ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN

ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN
131. IBU MUDA.


__ADS_3

Melly dan Lina saling menatap. Mereka tak tahu alasan apa yang paling tepat mereka berikan kepada Ibu Yati.


"Cepat dijawab atau Ibu akan memanggilkan penjaga panti untuk menyeret kalian berdua ke kantor polisi." bentak Ibu Yati kepada Melly dan Lina.


"Jangan dong Bu, Kami berdua kemari untuk bertemu calon suami dari Nona ini" balas Lina pada Ibu Yati sambil memegangi bahu Melly dengan tangan kananya.


Melly yang mendengar dan mendapat perlakuan seperti itu dari Lina hanya megeryitkan dahinya sembari Kedua matanya membulat sempurna.


"Calon suami! Kamu jangan bercanda, disini hanya ada dua pria dewasa itu pun sudah berumur lima puluhan tahun, dan mana mungkin mereka yang menjadi calon suami dari Nona manis ini." ucap Ibu Yati menatap kearah Melly.


"Bukan penghuni panti ini Bu! tapi pria yang sering datang kemari. Namanya Jony, ya tepatnya sekertaris Jony. Pasti Ibu mengenalnya bukan!. Tadi beliau menyuruh Nona ini ke mari untuk menemuinya sekaligus beliau ingin memperkenalkannya dengan Ibu serta anak anak yang ada dalam panti ini kalau sebentar lagi, Nona ini akan menjadi Nyonya Jony iskandar hafid." ucap Lina sambil memegang kuat pundak Melly. Lina takut kuda betina itu pasti ngamuk bila tidak diperlakukan seperti itu.


Melly terus mengontrol emosinya dan sedapat mungin ia mencoba tersenyum kearah Ibu Yati.


Mendengar ucapan Lina, seketika itu pula Ibu Yati menutup mulutnya dengan telapak tanganya. Antara heran dan rasa terharu wanita itu kini mulai tersenyum.


"Benarkah Tuan Jony mau menikah.! Kalau begitu maafkan Ibu. Tadi, Ibu sudah lancang pada Anda."ucap Ibu Yati sedikit menundukkan kepalanya kepada Melly.


Melly kembali tersenyum tapi, hatinya ingin sekali menyumpal mulut bawel Lina dengan tas kecil yang ada di genggamanya.


"Astaga kabar ini benar benar kabar yang sangat mengembirakan bagiku dan seluruh penghuni panti. Ayo Nona mari masuk." ucap Ibu Yati mempersilahkan Melly masuk keruangan pribadinya.


Melly menangguk pelan dan ikut masuk membututi Ibu Yati.


"Silahkan duduk Nona-Nona. Sungguh suatu kehormatan bagi Ibu, bisa menjamu calon Nyonya dari Tuan Jony." ucap Ibu Yati setelah mereka sudah berada dalam ruangan itu.


"Trimah kasih Bu." ucap Melly dan Lina bersamaan sambil mendaratkan tubuh mereka berdua diatas sofa.


"Kalian mau minum apa! biar Ibu menyuruh Bi Aty untuk menyiapkanya untuk kalian berdua." ucap Ibu Yati ikut duduk di sofa tepat dihadapan Melly dan Lina.


"Tidak usah re......." ucap Melly terpotong karna Lina sudah menutup mulutnya dengan telapak tanganya.


"Maksud Nona Melly tidak usalah lama-lama. Maklumlah Bu, ia masih sungkan dengan Ibu. Iyakan Nona Melly!."ucap Lina sambil memplototka matanya kepada Melly.


"Ah Nona Melly ini! Kenapa Anda harus sungkan pada Ibu, seharusnya Ibulah yang harus sungkan kepada Anda. Baiklah kalau begitu, apa yang kalian berdua ingin minum, sedapat mungkin Kami akan menyiapkanya untuk kalian."sekali lagi Ibu yati memberi penawaran kepada mereka.


"Es jeruk dan nasi goreng Bu kalau ada. Soalnya dari pagi kami belum mengisi bagian tegah." ucap Lina sedikit tersenyum kearah Ibu Yati.


