ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
113. TIBA DI HOTEL.


__ADS_3

Mobil mereka melaju dengan kecapatan sedang. Tidak satu katapun keluar dari mulut keduanya.


Hanya lagu bugis"Tanah Ogi wanuakku" berdayung lembut dalam mobil tersebut mengiringi laju mobil mereka menuju kosan Melly.


Hanya butuh waktu dua puluh menit saja mobil yang di kemudikan oleh Jony sudah tiba di bangunan bersusun di mana Melly sudah menunggui mereka sejak dari tadi.


Melihat Mobil mewah singgah di depan Kosnya, Melly langsung keluar dengan balutan gaun merah yang terbilang anggun malam itu.


Jony yang tadinya cuek dan seakan akan tidak peduli dengan kehadiran Melly terbelalak setelah memalingkan wajahnya kearah gadis itu.


"Demi dewa ......bidadari kedua akhirnya turun juga dari langit" ucap Joni samar samar dengan mata terbelalak dan mulut menganga.


"Kenapa lama sekali sih! Aku hampir layu menungguiMu " ucap Melly dengan suara cemprengnya kepada Gisel.


"Ini saja sudah terbilang paling cepat! cepatlah masuk sebentar lagi acara pembukaan di mulai" ucap Gisel sembari mempersilahkan Melly untuk masuk kedalam mobil.


Melly masuk sembari mendaratkan tubuhnya diatas kursi.


"Tumben kura kura ninja ini tidak cerewet seperti biasanya! apa Dia lagi kesambet belut sawah! Iiis ..., kenapa Aku peduli sama Dia si, " ucap Melly dalam hati sambil memandangi punggung Jony yang duduk di hadapanya.


"Jo Ayo berangkat" ucap Gisel kepada Jony.


"Baik Nyonya" ucap Jony menghidupkan mesin mobil dan kemudian menjalankanya.


"Sell gimana penampilanKu" ucap Melly sambil memutar bahunya kiri dan kanan secara bergantian.


"Kamu cantik sekali Mell! Aku tadi malah tidak percaya kalau itu Kamu" ucap Gisel memuji kecantikan Melly malam itu.


"Ah ...Kamu ini di seriusin malah jatuhnya di candaan" ucap Melly sedikit memanyunkan bibirnya.


"Iya..,! benar Mell, Kamu itu cantik sekali. Kalau tidak percaya tanya saja pada secretaris Jony. Gimana Jo, Melly cantik bukan?"tanya Gisel kepada Jony yang saat itu sedang asyik mengemudi.


Bukannya menjawab, Jony malah ngerem mendadak hingga kedua gadis itu nyosor kedepan.


"Apaan Jony! Kenapa kamu ngerem mendadak si" ucap Gisel memegangi kepalanya yang sempat terbentur di jock mobil.


"Maaf Nyonya, Aku tidak sengaja" ucap Jony sembari mengatupkan kedua tanganya di depan dada.

__ADS_1


"Ah ..Sial! kenapa Aku segugup ini si! masa di tanya begitu saja konsentrasiku sampai pudar" gerutuh Jony dalam hati.


"Iya tidak apa apa Jo! lain kali hati hati ya! Ayo lanjut lagi takutnya kita terlambat"ucap Gisel sembari memperbaiki cara duduknya lagi.


Lain halnya dengan Melly, Wajah gadis itu bersemu merah. Ia begitu malu karna pas Jony merem tadi, wajahnya sempat menempel di bahu kekar milik pria itu.


"Mell Kamu kenapa! kok wajahMu semerah ini ? apa Ada yang sakit" ucap Gisel cemas sambil memegangi wajah Melly dan menggerakkannnya kiri dan kanan secara bergantian.


"Ti...tidak apa apa kok" ucap Melly terbata bata.


Tidak lama kemudian. Mobil mereka kembali melaju kearah Hotel dimana pesta besar itu akan segera di selenggarakan.


Tak lama kemudian, kini mobil yang mereka tumpangi berbelok masuk kedalam halaman Hotel nomor satu yang ada di kota itu.


Setelah Jony memarkirkan mobilnya dengan rapi. Pria tampan itu segera mematikan mesin mobilnya dan keluar dari dalam mobil.


Jony berlari kecil mengelilingi mobil dan segera membuka pintu untuk Gisel dan Melly.


