
Sementara itu Gisel melangkah memasuki gedung perusahaan milik Aldo dengan menjinjing rantang di tanganya.
Langkahnya terhenti ketika Joni menghadangnya dari arah pintu masuk.
"Siang Nyonya muda!" ucap Joni sambil menundukkan kepalanya.
"Siang secretaris Jo!" Balas Gisel.
"Apa ada bisa saya bantu Nyonya" ucap Joni sambil memandang kearah Gisel.
"Ada banget..." ucap Gisel sedikit Acuh.
"Maksudnya Nyonya" balas Joni sedikit bingung.
"Ada dua hal yang harus secretaris Jo lakukan !
pertama tolong jangan memanggilku Nyonya karna saya ini masih kecil baru berumur baru 20 tahun.
yang kedua tolong tunjukan dimana ruangan Tuanmu itu" ucap Gisel
Joni tersenyum senyum sendiri mendengar permintaan Gisel .
"Yang pertama saya tidak bisa Nyonya karna bisa bisa Tuan Aldo memecatku dan menarik semua fasilitas yang di berikan padaku.
yang kedua saya bisa mengantarkan langsung Nyonya ke depan ruangan Tuan Aldo" balas Joni sedikit menolak keinginan Gisel.
"Majikan dan bawahan sama sama menjengkelkan"ucap Gisel samil melangkah meninggalkan Joni.
Joni hanya tersenyum melihat tingkah Gisel yang sedikit ngambek sambil mengikutinya dari belakang.
Tidak lama kemudian Gisel dan Joni memasuki lift khusus untuk CEO dan petinggi perusahaan A2P grup milik Aldo.
Di dalam lift Joni terus memperhatikan Gisel dari pantulan dinding lift yang terbuat dari kaca, Gisel yang menyadari itu sedikit kikuk dibuatnya.
"Kenapa kau memperhatikanku seperti itu! jangan sampai kau dan Tuanmu itu sama mesumnya"ucap Gisel tanpa memandang kearah Aldo yang berdiri di belakangnya.
Mendengar ucapan Gisel sontak Joni membuang pandanganya ke tempat lain.
"Ah ...saya sama sekali tidak memperhatikan Anda Nyonya dan satu lagi saya tidak ada pikiran mesum sama seperti yang Anda tuduhkan Itu" kilah Joni.
__ADS_1
"Terserah Kau ...tapi kalau sampai kau berbohong awas saja akan ku ucak ucak wajahmu seperti pakaian kotor" ucap Gisel merasa sebel.
"Coba saja kalau berani" ucap Joni samar samar tapi masih bisa di dengar baik oleh Gisel.
"Apa katamu ...." ucap Gisel berbalik dan ingin memukuli Joni pake rantang nasi di tanganya.
"Ampun nyonya...saya tidak berkata apa apa" balas Joni sambil menutupi bagian kepalanya dengan kedua tanganya.
"Sekali lagi kau berkata atau mengumpatku dari belakang awas kau" ucap Gisel sambil berbalik kearah semula.
"Baik Nyonya saya tidak akan melakukanya lagi" ucap Joni sedikit gugup.
Tidak lama kemudian kini mereka tiba di lantai paling atas lift terbuka dan mereka berdua melangkah keluar.
Joni menuntun Gisel menuju ke arah ruangan Aldo setelah tiba di depan pintu ruangan tersebut Joni mengetuknya beberapa kali hingga terdengar sautan dari dalam ruangan itu.
"Ya ..masuk" ucap Aldi dari dalam ruangan itu.
Joni memutar gagang pintu dan membukakan pintu untuk Gisel
"Silahlan masuk Nyonya muda" ucap Joni menunduk badan sabil mengayun tanganya ke samping seperti dayang dayang istana.
"kenapa kali ini dia sopan sekali apa dia kesambet atau....ah sudahlah bukan urusanku juga?"ucap Gisel dalam hati sambil melangkah memasuki ruangan Aldo.
Dari Arah pintu Gisel melihat Aldo sedang duduk di kursi kerjanya sambil meletakkan kepalanya diatas meja kerja dan kedua tanganya memegangi perutnya.
"Tuan Aldo ini makananya " ucap Gisel sambil meletakkan rantang diatas meja kerja Aldo.
Aldo mengangkat sedikit kepalanya dan mendogak kearah Gisel.
"Kenapa kamu lambat sekali...Aku hampir mati kelaparan karenamu" ucap Aldo sedikit membentak Gisel.
Joni mengerutkan dahinya tiba.
"Tadi Dia baik baik saja saat menelponku kenapa sekarang keadaanya separah ini" ucap Joni dalam hati sambil terus memandang ke arah Aldo.
Gisel merotasikan kedua matanya dia benar benar tidak percaya tubuh sebesar Aldo bisa selemah itu hanya karna terlambat makan setengah hari.
"Iya.. makanlah Tuan ! saya takut tuan benar benar mati karna kelaparan" ucap Gisel sambil membuka rantang nasi yang dibawahnya tadi.
__ADS_1
Aldo langsung bangkit setelah mendengarkan ucapan Gisel.
"Kau menyumpahiku mati Ah! ucap Aldo dengan nada sedikit meninggi.
" Tidak kok ..!ucap Gisel sedikit terbata bata.
"Jangan bohong...." ucap Aldo mendekatkan wajahnya keara Gisel.
Gisel mundur ke belakang Ia sedikit takut karna tatapan tajam Aldo kepadanya. tapi tiba tiba kakinya terpeleset hingga hampir terjatuh, dengan sigap Joni menangkapnya.
"Lepaskan Dia .." ucap Aldo menarik tubuh Gisel dari rangkulan Joni.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja " ucap Joni sedikit menunduk.
"Sudalah... Ambilkan nasi dan lauk untukku, Aku sudah sangat lapar" ucap Aldo melepas Gisel dari pelukanya dan kembali duduk di kursi kebesaranya.
Gisel hanya mengangguk pelan .
Setelah menuangkan nasi serta lauk ke piring Aldo Gisel kemudian mengambil piring lagi dan menuangkan nasi dan lauk sama porsi seperti yang dia berikan ke Aldo tadi.
"Secretaris Joni ini buatmu" ucap Gisel sambil memberikan piring berisi nasi dan lauk kepada Joni.
Tapi belum juga Joni meraihnya Aldo sudah merampas dari tanganya.
"Tidak usah memberinya makanan
Dia bisa sendiri mengambilnya di kantin atau beli di luar sana! iyakan Joni?"ucap Aldo sambil melotot kearah Joni.
"Iya Nyonya betul kata Tuan" ucap Joni sedikit tersenyum tapi hati menangis.
Gisel hanya menggeleng gelengkan kepalanya Ia benar benar tidak mengerti mengapa Aldo jadi aneh seperti itu.
"Katanya lapar kenapa hanya dilihatin saja Tuan?" ucap Gisel kepada Aldo yang belum juga menyentuh makanan yang ada di depanya.
"Suapin ..." ucap Aldo santai.
Gisel dan Joni sontak terperagah mendengar ucapan Aldo.
"Ah......" ucap Gisel dan Joni bersamaan.
__ADS_1
👉 like, vote ,coment and follow me ...thanks.