
Setelah selesai ritual makan, Aldo kemudian mengajak Gisel masuk kedalam mobil dan menjalankan kendaraanya kearah timur membelah keramaian kota siang itu.
"Tuan kita Mau kemana" ucap Gisel yang heran karna tidak jalan yang mereka lalui saat ini tidak menuju kearah mension.
Aldo terdiam saja tanpa memggubris ucapan dari Gisel Ia terus melajukan mobilnya menuju kesuatu tempat yang belum Gisel ketahui dan menjadi rahasia Aldo sendiri.
Tidak lama kemudian Mobilnya membelok masuk kedalam Mall pusat perbelanjaan termegah di kota itu.
Setelah mematikan mesin mobil dan memarkirnya ditempat yang aman dan cocok Aldo membuka pintu dan turun dari mobil.
"Ayo cepat turun ......carlota" ucap Aldo sedikit mengejek dengan menyebut nama pemeran antagonis pada sebuah drama maxico jaman dulu.
"Apaan si Lois fernando" Balas Gisel tak mau kalah juga menyebut pemeran utama pada serial drama mexico sambil memanyun mayunkan bibirnya.
Kembali Aldo tertawa terpintal pintal karna ucapan Gisel yang selalu saja tidak mau kalah denganya.
Aldo kemudian membukakan pintu buat Gisel dan keduanya melangkah memasuki Mall tersebut...
Mata para pegunjung terpanah melihat kehadiran Aldo di tempat itu, mereka tidak menyangkan kalau orang setampan dan seterkenal Aldo bisa hadir di tengah tengah mereka.
Pandangan para pengunjung membuat Aldo risih bukan untuk dirinya tapi karna Ia tidak mau kalau mereka terutama kaum Adam memandangi Gisel terus menerus.
"Cepat pake ini...." ucap Aldo memberikan sebuah masker buat Gisel.
"Buat apa itu ...? " balas Gisel sedikit bingung.
"Buat Menutupin matamu ! ....jangan bergerak!" ucap Aldo mendekati Gisel dan mengaitkan tali masker tersebut ke kedua ujung tilinga milik Gisel
Setelah dirasa pas Aldo kemudian memasang topi sweeter yang sedari tadi di pake oleh Gisel dan menutup kepalanya.
"Nah pas...! Ayo jalan" Ucap Aldo menaikkan jempolnya ke depan Gisel setelah itu menarik tanganya untuk lebih masuk kedalan Mall.
__ADS_1
Mereka berdua menuju sebuah toko yang cukup terkenal dengan hanpone mahal dan semua jenis handpone keluaran terbaru dari semua jenis merk handpone terkenal.
Tapi baru juga mereka di depan pintu tiba tiba Aldo menghentikan langkahnya.
"Kau masuklah duluan, tunggu Aku di dalam dan Awas jangan kemana mana mengerti! Aku mau ke kamar kecil dulu" ucap Aldo membukaka pintu buat Gisel dan menyuruhnya masuk.
Gisel hanya mengangguk pelan dan memasuki tempat itu.
Sepeningalan Aldo Gisel terus berjalan melihat lihat berbagai jenis handpone yang terpampang di dalam box kaca.
Ada rasa ingi memiliki salah satu benda pipih mewah tersebut tapi sayang itu hanya khayalannya saja, mana mungkin Ia bisa membeli benda mahal yang harganya rata rata menghampiri 10 jutaan keatas.
"Nona maaf Disini tidak menjual pulsa " ucap Seorang pelayan yang sedari tadi memandangi Gisel dari atas sampai bawah.
Gisel sedikit mendogakkan kepalanya memandang wanita berparas cantik yang ada di hadapanya itu.
"Maaf Nona saya tidak ingin membeli pulsa! Saya lagi menunggui teman saya, sembari melihat lihat handpone di toko Anda ini" ucap Gisel sedikit membuka maskernya .
Aldo yang sedari tadi kembali dari kamar kecil terus memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka berdua.
Dan tiba tiba saja handpone jadul milik Gisel bergetar dari dalam saku celananya.
Gisel merogoh sakunya dan mengeluarkan handpone jadul miliknya itu.
"Cuy ..handpone untuk lempar mangga saja di banggain" ucap pelayan itu sambil pergi meninggalkan Gisel.
Gisel yang mendengar ucapan palayan itu sedikit tersinggung tapi apa daya memang itulah kenyataan ..dengan sedikit berat hati Ia mengangkat panggilan dengan menekan tombol hijau.
"Ia Melly kenapa ...." ucap Gisel dengan nada sedikit lesuh.
"Jadi tidak ...sudah sedari tadi Aku menunggumu nich!" ucap Melly dari ujung telpon.
__ADS_1
Gisel kemudian berpikir sejenak! mungkin inilah cara TUHAN menunjukkan jalan baginya untuk merubah hidup supaya orang orang tidak menghinanya lagi.
"Baiklah tunggulah sebentar lagi Aku akan segera kesitu " balas Gisel megembalikan Moodnya.
"Oke ...Aku tunggu " Balas Melly sabil mematikan panggilanya.
Aldo melangkah mendekati Gisel Ia sangat paham bagai mana perasaan hati gadis itu sekarang ini yang membuatnya ikut merasakanya juga.
"Ayo pililah handopone mana saja yang kau sukai kalau perlu semuanya kau boleh bawah pulang! Aku akan menungguiMu disini" ucap Aldo sambil duduk di kursi yang di sediakan untuk para pengunjung.
"Tapi Tuan Aku masih punya handpone dan sama sekali belum ada kerusanya" balas Gisel sedikit menolak .
"Handpone kayak begini kau bangga banggain ah! tinggal di pasangi tali ujungnya sudah menjadi mobil mobilan anak kecil! cepat Carilah handpone yang termahal di toko ini dan sesuai dengan keinginanMu! biar Aku yang akan membayarnya untukmu" ucap Aldo sambil merebut handpone milik Gisel dan sedikit membentaknya.
Mau tidak mau Gisel kembali mendekati box kaca yang di dalamnya memarkan berbagai jenis handpone mahal dari berbagai jenis handopone.
"Nona mau apalagi! tadi kan saya sudah bilang disini tidak menjual pulsa jadi tolong pergilah dari toko kami dan cobalah cari pulsa di tempat lain saja! " ucap si palayan tadi yang masih terus menatap Gisel dengan tatapan tidak bersahabat.
"Maaf Nona saya tidak lagi mencari pulsa, saya lagi mencari handpone yang terbagus, tercanggi dan termahal di toko Anda ini" ucap Gisel yang kesabaranya mulai Goya.
"Jangan bercanda Nona mana mungkin orang sepertimu ini bisa membeli handpone termahal dan tercanggi di toko kami ! coba lihat saja penampilanmu ini mustahil sekali kalau kau bisa membeli handpone yang ada di toko ini" balas pelayan itu meningkatkan nada ejekanya terhadap Gisel.
"Nona jangan melihat orang dari luarnya saja!
bisa jadi kulit menipu isinya seperti Anda sekarang ini cantik tapi busuk hati" ucap Gisel mulai tersulut emosi.
Dari arah yang agak jauh Aldo terus memperhatikan dan mendengarkan percekcokan mereka.
"Kucing betina mulai mengaung" ucap Aldo tersenyum tipis .
👉Ayo silessurang ogiku dan teman teman seluruh nusantara jangan lupa vote, like coment , favorite dan follow ya makasih...
__ADS_1