
Sementara itu di kediaman Hambali, Dewi begitu marah semua barang dalam kamarnya Ia lempar dan Ia hancurkan.
"Nyonya besar ...Nyonya besar Nona Dewi mengamuk dalam kamar" ucap Ati yang ngos ngongasan berlari mendekati Nyonyanya.
"Apa ....." balas Tina berdiri dan berlari kecil menuju kamar Dewi.
Tidak berapa lama kini Tina yang diikuti Ati dari belakang tiba di depan bilik Dewi.
"Nak buka puntunya ..." ucap Tina mengetuk pintu kamar Dewi sedikit keras.
"Tidak ..! Dewi tidak mau keluar kalau bukan Dewi yang jadi model iklan itu" ucap Dewi diiringi tangisan yang menjadi jadi.
"Ayolah Dewi! Semua bisa diatur buka dulu pintunya nanti kita bicara baik baik" ucap Tina sedikit merayu supaya Dewi membuka pintu.
"Tapi Mama harus janji dulu kalau Dewi yang akan memenangkan model iklan perusahaan itu" balas Dewi sambil bersandar di balik pintu.
__ADS_1
"Iya Mama janji! Kau tau sendiri bukan kekuasaan PapaMu seperti apa ? Maka itu buka dulu pintunya dan kita bicara baik baik" ujar Tina terus meyakinkan Dewi agar membuka pintu kamarnya.
Tidak lama kemudian gagang pintu bergerak sedikit demi sedikit sehingga nampak daun pintu mulai terbuka .
"Nak apa yang Kau lakukan ini! ucap Tina yang langsung memeluk anaknya.
Tubuh Dewi begitu berantakan, Wajahnya layu, matanya sembab ditambah lagi rambutnya acak acakan membuatnya terlihat sangat buruk.
Dewi begitu frustasi karna baru kali ini dalam sejarah hidupnya di dunia modeling harus menanggung kekalahan.
"Mandilah dulu baru kita ke stasion tivi itu! Mama mau lihat siapa yang berani membuat anak Mama yang cantik ini harus menaggung malu karna kalah dalam Audisi itu" ucap Tina sambil membelai rambut milik Dewi
Dewi mengangguk pelan dan merjalan memasuki kamar mandi.
"Bi Ati bereskan semua ini! jangan sampai ada yang tersisa! Aku tidak mau rumah mewah Aku ini seperti kapal habis kena stunami" ucap Tina dengan angkuh dan beranjak meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Gara gara anak manja itu! pekerjaan saya jadi bertambah! Andai saja Nona Gisel ada Bibi bisa curhat curhatan denganya! Ya ALLAH lindungilah Nona Gisel dimanapun Ia berada saat ini Amin" ucap bi Ati sambil dan bergegas membersihan kamar Dewi sebelum dapat semprot dari Tina.
Tidak lama kemudian Tina dan Dewi sudah berada diatas Mobil.Dewi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui siapa yang mengalahkan poinnya saat Audisi.
Dewi tidak menghadiri pengumuman pemenang saat itu karna Ia sudah yakin 100% kalau audisi kali ini pasti Dialah pemenangnya.
Mobil yang kendarai Dewi dan Mamanya saat itu sudah berbelok memasuki gedung mewah pusat pemberitaan dan periklanan di kota itu.
Setelah memarkir mobilnya Asal asalan Tina dan Dewi melangkah memasuki gedung tersebut.
Semua mata memandang kearah mereka berdua. Siapa yang tak kenal Tina dan Dewi kedua wanita ini sangat di segani di dunia periklanan bagai mana tidak ada kekuatan besar Hambali di belakang mereka berdua.
sehingga dengan mudah mereka bisa menekan para produser dan sutradara di stasiun televisi itu.
đŸ‘‰author sudah crazy up ..jadi kawan kawan crazy juga ya mulai jempol , vote , comentar dan favorite ..gratis kok trimah kasih.
__ADS_1