ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
62. RUANG MAKE UP.


__ADS_3

Tina dan Dewi melangkah menuju ruang make up yang tidak jauh dari bilik para juri.


Dengan langkah tergesah gesah mereka berdua akhirnya tiba di tempat yang mereka tujuh.


Kembali dobrakan pintu terdengar lagi, Tina dengan kasar mendorang pintu tersebut tanpa mengetoknya terlebih dulu


"Maaf Nyonya Hambali apa gerangan yang membuat Anda dan nona Dewi kemari" ucap Dany pria gemulai yang berprofesi sebagai perias menyambut kedatangan mereka dengan gaya gemulainya.


"Hay cucok dimana perempuan itu?" ucap Tina dengan kasar sambil memandang kesegalah penjuru ruangan itu.


Dany mengeryitkan dahinya dengan ucapan Tina barusan.


"Maksud Nyonya perempuan yang mana! Aike benar benar tidak tau!"ucap Dany masih dalam gaya gemulainya menggoyang goyangkan tanganya yang ditekuk menyerupai ular sendok.


"Jangan coba pura pura tidak tau! Perempuan yang menang dalam Audisi tadi siang cepat tunjukkan dimana Dia" Ucap Tina semakin membentak kearah Dany.


Dany mulai gemetar tadinya setengah ubur ubur setengah pisang gorong tiba tiba kembali ke habitanya menjadi laki laki normal sakin takutnya pada Tina.


"Maksud Nyonya! Nona Gisel? ucap Dony dengan nada bass.


Tina dan Dewi mengeryitkan dahinya mendengar nama itu.


"Ah tak mungkin anak sialan itu, pasti Gisel yang lain! mana mungin Ia mengikuti Ajang model seperti ini muka pas pasan begitu" ucap Tina dalam hati.


"Ia mana Dia? balas Tina.


"Oh ...Dia didalam kamar kecil itu Nyonya bersama 2 kawanya" ucap Dany sambil menunjuk kearah ruangan kecil khusus untuk merias model yang akan melakukan pemotretan atau acara live di tivi.


Tanpa berkata kata lagi kembali Tina dan Dewi melangkah menuju bilik kecil yang di tunjuk Dany tadi.


Plack .....suara drobrakan pintu terdengar disana.

__ADS_1


"Ah ternyata pendidikan dan kekayaan tidak menjamin seseorang akan memiliki moral yang baik" ucap Dany sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat ulah kedua perempuan tadi.


Gisel yang sedang dirias membelakangi pintu kamar itu belum sepenuhnya menyadar siapa yang datang karna sakin asyiknya di dandani oleh sang perias.


Lain halnya dengan Melly dan Rindu keduanya yang asyk memainkan handpone segera berdiri dari tempat duduknya dan memandang kearah pintu.


Melly dan Rindu seketika terbelalak matanya ketika melihat siapa yang datang.


"Nyonya Hambali dan Nona Dewi" ucap Melly dan Rindu bersamaan.


Tina mencoba mengontrol emosinya dan tersenyum kepada mereka berdua.


sungguh Tina pandai sekali memainkan karakternya kepada orang asing dan sepintas kedua orang itu mengenalnya.


Ini Ia lakukan demi menjaga nama baik suaminya dan keluarganya yang dikenal baik di kalangan masyarakat sebagai orang baik dan dermawan.


"Siapa diantara Nona Nona manis ini yang bernama Gisel?" ucap Tina dengan lembut kepada mereka berdua.


Gisel yang mendengar namanya disebut sedikit mendogak kearah cermin.


"Dewi dan Ibunya untuk apa mereka kesini" ucap Gisel dalam hati.


"Dia ....." tunjuk Rindu kearah Gisel yang sedang duduk di depan meja Rias.


"Trimah kasih Nona manis" ucap Tina sambil mencolek dagu Rindu dengan jari telunjuknya.


Tina melangkah mendekat kearah Gisel.


"Maaf Nona Gisel bisa kita bicara sebentar" ucap Tina dengan sopan.


Lama Gisel terdiam! setelah benar benar keberanianya terkumpul barulah dia mulai bergerak sedikit.

__ADS_1


"Maaf kak bisa kita hentikan sejenak" ucap Gisel kepada tantry wanita yang sedari tadi merias wajahnya.


Tantry menganggukkan kepalanya dan meletakan kuat riasnya di tempatnya semula.


Gisel kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berbalik menghadap Tina dan Dewi.


Seketika mata keduanya melotot! andaikan tidak tertahan oleh kedua kulit mata mereka mungkin keempat bola mata mereka berdua sudah melompat lompat diatas lantai sakin kagetnya melihat siapa yang sedang berdiri dihadapan mereka saat ini.


"Gisel ...." ucap Tina dan Dewi secara bersamaan.


Melihat siapa yang berdiri dihadapanya saat ini Dewi tersulut emisinya, Ia beranjak ingin mengacak acak seluruh tubuh Gisel yang berdiri dihadapanya sekarang ini.


Melihat reaksi Dewi, Tina segera meraih tangannya dan menariknya kembali ke tempatnya semula.


"Tahan DiriMu .....Ada orang lain yang melihat kita disini! sabarlah dulu biar Anak sialan ini jadi urusan Mam" Bisik Tina di telinga Dewi.


"Eee ..Gisel dari mana saja kamu Nak! Ibu sudah mencariMu kemana mana rupanya kamu disini" ucap Tina merentangkan tanganya ingin memeluk Gisel.


Gisel menyunggingkan bibirnya dan memandang sinis kearah Tina yang mencoba memeluknya.


"Maaf Nyonya Anda salah orang" ucap Gisel dengan menaikkan tangan kananya menghalangi Tina untuk mendekat kepadanya.


Melly dan Rindu saling pertatapan satu sama lain dan mengedipkan bahunya tanda tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Sombong sekali" ucap Dewi dalam hati.


Tina memutar pikiran bagai mana cara supaya bisa menyakiti Gisel tanpa diketahui ketiga orang yang ada dalam bilik itu.


Dan tiba tia senyum kegembiraan terpancar indah di wajahnya.


"Nona Nona ..bisa tidak kalian bertiga meninggalkan kami sebentar disini karna ada urusan keluarga yang harus kami bicarakan" ucap Tina kembali sangat lembut kepada Melly, Rindu dan Tantry.

__ADS_1


Ketiganya mengangguk pelan dan keluar meninggalkan bilik itu.


👉Apa yang Akan terjadi pada Gisel .....tetap like, vote ,coment dan favorite supaya author tambah semagat upnya gratis kok trimah kasih......


__ADS_2