"Silahkan Nyonya, tapi sebelumnya maskernya di pake dulu, jangan sampai Tuan Aldo melihat Anda tidak memakainya. Beliau bisa ngabuk di dalam sana. Bukanya kita melihat pesta mewah, malah kapal pecah yang kita dapati." ucap Jony sambil menundukkan kepalanya.


"Trimah kasih Jo Kamu mengingatkanKu! hampir saja balok Es itu memarahiKu habis habisan" ucap Gisel membuka tasnya dan mengambil masker di dalam sana.


"Eettss ..., kamu mau kemana gadis lima ratus juta" ucap Jony mencegal Melly keluar dari dalam mobil.


"Isst .., apaan si! mau kepesta masa mau kesawah," balas Melly dengan rada ketus mendegar Jony memanggilnya gadis lima ratus juta.


Jony tertawa dalam hati mendengar jawaban dari Melly.


"Kamu juga harus pake masker Nona! di dalam sana, banyak virus bergentayangan baik yang bergerak maupun tidak bergerak" ucap Jony pada Melly yang terus memegangi pintu mobil untuk mencegal Melly keluar dari dalam sana.


"Ia bawel" ucap Melly membuka tas kecilnya dan mencari masker yang biasa Ia gunakan saat keluar rumah.


Melly membolak balik beberapa kali tas kecilnya miliknya , tapi tidak juga mendapatkan apa yang Ia cari" Dimana si perasaan tadi Aku simpanya di dalam sini," ucap Melly sembari mengingat ingat kembali dimana Ia meletakkan masker yang biasa Ia gunakan.


Jony yang sedari tadi melihat tingkah aneh Melly mengeryitkan dahinya" Ada tidak, kalau tidak ada Kamu jaga mobil saja. Soal pesta di dalam sana, biar nanti Nyonya yang akan menceritakanya padaMu" ucap Jony yang sambil mencoba menutup pintu mobil.


"Jangan dong ..., please ya! masa udah cantik begini disuruh jaga mobil kan tidak etis namanya" ucap Melly mengetupkan tanganya di depan dada.

__ADS_1


Jony yang melihat ulah dari Melly merasa geli sendiri" Baiklah Aku akan meminjamkan masker bekasKu untukMu bagaimana,?" ucap Jony memandang kearah Melly.


"Ah..., masker bekas! apa tidak ada yang baru" balas Melly melotot kearah Jony yang sedang berdiri di depan pintu mobil.


"Tidak ada masker baru! mau tidak, kalau tidak mau Aku tutup nich" ancam Jony dengan wajah datar tapi hatinya tertawa.


"Baiklah ..baiklah cepat ambilin" balas Melly dengan nada ketus.


Jony langsung berbalik dan mengambil masker yang sudah Ia simpan di dalam laci mobil di samping stir.


"Ambillah ..! " ucap Jony meyodorkan sebuah masker kepada Melly.


Kembali Melly melotot melihat masker yang diberi Jony padanya" Cara pakenya gimana,?" ucap Melly yang terus memandangi masker yang ada di tanganya saat itu.


"Kau ini! cepat keluar biar Aku yang memasangkan untukMu" balas Jony dengan rada kesal.


Melly keluar dari dalam mobil dan berdiri sejajar dengan Jony.


Jony dengan sigap memasang masker pada daerah wajah Melly hingga menutup area hidung dan mulutnya.


"Ya sudah Kamu boleh ikut" ucap Jony sembari memperbaiki kain masker yang belum pas betul posisinya di wajah Melly.


"Iya Trimah kasih" balas Melly tertunduk malu.


"Trimah kasih saja Gitu,!" balas Jony.


"Maunya,?" ucap Melly .


"Umma ...." balas Jony sambil tersenyum.


"Ah....ini ummanya " ucap Melly menginjak kaki Jony dan berlalu meninggalkanya.


"Awo......dasar perempuan aneh." ringis Jony sambil memegangi kakinya.


Tanpa mereka sadari dua bola mata terus memperhatikan ulah mereka berdua dengan tersenyum senyum sendiri.


Tidak lama kemudian ke tiganya pun melangkah memasuki Hotel megah tersebut.

__ADS_1


đŸ‘‰terus bagi like, coment ,vote, rate bintang limanya ya trimah kasih.


__ADS_2