorkan piring kosong tersebut kearah Gisel dengan kedua buah tanganya.
"Ambilkan! " ucap Aldo sembari memanyunkan bibirnya.
Gisel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat tingkah ke kanak kanakan suaminya itu.
Setelah merasa cukup Gisel kemudian memberikan kembali piring kepada Aldo yang sudah terisi nasi dan beberapa jenis laut di dalamnya.
"Ini Ambillah" Ucap Gisel.
"Trimah kasih yayanku" ucap Aldo tersenyum dan meraih piring yang Gisel beri padanya.
Tanpa basa-basi Aldo segera melahapnya.
"Benar benar enak masakan Kamu sayang! Tak salah bila kamu memiliKu menjadi suamiMu" ucap Aldo sambil cengengesan.
"Terbalik Sayang! harusnya Aku yang mengucapkan itu padaMu" ucap Gisel membelai lembut wajah Aldo.
"He he he! Kamu makan juga ya! ucap Aldo sembari menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk ke arah mulut Gisel.
Gisel dengan senang menyambutnya.
Tidak lama kemudian acara makan-makan mereka pun sudah selesai, kini Aldo tersunyum sambil memandang kearah Gisel yang sedang membersikan sisa makan mereka diatas meja.
__ADS_1
"Yayang......" ucap Aldo memandang kearah Gisel.
"Heem..." balas Gisel tanpa memandang kearah Aldo sakin asyiknya membersihkan.
"Kanda minta yang "Bisa" tadi"ucap Aldo dengan nada sedikit memelas kepada Gisel.
"Oh itu ..! Ayo ikut" ucap Gisel sambil melangkah kearah wastafel yang biasa para pelayan gunakan untuk mencuci piring kotor.
Tanpa banyak bertanya Aldo segera mengikuti Gisel dari belakang sembari tersenyum senyum gembira.
Gisel kemudian meletakkan bekas piring kotor mereka kedalam westafel yang terbuat dari besi dilapisi Aluminium untuk mencegah benda tersebut agar tidak karatan akibat seringnya terkena air.
"Sayang apa kita bisa bilakukan ena-ena disini" ucap Aldo yang terus mengekori Gisel dari belakang.
Gisel melipat dahinya dan berbalik menghadap kearah Aldo.
"Bisa ena-ena maksudnya Al?"balas Gisel sedikit mengeryitkan dahinya.
"Bisa Menenggelamkan ubur ubur Kanda di dasar lautmu sayang" ucap Aldo lagi.
"Ah.......! Tidak-tidak pikiran Kamu itu ya! Apa kamu tidak malu, bila kita berdua melakukan hal itu disini dan di dapati oleh penghuni Mension yang lain? dan lagi pula Aku juga tidak perna bilang kalau kita akan melakukan hal ena-ena pagi ini" balas Gisel mempolotkan matanya kearah Aldo.
"Terus yayang tadi bilang "Bisa" itu apa maksuknya kalau bukan yang ena-ena...?" balas Aldo sengaja menekan kata bisa.
Gisel terbahak-bahak mendengar ucapa suaminya itu, sampai ia sedikt mengeluarkan air mata.
"Ha ha ha ...Bisa maksud Aku! Bisa bantuin Aku cuci piring tidak" balas Gisel yang masih terus tertawa oleh ucapan Aldo tadi.
Mendengar kata cuci piring Aldo kelonjatan dibuatnya. Seumur-umur ia tidak perna melakukan hal itu sekali pun seumur hidupnya dan lagian saat ini dirinya sedang dalam keadaan rapi dan harum.
"Ah ..Sayang Kanda sibuk tidak bisa membantumu kali ini.Nak, Ayah berangkat dulu kamu baik-baik di dalam dan jangan nakal kasihan Ibu!" ucap Aldo berjongkok sambil mencium beberapa kali perut Gisel.
Aldo segera mengambil jas dan tas kerjanya lalu melangkah kearah pintu keluar sebelum istrinya itu benar-benar menyuruhnya cuci piring.
"Sayang hati hati hati "ucap Gisel
"Iya sayang Kamu juga ya jangan terlalu capek! Kanda mungkin malaman baru pulang, soalnya ada acara sekaligus pertemuan antara colega dari luar negeri seperti yang kemari kanda bagi tahu ke padamu. Kalau Kamu dan Melon itu mau kesana ntar Jony yang akan menjemput kalian Oke! ucap Aldo berhenti sesaat lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Oke." balas Gisel sambil menaikan jempolnya
__ADS_1
👉tetap beri like, coment ,vote dan rate bintang lima ya trimah kasih banyak.