ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
76. HADIAH ELIN.


__ADS_3

Sehabis mereka makan malam Gisel tak langsung ke kamarnya karna Elin mengajaknya terlebih dulu ke kamarnya.


"Ayo masuk! Ibu mau kasih kamu hadiah" ucap Elin menarik pergelangan tangan Gisel.


"Hadiah Wow...Gisel mau" ucap Gisel dengan sumrigai.


"Hadiah saja kamu nomor satu hihi" canda Elin terus menarik tangan gisel lebih kedalam.


Gisel hanya manyun mayunkan bibirnya mendengar candaan dari Elin.


"Nah duduklah disitu" ucap Elin menyuruh Gisel duduk diatas pembaringan dan Ia melangkah ke arah lemari untuk mengambil hadiah yang telah Elin janjikan ke padanya


Tidak lama kemudian Elin kembali berbalik dan melangkah mendekati Gisel.


"Nih Ambillah " ucap Elin memberikan sebuah Box besar berwarna pink kepada Gisel.


"Ini apa Bu" ucap Gisel yang sudah tidak sabar ingin membuka hadiah yang di berikan Elin padanya.


"Jangan di buka dulu! Kamu boleh buka setelah kamu berada di dalam kamar oke! " ucap Elin mencegah Gisel untuk membuka Box besar itu.


Gisel hanya mengangguk pelan tapi di hatinya sangat penasaran dengan isi box tersebut.


Henining untuk sementara waktu........


"Nak bagai mana dengan Aldo! Apa anak itu memperlakukanMu dengan baik" ucap Elin membelai rambut panjang milik Gisel.


Lama Gisel terdiam hingga Ia berani mengangkat bicara.

__ADS_1


"Dulunya Tuan Aldo memang kasar kepada Gisel, memukuli Gisel , membentak dan menghina hina Gisel. Tetapi seiring berjalanya waktu Tuan Aldo sudah banyak berubah Ia mulai lembut kepada Gisel walau masih ada sifat angkuh yang kadang membuat Gisel merasa jengkel kepadanya" ucap Gisel mengingat peristiwa saat saat bersama Aldo.


"Kamu harus sabar! Ibu percaya Kamu pasti bisa merubah anak malang itu. Aldo sebenarnya anak yang baik tapi karna kurang kasih sayang dari kami orang tuanya sehingga Dia bersifat dingin dan sombong. Ditambah lagi kekasihnya meninggalkannya di saat Aldo sedang down oleh peristiwa perceraian kami" ucap Elin dengan Mata berkaca kaca.


"Tapi Apa Ibu sudah Tau kalau kami sudah menikah?" ucap Gisel merasa waswas kalau Elin akan marah kepadanya.


"Humm...sebenarnya Ibu sudah tau sejak kamu pertama kali datang kesini! Aldo pernah berjanji di hadapan Ibu kalau Ia akan membawah Istri yang akan merawat Ibu dengan Iklas tanpa melihat kalau Ibu ini gila! kamu pasti heran bukan kenapa Aku bisa ingat padahal saat itu kamu melihat Ibu seperi orang gila" ucap Elin memandang lekat kearah Gisel.


Gisel hanya mengangguk pelan dan tidak mengerti apa sebenarnya maksud dari wanita parubaya.


"Itu karna Ibu mau ngetes apa Kamu bisa tahan dengan perlakuan Ibu atau Kau akan meninggalkan Ibu seperti Gina mantan pacar Aldo, di saat mengetahui kalau Ibu ini Gila! Ternyata Kamu lolos. Kamu merawat Ibu dengan penuh kasih sayang tanpa jijik sedikit pun. Ibu sangat berterimah kasih padaMu, Dan oleh karnaMu pulalah Ibu berangsur angsur melupakan tragedi masa lalu dan perceraian Ibu dengan Ayah Aldo" ucap Elin mencium pipi Gisel dengan sangat lembut.


"Sama sama Bu! Gisel juga berterimah kasih ke Ibu. Dengan Ibu Gisel sudah mengetahui rasanya memiliki kasih sayang seorang Ibu"ucap Gisel memeluk Elin dan di sambut Elin dengan pelukan pula.


Lama mereka saling berpeluk hingga Gisel melepaskanya karna sudah merasa ngantuk.


"Iya ....Apa kamu tidur di kamar yang dulu? ucap Elit sambil mengkerutkan dahinya menunggui jawaban Gisel


"Iya ...Ibu Gisel masih disana" balas Gisel polos.


"Jadi selama ini kalian tidak perna tidur bareng gitu" balas Elin.


Ucapan Elin membuat wajah Gusel begitu merona bukan karna jatuh cinta melainkan karna malu oleh ucapan Elin.


"Semalam Tuan Aldo tidur di kamar Gisel kata Tuan Aldo, Ia troma dengan masa lalunya di tambah lagi Beliau takut dengan Mahluk Astral" ucap Gisel


Elin tiba tiba mengkerutkan dahinya dan memutar kedua bola matanya. Kalau troma di masa lalu mungkin Elin masih bisa terimah kalau Aldo takut mahluk astral itu sangat Mustahil.

__ADS_1


"Padai sekali perjaka Tua itu membohongi gadis polos ini" ucap Elin dengan menggoyang goyangkan kepalanya.


"Baiklah ..Kamu pergilah istirahat dan jangan lupa memakai isi dalam box ini! Kamu paham " ucap Elin.


"Gisel paham" ucapnya singkat.


Gisel melangkah keluar kamar Elin menuju kearah kamar miliknya.


Tidak lama kemudian Dia sudah berada di depan pintu dan menarik gagang pintu kamarnya.


Gisel masuk dalam kamar tersebut dan langsung menguncinya.


Alangkah terkejutnya ketika melihat sosok tinggi besar sedang berbaring diatas pembaringanya hanya menggunakan celana boxer dan bertelanjang dada.


"Kanda apa yang kamu lakukan disini" ucap Gisel menutup matanya karna malu.


"MaksudMu....! Hay Dindaku ini kamar kita berdua jadi wajar dong kalau kanda ada disini" ucap Aldo cuek dan kembali membaca majallah bisnis yang sedari tadi Ia baca.


"Tapi Kau telah menodai mataKu! Aku ada disini bukan cuma Kau seorang saja! jadi jaga sikap dong " ucap Gisel masih tetap menutup matanya.


"Jangan bawel ...cepat kemari dan kita tidur besok Kanda banyak kerjaan di kantor jadi, tolong jangan ganggu kosentasi tidurku " ucap Aldo menyimpan majalahnya diatas nakas dan memalingkan tubuhnya kearah kiri memeluk bantal gulingnya.


Gisel segera berlari memasuki kamar mandi dan tak lupa menyambar handuk yang tergantung di dinding.


Gisel melakukan rutinitas mandinya di dalam kamar mandi. Hanya gemercik air sesekali terdengar di dalam sana.


👉tetep bagi like coment , vote dan rate bintang 5 ya ...hay kawan kawan yang ingin gabung dan saling kenal dengan teman teman dari sabang sampai merauku ayo gabung di grup chat author ,...author tunggu ya kedatanganya makasih.

__ADS_1


__ADS_2