ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
103. BELI 1 GRATIS 3.


__ADS_3

Sementara itu Elin terus melangkah memasuki toko pakaian mewah alias Butiq yang masih dalam lokasi Mall tersebut, dan diikuti oleh Jony dari belakang.


Perumpuan parubaya yang dulunya seorang model terkenal dan pakum setelah mengalami stres berat akibat dari perceraianya masih terlihat anggun melangkah mamasuki Butiq langganannya.


"Eee...Nyonya Elin apa kabar?" lama tidak kemari" ucap Pemilik Bituq yang seumuran dengan Elin.


"Alhamdulillah Aku baik, Kau sendiri apa kabar Lind! ngomong ngomong butikMu makin maju ya sekarang, tidak seperti dulu!" ucap Elin sedikit tertawa mengingat masalah lalunya waktu Ia masih aktif dalam dunia modeling.


"Saya juga sehat Nyonya! semua Ini berkat Nyonya. Andai dulu Nyonya tidak memberiKu baju bekas Nyonya dan memajangnya di Butiq ini, Mana mungkin ButiqKu akan seramai ini sekarang. Saya benar benar berterimah kasih kepadaMu Nyonya" ucap Linda sambil memegangi tangan Elin.


Sebenarnya Linda adalah seoraang Fashion designer. Linda ingin sekali mendirikan sebuah Butiq tapi karena terkendala oleh modal maka niatnya Ia urungkan saat itu.


Hari demi hari berlalu, Linda kemudian bertemu dengan Elin dan menawarkan beberapa rancangan designer kepadan Elin yang saat itu sedang naik daun.


Seiring berjalannya waktu, mereka berdua Akrab. Ya, seperti sahabatlah tapi, masih dalam tarap Nyonya dan majikan. hingga sampai sekarang ini Linda masih memanggil Elin Nyonya walaupun Elin sudah melarangnya. Tetapi Linda tetap memanggil Nyonya seperti itu saking terimah kasihnya pada Elin yang sudah membantunya dalam dunia usaha hingga terkenal di mana mana.


"Ah Kau ini! Setiap rezeki itu sudah di atur oleh Sang Maha Kuasa. Aku hanya sebagai perantaranya saja. jadi, Kau harus banyak banyak berterimah kasih padaNya bukan padaKu"balas Elin.


"Nyonya memang wanita yang sangat baik! Saya beruntung sekali bisa megenal Anda" ucap Elin begitu senang.

__ADS_1


"Kalau begitu, antar Aku mengelilingi ButiqMu ini .Aku takut tersesat di dalamnya tanpa bisa keluar lagi sakin ramainya manusia di dalam sini" ucap Elin.


"Baiklah Nyonya, Hamba siap mengantar Anda asal nantinya dapat bonus besar oke he he" ucap Linda yang kini cengegesan oleh ucapanya sendiri.


"Kau tidak perna berubah. Ujung ujungnya pasti uang yang ada di dalam otakMu itu! Ayo cepatlah, Aku takut kehabisan semua hasil rancanganMu, mengingat makin kesini makin banyak pelanggan memasuki ButiqMu ini" ucap Elin meninggalkan Linda yang masih mematung di tempatnya.


"Baik Nyonya besar" ucap Linda yang berlari kecil mengejar Elin yang sudah terlebih dulu meninggalkanya.


Mata Elin berbinar binar melihat semua rancangan Linda, Tak salah dulu Ia mempercayakan semua desain bajunya kepada linda yang Akan Ia gunakan baik Fesion show maupun acara besar lainya.


"Ini cantik sekali! pasti tambah anggun lagi bila Gisel yang memakainya" ucap Elin menatapi gaun yang ada di dalam box kaca.


"Dia wanita kesayangan Tuan Muda" balas Elin yang fokus memandangi setiap detail Gaun itu.


"Tuan Muda itu siapa?"tanya Linda lagi.


"Aisst.... Kau ini penjual atau wartawan Si Linda. Semuanya Kau kepoin" Balas Elin yang sedikit jengkel oleh pertanyaan pertanyaan Linda.


Bukanya takut Linda malah terbahak bahak mendengar ucapan Elin.

__ADS_1


Tiba tiba dua wanita menorobos di depan Elin dan Linda, yang membuat kedua wanita itu mengeryitkan dahinya.


"Mam Aku ingin gaun ini" ucap anak gadis yang hampir seumuran dengan Gisel.


"Iya Kau pasti mendapatkanya ...Asal janjiMu sama Papa dan Mama bisa Kau tepati"balas Ibu sang gadis.


"Pasti dong Mam, serahkan saja semuanya PadaKu" ucap sang gadis.


"Manusia kere ini lagi! beli 1, Maunya gratis 3" ucap Linda dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepalanya karena mengenali kedua wanita itu.


Linda menarik nafas dalam dalam untuk menetralkan emosinya kepada dua wanita yang ada di hadapanya saat ini.


"Maaf Nyonya dan Nona gaun itu sudah di pesan Oleh Nyonya ini. jadi, Anda berdua silahkan cari Gaun yang Lain" ucap Linda dengan sopan.


Ibu dan anak itu langsung menegok kearah ibu jari Linda menunjuk.


Dan betapa kagetnya setelah mengetahui siapa yang sedang berdiri dihadapanya saat ini.


"Nyonya Elin" ucap mereka berdua secara bersamaan sambil melotot matanya sakin kagetnya melihat siapa yang berdiri dihadapanya saat ini.

__ADS_1


👉Ayo kawan kawan bagi vote, like , comentnya dong biar lebih semagat nulisnya ...trimah kasih.


__ADS_2