"Kalau itu mah' kecil! walau ini panti asuhan tapi soal makanan dan pasilitasnya bisa terbilang lengkap, Itu semua berkat kebaikan Tuan Aldo dan Tuan Jony. Kalian duduklah dengan manis, Ibu akan memberi tahu Bi Aty untuk menyiapkan pesanan kalian.


"Maaf ya Bu, Kami sudah sangat merepotkan Ibu dan penghuni panti lainya." ucap Melly kurang enak hati pada Ibu Yati.

__ADS_1


Ibu Yati hanya tersenyum lalu berdiri kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.


Setelah kepergian Ibu Yati. Mata Melly melotot kearah Lina seakan akan ia ingin memangsa mentah mentah temanya itu.


"Kenapa Kamu mengatakan kalau Aku ini calon istri dari Jony! apa kamu sudah tidak takut dosa telah membohongi perempuan sebaik Ibu Yati ?." bentak Melly pada Lina.


"Aku juga sedikit merasa berdosa shi, tapi mau apa lagi, itulah jalan satu satunya agar kita bisa selamat. Apa Kamu sudah siap di penjarakan kalau kita tadi sampai jujur pada beliau?." ucap Lina bertanya balik kepada Melly.


Melly sama sekali tidak menjawab karna apa yang di katakan Lina ada benarnya walau sedikit gila baginya.


"Makanya Kamu tinggal tersenyum saja seolah olah apa yang kita lakukan ini benar adanya. Selebihnya biar Aku yang tangani oke." ucap Lina dengan senyum sumringai.


Melly cuman bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Selama ini ia merasa kalau dialah wanita yang paling pintar mengerjai orang, ternyata pemikiranya salah.Ilmu pengerjainya rendah bahkan masih seujung kuku dibanding ilmu yang di miliki Lina.


Tidak lama kemudia dua perempuan seumuran melangkah memasuki ruang itu.


Ibu Yati berada di depan, sedangkan Bi Aty mengekorinya dari belakan dengan membawa nampan berisi dua piring nasi goreng dan dua buah gelas berisi es jeruk diatasnya.


Dengan hati hati sekali Bi Aty meletakkan nampan yang dibawahnya diatas meja.


"Nona-Nona! silahkan menyicipi hidangan dan minumanya, bila ada yang kalian perlukan lagi kalian boleh mengatakanya pada saya." ucap Bi Aty sembari menegakkan tubuhnya.


"Trimah kasih Bi, kurasa ini lebih dari cukup." balas Melly menatap wanita parubaya yang sekarang ini berdiri di hadapanya.


Hanya butuh waktu sepuluh menit saja, nasi goreng yang ada di piring mereka sudah berkuran bahkan mau dibilang hampir tidak tersisa sama sekali. Mungkin karena laparnya atau sakin enaknya nasi goreng buatan Bi Aty hingga mereka begitu lahap menghabiskanya. Enyahlah hanya mereka berdua yang bisa menjelaskan.


Bi Aty kemudian membereskan sisa piring dan membiarkan dua gelas es jeruk tetap diatas meja tersebut.


Setelah dirasa cukup, Bi Aty mohon diri sambil membawa nampan berisi dua piring kosong diatasnya keluar dari ruangan itu.


"Nona Melly bolehkah Ibu meminta sesuatu dari Anda!." ucap Ibu Yati dengan tatapan sedikit memohon pada Melly.


Mendapat tatapan permohonan seperti itu dari Ibu Yati, Melly malah metatap kearah Lina sepersekian detik dan kembali berpaling kearah Ibu yati.


"Kalau Melly bisa, Melly akan senang hati melakukanya Bu!."ucap Melly.


"Trimah kasih banyak sebelumnya Nona, Anda begitu baik, patutlah kalau Tuan Jony memilih Anda untuk menjadi calon istrinya." ucap Ibu Yati tersenyum.


"Ibu ini sunggu berlebihan menilaiku. Panggil saja Melly , tidak usah pake Nona atau Anda."ucap Melly membalas senyum Ibu Yati.


