
Setelah selesai sarapan Gisel mengantar Aldo keluar mension untuk pergi bekerja.
"Kanda pergi dulu ya! Sehabis ketemu di Melon kau lekas pulan ke rumah! Kau paham" ucap Aldo
"Iya paham! Ini sudah ke 70 Tuan bilang begitu" ucap Gisel
"Baiklah! kemarilah peluk kakandaMu ini sebagai bentuk penyemangat di hari ini" ucap Aldo yabg membentangkan tanganya kearah Gisel.
"Tidak Ah! Malu di lihatin orang" ucap Gisel menolak keinginan Aldo.
Aldo memandang kekiri dan kekanan memang nampak di sana ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan halaman dan sebagian lagi menyiram tanaman.
"Hai kalian semua! Tutup mata kalian" ucap Aldo memerintah mereka semua.
Sontak semua pelayan menutup mata mereka dengan telapak tangan mereka masing masing.
Gisel langsung merotasikan kedua bola matanya, Aldo tidak akan kehabisan ide gila kalau ingin mengerjainya.
"Tunggu apa lagi! Apa kau tidak kasihan mereka semua disana" ucap Aldo sambil menunjuk kearah pelayan yang sedang menutup mata mereka.
"Kenarilah bayi besar! ucap Gisel memanggil Aldo.
Aldo tersenyum dan berjalan mendekati Gisel.
__ADS_1
Keduanya saling berpelukan terasa tak ingin lepas satu dengan yang lain.
"Bagai mana kalau kanda tidak usah kerja kita habisi kebersamaan di dalam mension saja seharian bagaimana menurutMu? ucap Aldo sambil mengusap usap punggung Gisel.
"Ah tidak tidak! Tuan itu harus kerja, Tuan itu seharusnya memberi contoh yang baik kepada karyawan bukanya malas malasan seperti apa yang ada di otak Tuan barusan" ucap Gisel melepas pelukanya kepada Aldo.
"Iya baiklah Nyonya Aldo yang cantik dan manis! Hamba akan berangkat sekarang" ucap Aldo sambil memberi hormat kepada Gisel yang membuat gadis manis itu tersenyum di buatnya.
Pagi yang begitu indah dan awal yang baru bagi mereka berdua.
Semua pelayan di tempat itu ikut tersenyum bahagia melihat kedua majikanya sudah mulai akur.
Setelah kepergian Aldo Gisel juga mulai mempersiapkan diri karna rencana hari ini Ia dan Melly ingin ke bertemu dengan produser dan berebcana mengambil gambar di sebuah perusahaan besar di kota itu.
"Kok Nona lama sekali si! Lina sudah ja nuran nungguin Nona Gisel sedari tadi!" ucap Lina sedikit protes.
"Iya maaf ! Majikan Saya marah marah jadi Saya harus dengarin dulu sebelum keluar" ucap Gisel sedikit berbohong supaya Lina tidak memperpsnjang omelanya.
"Serem juga ya kerja di mension besar ini hari harinya kena omel, Tidak seperti kerjaan Lina bebas bagai burung disana terbang kesana kemari tidak ada yang melarang" balas Lina.
"Iya ! brangkat yuck takut terlambat nich" ucap Gisel sambil mengambil helem dan memasang di kepalanya.
"Oke bos! brangkat ...." ucap Lina yang menirukan sebuah ucapan yang sering diucapkan pelakon di sinetron ojek pengkolan.
__ADS_1
Motor Lina membela keramaian kota saat itu. dengan Lincah wanita muda itu mengendarai motornya sesekali Ia menyelip kendaraan lain yang membuat Gisel menepuk punggunya.
"Hati hati Lin " ucap Gisel yang berpegang erat pada pinggang Lina.
"Iya bawel....." balas Lina yang terus melajukan kendaraanya.
Tidak lama kemudian mereka sudah tiba di tempat yang mereka tuju.
"Waw bangunanya megah sekali! hampir sama dengan perusahaan milik Tuan Aldo" ucap Lina yang terkagum kagum melihat ba ngunan yang ada di hadapanya saat itu.
"Iya betul Lin! tapi lebih megah perusahaan Aldo" ucap Gisel menambahkan.
"Aldo pacar kau itu! ha ha ha"ucap Lina mengejek Gisel.
"Apaan si ! Nich Ambil " ucap Gisel memberi uang merah kepada Lina.
"Aku tidak ada kembalian" balas Lina .
"Ambillah buat tutup mulut bawelMu itu ha ha" balas Gisel sambil berangkat meninggalkan Lina .
"Dasar kekasihnya Aldo " balas Lina sambil memanyunkan bibirnya.
👉tetap beri like, coment serta votenya ya ..makasih.
__ADS_1