"Kalau itu Ibu tidak bisa Nona! Ibu pun memanggil Jony dengan sebutan Tuan karna rasa terimah kasih Kami kepadanya walau pun terkadang beliau melarang Kami untuk menyebutnya Tuan." balas Ibu Yati sedikit menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Terserah Ibulah yang penting Ibu nyaman tak apalah Aku tidak bisa melarangnya lagi. Ngomong-ngomong permintaan Ibu yang tadi apa ya kalau Melly boleh tahu?."


Lama Ibu Yati terdiam. Perempuan parubaya itu menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan pelan.


"Nona Melly, kalau boleh Ibu meminta kepadamu tolong kiranya sayangi dan cintailah Tuan Jony dengan segenap hati." ucap Ibu Yuni sambil menundukkan kepalanya. Air matahnya menetes diatas lantai keramik dan membentuk bulatan bulatan kecil disana.


Melly bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah Ibu Yati sembari duduk di sampingnya.


"Ibu, Kenapa Ibu menagis! apa sebenarnya yang terjadi pada Tuan Jony! dan sepertinya Ibu sangat menyayangi beliau." ucap Melly sambil mengelus pundak Ibu Yati.


"Tuan Jony adalah anak majikan Ibu dulunya! Ibunya adalah seorang pelayan di Mension Tuan Hafiq sama seperti Ibu waktu itu. karna suatu kecelakaan malam itu, Ibu Tuan Jony mengandung dan diusir oleh Tuan Hafid dan Nyonya Shanti dari Mension.( Nanti Author ulas kehidupan Jony dan keluarganya tapi dalam sebuah novel kalau di ceritakan disini terlalu panjang)." ucap Ibu Yati terus terseduh seduh.


"Sudahlah Bu! Ibu tidak usah menceritakanya kalau itu mengoreh kembali luka dalam hati Ibu." ucap Melly yang terus mengusap pundak Ibu Yati untuk memberikanya semangat.


Lama Yati terdiam. Hingga kembali perempuan parubaya itu mengangkat kepalanya dan menatap kearah Melly.


"Berjanjilah kepada Ibu kalau Nona akan menyembukahkan luka yang selama ini diderita oleh Tuan Jony." ucap Bu Yati sambil menggenggam tangan Melly dan menatap matanya dengan sangat lekat.


Mau tidak mau Melly terpaksa mengangguk sembari tersenyum kepada Ibu Yati.


"Trimah Kasih banyak Nona" ucap Ibu Yati dan memeluk tubuh Melly.


Lama mereka terdiam hingga Melly dan Lina berpamitan kepada Ibu Yati karna ingin kesuatu acara.


"Baiklah kalau kalian ingin berpamitan. Ibu akan mengantar Nona sampai di depan panti" ucap Ibu Yati sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ketiganya pun melangkah kearah pintu tapi alangkah terkejutnya mereka ketika Ibu Yati membuka daun pintu tuangan itu.


Tampak para anak panti sedang berjejer di depan pintu dan berlari memeluki Melly.


"Ibu Muda" ucap mereka bersautan.


Lina hanya tersenyum mengejek sedangkan Melly mencoba menyambut kedatangan para anak panti sambil tersenyum kuda kearah Lina.


catata : Untuk bulan depan Author akan memberi pulsa bagi tiga reader yang votenya paling banya di novel ini.(untuk bulan 11 dan terbaca di bulan 12).


untuk pemenang pertama 75 ribuh


untuk pemenang kedua 50 ribuh


dan pemenang ke tiga juga 50 ribuh

__ADS_1


Jadi sekaran author yang akan memberi pada reader sakin cintanya Author dan tanda terimah kasih Author pada kalian semua. Jadilah, mulai berlomba lomba beri vote yang banyak dan menangkan hadianya bulan depan Oke..Author hitung mulai dari sekarang . 1 , 2 , 3......


đŸ‘‰terus beri vote, like, coment dan rate bintang limanya ya trimah kasih.


__ADS_2